Monthly Archives: October 2010

Parsimoni

“Skripsi ini ditulis bagi mereka yang ingin membunuh para mahasiswa, dosen, akademisi, dan praktisi dengan pikiran over complicated sophisticated. Para pendosa yang membuat bisnis berubah dari sesuatu yang sederhana memenjadi monster yang rumit dan sulit!!!”

Saya selalu kagum dengan kesederhanaan. Parsimoni. Kemampuan melakukan penyederhanaan untuk hal-hal yang dianggap rumit. Sebuah teori yang baik pasti memiliki prinsip parsimoni. Mampu membentuk pola-pola yang berlaku secara umum. Secara sederhana.

Sayangnya penyakit orang pintar itu, belum puas jika belum dianggap pintar. Celakanya, kita justru menganggap hal-hal rumit dan tidak kita kuasai sebagai hal yang hebat, dan orang yang mengucapkannya, pasti pintar.

Jika kita bicara tentang uang. Tentu semua mengerti uang dan beberapa dari kita jatuh cinta dan bersedia menikah dengan uang. Apa yang terjadi jika saya mulai berbicara aspek teknis tentang uang. Misalnya saya menjelaskan inflation targeting framework, trinitas moneter, gold standard, Grisham law, dan berbagai kata teknis komposisi bumbu Indomie: Gluten, Kalium Karbonat, Karboksi Metil Selulosa, Natrium Polifosfat, Natrium Karbonat, Tartrazine CI 19140….

(Cukup…cukup… WOW kakak… Anda pintar sekali!!!)

Inilah cara termudah untuk menjadi pintar. Gunakan kata-kata yang membuat Anda kelihatan pintar. Padahal saya sendiri tidak mengerti kata yang baru saja saya tuliskan :p.

Saran saya jika presentasi: buat pendengar mengerti akan presentasi yang kita sampaikan, dan jika tidak bisa, buatlah pendengar menjadi bingung dan tidak mengerti sehingga mereka terkagum-kagum akan kebingungan dan ketidakmengertian mereka sendiri.

Continue reading Parsimoni

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Bagaimana Cara Menjinakkan Gajah Liar???

Anda ingin tahu caranya? gampang. Cukup tembakkan obat bius ke gajah, lalu selagi tertidur ikat kakinya dengan rantai besi. Cantolkan rantai itu ke pohon besar seperti lambang partai golkar atau semacamnya. Atau bawa masuk ke kandang.

Setelah bangun? Dimulailah proses rekayasa social. Kita mengubah kebiasaan sang gajah. Sementara ia mulai panic dan mencoba melepaskan diri, kita memberinya makan. Proses ini dilakukan terus menerus sampai gajah terkondisikan bahwa akan selalu ada makanan yang ia bisa santap, dan ia akan merasa aman.

Terus? Cobalah ganti rantai besi dengan tali biasa. Pasti si gajah takkan lari. Karena ia tetap merasa terikat. Juga sudah merasa aman, nyaman, dan terjamin kesejahteraannya (Anda bisa menawarkan asuransi dan program pensiun jika mau :p). Jika ia benar-benar jinak, bahkan tali sudah bisa dilepas, maka si gajah akan menuruti perintah Anda.

Cara ini juga bisa kita terapkan untuk menjinakkan istri paling liar sekalipun.

10.000 jam Habitus

Menurut sebagian ahli psikologi, kita adalah makhluk yang dibentuk oleh kebiasaan (habitus). Aliran ilmiahnya disebut behavioralist. Dengan tokoh bangkotannya Pavlov.

Percobaan Pavlov yang terkenal adalah air liur anjing. Setiap memberi makan anjing (dan membuat anjing itu meneteskan air liur), Pavlov selalu membunyikan bel. Dan ternyata setelah menjadi kebiasaan, air liur anjing tetap keluar meski Pavlov hanya membunyikan bel dan tidak memberikannya makanan. Artinya?

Manusia membentuk kebiasaan, dan kebiasaan membentuk manusia.  Continue reading Bagaimana Cara Menjinakkan Gajah Liar???

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

60 Detik

Coba bayangkan, kita akan menghadiri sebuah rapat maha penting dalam hidup kita. Terletak di gedung tinggi dan megah. Materi presentasi sudah siap, tim sudah stand-by, penampilan kita sudah sangat trendy. Tiba-tiba klien masuk ke ruangan dan berkata:

“Maaf, saya harus pergi. Keluarga saya sakit. Jadi mengapa tidak Anda jelaskan saja di lift bersama saya saat turun?”

Elevator speech. Berbicara dengan elevator. Haha. Analogi cerita yang biasanya disampaikan dalam pelatihan marketing. Tentang menjual sesuatu dalam 60 detik. Hanya 60 detik? Ya, bahkan bisa kurang.

Dan kita bisa menerapkan prinsip 60 detik ini dibidang apa saja. Terutama memperbaiki cara kita berkomunikasi secara efektif.

Banyak Bacot

Pelatihan ini lahir karena banyak orang yang berbicara terlalu banyak. Coba perhatikan anggota dewan kita yang terhormat. Untuk ngomong A, mereka harus muter-muter ke B, C, D, E, baru putar balik ke A.  Mungkin anggota DPR terinspirasi hukum pareto tentang 20/80. Yaitu 80% ide ada di 20% perkataan.

Menurut Dahlan Iskan, dirut PLN, anggota parlemen Indonesia rata-rata berbicara 10-15 menit untuk menyampaikan sebuah ide (lebih banyak yang hanya berkomentar). Bandingkan dengan anggota parlemen Inggris, yang berdasarkan observasi langsung Dahlan, berbicara hanya 30 detik untuk menyampaikan sebuah ide!!!.

Jadi, bagaimana cara menerapkan prinsip 60 detik?

Cara gampangnya ya talk to the point. Langsung intinya. Tapi itu saran yang standar. Lebih dari itu, saya ingin membagikan tips merekontruksi alur pemikiran menjadi sebuah sintesa kalimat yang bisa dibaca dalam 60 detik.

Hukum Tiga Fakta

Ethan M. Rasiel dalam The McKinsey Way (buku yang sangat menarik dan mengajari kita cara berpikir ala lembaga konsultan no 1 dunia: McKinsey & Co) menjelaskan hukum tiga fakta.

Setiap konsultan McKinsey selalu dijari mengawali analisa kasus bisnis dengan menarik tiga fakta yang MECE (dibaca Me-See). Mutually exclusive, collectively exhaustive (saling eksklusif, lengkap secara kolektif). Tiga fakta yang kemudian menjadi pijakan awal hipotesis (dugaan). Tiga fakta ini menjadi pokok kunci permasalahan (key driver), yang bisa dikembangkan menjadi solusi yang komprehensif.

Faktanya: (1) Anda adalah pembaca yang tidak punya banyak waktu, (2) Anda belum tentu orang dunia bisnis, tapi (3) Kita tetap bisa menerapkan pola pikir ini untuk menganalisa berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari.

Saya ingin berkata: berbicaralah dimulai dengan fakta. Kalau bisa tiga. Ciptakan hipotesa. Lalu kembangkan analisa. Temukan permasalahan kunci 20/80. 20 yang menentukan 80. Pikirkan alternatif solusi kreatif. Tetap berpikir MECE, realistis, dan holistis. Sampaikan kesimpulan dengan penuh keyakinan dan semangat dalam kalimat yang singkat.

Jika kita mampu meringkas sebuah permasalahan rumit menjadi sebuah solusi yang terstruktur dan ringkas. Maka selamat, berarti kita menguasai masalah itu. Jika kita masih banyak bacot dan berbicara meluber kemana-mana, maka selamat, berarti kita harus terus berlatih.

Mari mencoba.

Lagipula, tulisan ini Anda baca dalam waktu 60 detik.

berbicara yang baik dan seperlunya, atau diam

*Sekarang saya memiliki jadwal tetap penerbitan tulisan. Setiap jumat malam antara Pukul 7-8. Tapi tidak berarti saya hanya ngepost seminggu sekali. Bisa saja seminggu 2,3,.. 100 tulisan, tapi sifatnya sporadis. Yang pasti insya Allah akan selalu terbit tulisan setiap jumat malam.

**Tulisan ini akan meledak dalam waktu 60 detik.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail