Monthly Archives: February 2010

Bisnis Para Nabi (1)

Apa jadinya jika nabi berbisnis? Padahal sungguh sayang sekali mereka telah diberi “kelebihan” oleh Tuhan. Masa Cuma buat dakwah dan menyebarkan kebaikan??? (Loh!!!).

Tulisan ini bukan bermaksud melecehkan. Hanya sebuah bentuk dekonstrusi kreatif atas “kapitalisasi mukjizat” yang diberikan Tuhan kepada manusia-manusia pilihan.

Adam

Sebagai manusia pertama, sebenarnya Adam memiliki privilege untuk memulai bisnis apa saja. Apapun bisnisnya, ia pasti masuk MURI dan Guinness Book of Record sebagai yang pertamaxx (kalau sudah ada kaskus). Tapi tampaknya usaha property cocok bagi nabi yang satu ini. Adam dapat dengan mudah menjadi tuan tanah. Karena jika harus bergerak di industry consumer goods, atau ritel, Adam terkendala market constraint. Pembelinya Cuma satu. Monopsoni. Hanya ada Hawa istrinya.

Continue reading Bisnis Para Nabi (1)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Bangga Aku Jadi Orang Indonesia!!!

Dulu saya sempat berpikir: Mengapa Tuhan mengirimku ke Indonesia? Negara indah dengan orang yang ramah. Negeri terjajah tapi hanya bisa terus mendesah. Tapi itulah Tuhan, Yang Maha Mengetahui yang tersembunyi. Terkadang Ia baru membuka rahasianya ketika kita tak mampu menemukan jawabannya.

Bertepatan dengan hari kasih sayang, ada 5 orang Malaysia yang menginap di asrama. Siswa Sekolah Menengah. Remaja berusia 18 tahun. Din, Wazzin, Adam, Imran, dan Daniel. Petualang-petualang muda. Mencoba menangkap inti sari kehidupan dari inti sari petualangan.

Baru saja mereka datang sudah disambut asrama yang tak beda dengan kebun binatang. Lengkap dengan kandang dan penghuni-penghuninya. Tumpukan piring kotor. Baju-baju seperti kain pel yang agak sulit teridentifikasi lagi. Sepatu-sepatu kelaparan sampai ingin memakan solnya sendiri. Dan tumpukan kertas berserakan yang untungnya mengesankan kalau penghuninya pintar. Padahal malas.
Continue reading Bangga Aku Jadi Orang Indonesia!!!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Paintball Effect

Setahu saya ada tiga cara untuk mengenal seseorang. Tinggal di rumahnya, bepergian dengannya, dan menjalin bisnis bersama orang tersebut. Tiga hal ini sangat ampuh untuk mengetahui “kepribadian tersembunyi” seorang manusia. Karena seperti kata Sigmun Freud, embahnya psikolog, kepribadian yang terlihat hanyalah “gunung es”. Masih banyak yang tersembunyi dan tak diketahui.
Itulah mengapa seorang yang “terlihat” sangat baik dan hangat ternyata berbakat jadi seorang psikopat-mutilator-sadomasokis yang menyodomi bocah-bocah. Seperti Babe. Ada juga orang yang tampangnya sueeeerem dan tak sedap dipandang tapi ternyata lembut dan baik hatinya. Ya.. seperti yang nulis notes ini :D. (Waspadalah!!! Waspadalah!!!)
Ternyata ada cara lain mengetahui kepribadian seseorang: mengajaknya bermain!!!.
Games dan Kepribadian
Continue reading Paintball Effect

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Hore!!! Ada Tuhan Dikepalaku!!!

1.
Orang yang kesepian ternyata tak butuh teman. Ia butuh Tuhan. Untuk menemaninya berbicara dengan tembok yang terus diam saja. Agar teman dan keluarganya tak menangkapnya karena disangka orang yang gila. Padahal orang yang tak butuh Tuhan justru sebenarnya gila.
2.
Mulailah saya mencari Tuhan. Pertama kali saya cari di rumah-rumah ibadah yang megah. Wah, agama memang mewah. Tapi Tuhan model ini mahal sekali. Syaratnya juga tinggi, harus berdoa beberapa kali dalam sehari. Bagi saya yang malas dan instant, lebih suka Tuhan model kun fayakun. Yang jadi terjadilah. Tak usah terlalu susah.
3.
Mungkin Tuhan ada di pasar. Diantara penjual dan pembeli. Yang sama-sama menjual diri. Kali aja ada Tuhan yang sedang di-discount 70%. Bisa dicicil 12x pula. Masih bisa kubeli. Tapi Tuhan di pasar bernama keuntungan dan kekayaan. Sesuatu yang diatas angin bagi saya yang miskin. Saya hanya bisa meratapi Tuhan dibalik jendela kaca. Diantara deru nafas nafsu kerja manusia.
Continue reading Hore!!! Ada Tuhan Dikepalaku!!!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Salah

Saya sering tertawa melihat Bapak saya sendiri.

Beliau sering menyalahkan dirinya sendiri ketika bermain Tumblebugs. Game tembak-tembakan bola serangga. Ketika tembakannya meleset ia sering bergumam sendiri, “Goblok! Gitu aja koq ga kena”. Tapi itulah hebatnya laki-laki yang menghamili Ibu saya itu. Tetap setia bermain game di usia 64 tahun!.

Ketika melihat sepakbola, saya jadi ikut-ikutan ketularan. “Goblok Ronaldinho Mandul!!! Penalti aja ga masuk!”. Untung saya belum ketularan taruhan. Juga belum terkena sindrom “free throw”(kebiasaan melempar sesuatu jika jengkel). Saya hanya sering berkomentar sebagai sebuah bentuk self defense mechanism dari makhluk berlemak dengan massa 115 kg dan sering takut kalau harus menyundul bola.

Ketika saya renungkan lagi, kebiasaan menyalahkan lahir dari sistem pendidikan nasional.

PO vs NO (vs jangan diganti huruf R, ya…)
Continue reading Salah

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Empat Tanda Bijaksana

Seorang yang bijaksana memiliki empat hal. Apakah keempat hal itu? Tentang hal ini, seorang bijaksana tidak akan membicarakan keburukan orang lain, sekalipun jika ditanya, apalagi jika tidak ditanya. Namun, jika ditanya tentang hal itu dan ia perlu untuk berbicara, sepatutnya ia mengemukakan keburukan orang lain dengan hati2, dengan keraguan dan sangat singkat. Inilah arti dari perkataan, “Orang tersebut bijaksana”.

Selanjutnya seorang bijaksana, sekalipun tidak ditanya, berbicara tentang kebaikan orang lain, apalagi jika ditanya. Namun, jika ditanya tentang hal itu dan ia perlu untuk berbicara, sepatutnya ia memuji kebaikan orang lain dengan terus terang, tanpa keraguan dan jelas. Inilah arti dari perkataan, “Orang tersebut bijaksana”.

Sekali lagi, seorang bijaksana, sekalipun tidak ditanya, berbicara tentang kelemahannya sendiri, apalagi jika ditanya. Namun, jika ditanya tentang kelemahannya sendiri dan ia perlu untuk berbicara, sepatitnya ia berbicara tentang kelemahannya sendiri dengan terang, tanpa keraguan, dan jelas. Inilah arti dari perkataan, “Orang tersebut bijaksana”.

Akhirnya, seorang bijaksana, sekalipun ditanya, tidak akan membicarakan kehebatannya sendiri, apalagi jika tidak ditanya. Namun, jika ditanya tentang kehebatannya sendiri dan ia perlu bicara, sepatutnya ia berbicara tentang kehebatannya dengan hati-hati, penuh keraguan, dan secara singkat, inilah arti dari perkataan, “Orang tersebut bijaksana”.

Aguttara Nikaya II 78

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Berita yang Menyakitkan di Pagi Hari

Engkau menanam pohon
Tapi tak mengajak tanah

Engkau menanam pohon
Tapi tak mengajak air

Engkau menanam pohon
Tapi tak mengajak musim

Engkau menanam pohon
Tapi tak mengajak pohon

Engkau hanya menanam
Dirimu sendiri

Mustofa W Hasyim

dalam Ismail Taufik. Mengakar ke Bumi menggapai ke langit 2. 2008. Panitia 55 tahun Taufiq Ismail dalam Sastra Indonesia dan Majalah sastra Horison

gambar dari http://aadanibadrakasep.files.wordpress.com/2008/12/tree-painter.jpg


Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Saran Untuk Presidenku yang Ngalem

Bapak Presiden Republik Indonesia yang tercinta, ijinkan saya sekali-sekali mengkritik Anda. Toh, anda sudah setiap hari dikritik. Jadi kritik saya hanyalah buih di lautan kritik. Lagipula saya tahu Anda orangnya pemaaf. Namanya dicatut orang, Anda diam. Dimaki-maki, diinjak fotonya, diteriaki maling. Anda tetap diam. Paling banter Anda curhat dimedia massa.

Kemarin Anda curhat lagi: “Ada yang bawa kerbau. SBY badannya besar, malas dan bodoh seperti kerbau dibawa itu. Apa iya itu unjuk rasa sebagai ekspresi kebebasan?”

Komentar Anda dimedia kali ini terpaksa harus saya balas dengan catatan ringan karena dua alasan. Pertama, Anda bukan kerbau, sehingga tak perlu marah. Kedua, masih banyak saudara kita yang tak pernah dipanggil kerbau tapi diperlakukan seperti kerbau.
Continue reading Saran Untuk Presidenku yang Ngalem

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail