Ayah 160 cm

(Untuk Ayah dan calon Ayah)

Bersama ribuan orang yang menonton pawai naga terpanjang se-Asia Tenggara di pinggir jalan kota Yogyakarta. Terjepit seorang gadis kecil yang mungil. Anak perempuan berusia 5 tahun dengan jaket merah muda. Kulit cerah. Berkepang dua. Tersenyum. Dan ia ingin melihat naga.

Ayahnya mengerti. Digendongnya gadis kecil. Didekapnya dalam dada. Diantara kemeja warna biru tua. Tapi sayang, gadis kecil masih juga terhalang tembok lautan manusia. Tak bisa melihat apa-apa.

Sang Ayah tak menyerah. Ia terus merangsek maju. Mencari celah. Semata-mata agar sang gadis kecil bisa tertawa. Gembira melihat sang naga.

Mungkin pemandangan biasa bagi Anda. Tapi tidak bagi saya. Saya ada didepannya dan menghalangi pandangan gadis kecil. Ketika akhirnya sang Ayah mengangkat gadis kecil. Setinggi sang Ayah mampu. Sekuat tenaga yang Ayah punya. Gadis kecil yang berdiri diatas kepala laki-laki paling berani malam ini.

Saya bisa melihat sang Ayah mulai lelah. Setelah 10 menit. Naga belum juga lewat. Mulai berkeringat. Wajahnya hitam. Berminyak. Terkesan kaku. Keras. Tapi langsung luluh ketika beradu mata dengan si gadis kecil. Tersenyum lembut.

Ayah yang hebat selalu melakukan pengorbanan. Pengorbanan sederhana yang tak harus berupa harta. Tapi segala upaya untuk membuat buah hatinya gembira dan bahagia. Karena cinta memang membuat manusia melakukan tindakan luar biasa. Tak terduga. Melebihi kemampuan kita.

Semua pengorbanan Ayah terbayar lunas saat Naga melintas. Gadis kecil berteriak kegirangan. Kepangnya naik turun. Kesenangan. Dan tersenyum. Senyumnya kawan… senyumnya maniiissss sekaliiiiii.

Gadis kecil yang bahagia. Sebaik-baiknya perhiasan dunia.

Gadis kecil yang beruntung. Memiliki seorang Ayah dengan tinggi 160 cm, tapi mampu membuatnya melihat pemandangan setinggi 180 cm.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

6 thoughts on “Ayah 160 cm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *