Monthly Archives: January 2011

Rahasia Terbesar Kepenulisan yang Akhirnya Saya Ketahui

Selompok mahasiswa meminta Sinclair Lewis, seorang novelis pemenang nobel, untuk memberikan ceramah kepada mereka.

Lewis memulai ceramahnya dengan bertanya,

“Siapa diantara kalian yang sungguh-sungguh ingin menjadi penulis?”

Semua mahasiswa mengangkat tangannya.

“Kalau begitu, apa yang kalian lakukan disini? Nasihat saya adalah: Pulanglah ke rumah, lalu menulis, menulis, dan menulis…” kata Lewis sambil memasukkan kembali catatan-catatannya kedalam saku dan meninggalkan ruangan.

 

britannica
Sinclair Lewis/britannica

Sumber: Farid dkk. 2009. Kubik Leadership. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tiga Cerita Untuk Desti Sarah Sagita

Aku Tidak Tahu

Seorang calon doktor (Ph.D) menghadapi ujian sidang yang panas di salah satu universitas ternama di Amerika. Penelitiannya tentang bio molekuler mendapat tantangan keras dari promotor dan pengujinya. Namun, ia tetap mampu menjawab semua pertanyaan dengan baik dan meyakinkan. Hampir semua dosen penguji merasa puas, tapi ada seorang penguji yang masih ngotot dan terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Bahkan pertanyaan yang ia ajukan sudah tidak menyentuh subtansi penelitian calon doktor tadi.

Secara tiba-tiba sang penguji bertanya tentang sebuah penyakit yang menyerang ikan tertentu. Dengan terheran-heran dan bercampur ketegangan dia berpikir, “Mengapa dia bertanya tentang ini? Dan apa pula subyek yang ditanyakannya?” sambil memikirkan istilah asing yang ditanyakan dosen pengujinya.

Akhirnya, setelah terus dikejar, dengan berat hati, calon doktor tadi menghela nafas dan berkata, “Maaf, saya tidak mengetahuinya…”.

Mendengar jawaban itu, tiba-tiba sang penguji merasa lega. Ia tersenyum dan memandang calon doktor tadi. Dia terlihat sangat puas melihat mahasiswanya tidak dapat menjawab pertanyaan yang ia berikan.

Sang calon doktor terduduk lemas. Terbayang hantu kegagalan. Perjuangan riset bertahun-tahun bisa saja hancur karena sebuah penyakit ikan yang ia sendiri baru pertama kali mendengarnya. Tapi diluar dugaan, setelah pengumuman, ternyata sang calon doktor diumumkan lulus!

Saat berjabat tangan, dia bertanya kepada sang penguji tadi. “Apa jawaban dari pertanyaan yang Anda tanyakan tadi?” tanyanya penasaran.

“Saya tidak tahu”, jawab sang penguji tersenyum.

“Pardon me… Maaf…”

“Iya, itu jawabannya. Saya sendiri tidak tahu jawabannya. Saya menanyakan hal yang sebenarnya tidak ada. Anda sudah menjawab semua pertanyaan kami dengan saat baik saat ujian. Tapi disitulah masalahnya. Kita sebagai ilmuwan terkadang harus mengetahui ada hal-hal yang tidak bisa kita ketahui. Saya ingin Anda belajar hal tersebut”.

Nilai E

Cerita kedua berdasarkan pengalaman pribadi Rhenald Kasali saat sedang menempuh pasca sarjana di luar negeri. Ketika melihat nilai anaknya disekolah, dia merasa heran, mengapa essay bahasa inggris anaknya yang acak adut diberi nilai E yang berarti Excellent (luar biasa). Akhirnya ia “mengadu” ke guru tersebut. Jawaban yang diberikan guru itu sungguh mencengangkan Rhenald. Continue reading Tiga Cerita Untuk Desti Sarah Sagita

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Bank Syariah dan Pemulihan Ekonomi pasca Erupsi Merapi

Erupsi gunung Merapi sempat melumpuhkan perekonomian 5 kecamatan di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecamatan itu adalah Cangkringan, Pakem, Ngemplak, Turi, dan Tempel. ISEI Yogyakarta mencatat kerugian hingga 5 Trilyun. Erupsi ini juga mempengaruhi mitra perbankan syariah yang ada di Yogyakarta.

“Ada tiga mitra kami yang terkena dampak erupsi Merapi” ungkap Yuni dari BRI Syariah Yogyakarta. Untuk itu, pihaknya akan mengacu pada peraturan Bank Indonesia yang dikeluarkan untuk merespon bencana alam yang terjadi.

“Nanti akan dicatat lancar selama 3 tahun” ujar bankir wanita ini dalam sambungan telponnya dengan Kompasiana.

Dalam Keputusan Gubernur Bank Indonesia nomor 12/80/Kep.GBI/2010 disebutkan beberapa kecamatan di kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten, dan Sleman ditetapkan sebagai daerah yang memerlukan perlakuan khusus terhadap kredit bank.

Perlakuan khusus ini mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 8/15/PBI/2006 tentang perlakukan khusus terhadap kredit bank bagi daerah-daerah tertentu yang terkena bencana alam di Indonesia. Dengan keputusan gubernur Bank Indonesia ini, semua kredit yang terdampak bencana akan dicatat sebagai kredit lancar.

“Untuk setiap kredit yang dikucurkan, bank wajib mencadangkan dana yang disebut PPA (Pembentukan Penyisihan Aktiva). Nilai PPA ini tergantung kualitas kredit itu sendiri. Ada lima (5) tingkatan kredit, dari lancar sampai macet. Dengan keputusan gubernur BI ini, semua kredit yang terdampak erupsi Merapi akan tercatat sebagai kredit lancar, sehingga bank tidak diwajibkan mencadangkan PPA yang tinggi” demikian penjelasan dari Usep Sukarna, kepala Kelompok Kajian Ekonomi Bank Indonesia DIY yang ditemui Kompasiana dikantornya.

Diharapkan, tanpa adanya PPA yang tinggi, bank dapat melakukan restrukturisasi kredit terhadap nasabahnya yang terdampak bencana erupsi Merapi.

“Untuk ketentuan teknisnya, diserahkan pada bank masing-masing” ungkap pria yang berbicara dengan logat Sunda yang kental.

Tetap Membantu

Tidak semua bank syariah mencatat kerusakan akibat erupsi Merapi. Bank Niaga Syariah yang ditemui Kompasiana mengaku tidak ada kerusakan berarti. “Alhamdulilah tidak ada mitra kami yang terkena erupsi Merapi”. Ungkap Dila, marketing Bank Niaga Syariah.

Hal senada diungkapkan Eka Haryadi, account manager Bank Muamalat Indonesia (BMI) cabang Yogyakarta. “Meskipun terdampak, tak ada korban, dan pembiayaan kami Alhamdulilah lancar”. Bahkan non performing financing (rasio kredit macet) BMI tercatat nol (0) persen.

Bahkan BMI Yogyakarta sudah membentuk Aksi Tanggap Muamalat (ATM) sejak 27 Oktober 2010. Berupa pemberian bantuan kesemua daerah terdampak erupsi. Total bantuan yang telah disalurkan sebesar 2 milyar rupiah. Bantuan itu sendiri terdiri dari tiga tahap: tanggap gawat darurat (emergency), rehabilitasi, dan pemulihan (recovery).

“Saat ini sedang masuk tahap recovery (pemulihan)”. Sambung Eka, yang menjadi koordinator Aksi Tanggap Muamalat untuk Merapi.

Program recovery yang telah dan sedang berjalan antara lain pembangunan tempat ibadah, pemberdayaan peternak ayam di Magelang dan Klaten, serta pelatihan pembuatan batako di Sleman. Diharapkan nanti akan tercipta KUM3, Komunitas Usaha Mikro Muamalat Berbasis Masjid, dimana Masjid menjadi sentra perekonomian masyarakat.

Bentuk program ini berupa pendampingan usaha. Dari 25 orang, ada 1 pendamping. Setiap orang akan diberi bantuan 2 juta, yang diharapkan dapat menjadi dana produktif mikro untuk menggerakkan roda perekonomian warga yang sempat terpuruk akibat bencana.

 

12946615241795962947
BI DIY
1294661570215611429
Eka Haryadi (wawancara di musholla kantor)

ditulis untuk grand final iB Blogger competition

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Merapi Bangkit Bersama Keuangan Syariah

Triyono, salah seorang petani Salak di Turi, Sleman, Yogyakarta sudah bisa tertawa ceria. Sebelumnya ia harus meratapi nasib ketika erupsi Merapi membuat seluruh warga dikampungnya mengungsi dan merusak hampir semua panen salaknya. Berkat bantuan ekonomi mikro yang digulirkan oleh BPD DIY Syariah bekerjasama dengan P2EB (Penelitian dan Pelatihan Fakultas Ekonomika dan Bisnis) UGM, Triyono yakin bisa segera bangkit.

Program Pemberdayaan Ekonomi bagi Masyarakat Pasca Erupsi Merapi adalah program pemberian bantuan pembiayaan lunak senilai 1,5 Milliar untuk menggairahkan perekonomian warga yang terkena dampak Merapi. Launching program ini dilaksanakan pada 8 Januari 2011 bertempat di kantor BMT Sejahtera yang berada di kawasan agrowisata Turi, 12 km dari puncak Merapi.

Dalam launching program tersebut hadir Bupati Sleman Sri Purnomo, rektor UGM Sujarwadi, direktur P2EB Anggito Abimanyu, pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta Dewi Setyowati, dan direktur utama BPD DIY Supriyatno.

Continue reading Merapi Bangkit Bersama Keuangan Syariah

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Cerita Sederhana Tentang Laki-laki Tua yang Menghamili Ibu Saya

Tanggal 5 Januari adalah hari berkesan dikeluarga saya. Karena setiap tanggal lima diawal tahun, akan ada seorang anggota keluarga  yang bertambah usia. Orang yang beruntung itu adalah kepala keluarga rumah. Bapak saya, Soegiyo, berulang tahun. Hari ini.

Karena sekarang 2011 berarti umur Bapak 65 tahun. Masih muda kan? Eh serius, Bapak saya itu awet muda loh! Cuma rambutnya tambah putih, giginya tinggal dua. Hinggap dijendela. Burung bapak tua. Aduh. Sensor dah. Hahahah.

Apa pula arti umur tua? Nikita Khruschev memimpin Soviet diumur 67 tahun. Umur segitu Mac Milla memimpin Inggris. Franco masih jadi diktaktor umur 69. De Gaulle umur 71 tahun masih disegani. Gronchi memimpin Italy saat 74. Bahkan Konrad Adenauer diumur 86 masih memimpin tentara Jerman. Mao Zedong juga tua-tua masih demen berenang di sungai Yang Tse.

Lagipula, bukankah tergantung bagaimana seseorang menjalani hidup? ada orang yang mati tua diumur 40, dan ada orang yang hidup muda di umur 80.

Dan Bapak masih melakukan aktivitas seperti anak muda Continue reading Cerita Sederhana Tentang Laki-laki Tua yang Menghamili Ibu Saya

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail