Monthly Archives: February 2011

Once Upon a Cow…

2.bp.blogspot

Seorang guru yang bijaksana dan berpengalaman ingin mengajarkan muridnya tentang rahasia hidup bahagia dan sejahtera. Untuk mengajarkan ilmu ini, ia memutuskan mengajak muridnya melakukan perjalanan ke salah satu desa yang sangat miskin didaerahnya. Kemiskinan sudah sangat parah dan tampaknya penduduk daerah itu sudah pasrah akan nasib mereka.

Guru itu lalu meminta muridnya untuk mencari rumah termiskin diperkampungan miskin itu. Rumah itu akan menjadi penginapan mereka malam ini. Setelah berjalan, melihat, dan bertanya kepada kepala desa, akhirnya mereka menemukan gubuk reyot yang sudah hampir rubuh.

Bangunan itu sudah hampir roboh, terletak diujung jalan pinggir desa. Berupa bangunan semi permanen yang dipancangkan sekenanya menggunakan bamboo, jerami, dan gedek. Pemiliknya, begitu mendengar ada orang yang datang, menyambut guru dan murid itu dengan hangat.

Dia bahkan mempersilahkan dua orang musafir itu untuk menginap dirumahnya yang sempit dan penuh sesak. Karena ada 8 orang yang tinggal dalam gubuk reyot berisi Ayah, Ibu, empat orang anak, serta kakek nenek didalamnya. Tidak ada harta berharga yang ada dirumah ini. Bahkan mereka tidak memiliki kursi untuk menerima tamu. Semua kegiatan dilakukan secara lesehan beralaskan tikar yang terbuat dari daun pandan.

Sapi

Namun, ketika guru dan murid itu melihat pekarangan belakang rumah, mereka menemukan sebuah fakta unik. Tentang kenyataan bahwa keluarga miskin ini memiliki seekor sapi. Tak ada yang special dengan binatang itu, tetapi kehidupan dan aktivitas harian keluarga tersebut selalu berhubungan dengan sang sapi.

“Jangan lupa cari rumput. Beri sapi itu makan”

“Perah susunya”

“Ikat erat-erat sapinya, kalau sudah malam masukkan ia kekandang. Jangan lupa dikunci”

Bisa dibilang, sapi memainkan peranan penting dalam keluarga tersebut, walaupun susu sapi yang dihasilkan sang sapi tidak banyak dan hampir tidak cukup untuk menghidupi mereka. Sang sapi adalah satu-satunya hal yang mampu menjaga keluarga tersebut dari kemiskinan kronis bin akut. Bahkan sapi itu mampu menaikkan sedikit gengsi mereka diantara keluarga miskin yang lain.

Dirumah yang lebih pantas disebut kandang sapi inilah guru dan murid itu bermalam. Sang murid masih bertanya-tanya dan penasaran tentang pelajaran yang akan ia terima dari gurunya. Continue reading Once Upon a Cow…

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Menjadi Penjahat yang Paling Jahat

Bagaimana cara menentukan seseorang yang baru kita kenal jahat atau tidak? Mungkin Cesare Lombroso punya jawabannya. Pada tahun 1876, kriminolog Italia ini memeriksa jasad seorang perampok terkenal bersama Vivella. Ditambah pengalaman dan intuisi yang dimilikinya, ia lalu berani membuat kesimpulan tentang ciri-ciri penjahat kelas berat.

Pendapat itu ia tulis dalam bukunya yang terbit tahun 1876 berjudul L’uomo Delinquente (Manusia Penjahat). Ia menetapkan ciri-ciri manusia penjahat sebagai berikut: (tolong hubungi polisi jika Anda melihat ciri-ciri orang seperti ini)

Memiliki rahang yang luar biasa besarnya, tulang pipi yang tinggi, ada tonjolan melengkung pada alis, mempunyai garis-garis yang tegas pada telapak tangan, rongga mata yang sangat besar, telinga berbentuk gagang wajan (yang lazim terdapat pada para penjahat, orang primitif, dan kera), tidak memiliki kepekaan terhadap rasa nyeri, penglihatannya sangat tajam, memiliki kegemaran menato tubuh, kemalasannya sungguh berlebihan, memiliki kesukaan terhadap pesta gila-gilaan, dan keinginannya untuk menumpahkan darah sungguh tak tertahankan.

Saya yakin bayangan Anda langsung tertuju pada tubuh king-kong atletis semacam Arnold Suasanaseger gubernur California yang tidak saya tahu ejaan namanya itu. Tapi itu penjahat abad 18, penjahat za-dul (zaman dulu) yang sekarang sudah hampir menjadi stereotype penjahat kampungan kelas terminal. Sungguh berbeda dengan penjahat kelas atas abad 21.

Penjahat zaman millennium sangat jarang berbadan kekar dan mengusai martial art (seni bela diri) yang mematikan. Mereka bahkan sering terlihat sebagai orang tua yang rapuh, Ibu sabar yang penyayang, dan ayah dari keluarga baik-baik.

Jika Anda tidak tahu David Madoff, tentu kenal Gayus Tambunan. Sayangnya dua penjahat ini ibarat bumi dan langit. Satunya dewa system Ponzi yang menipu milyaran dollar, sedangkan yang lain hanyalah pegawai pajak golongan III yang sedang belajar menjadi penabung yang baik.

Saya tidak ingin Anda menjadi penjahat kampungan macam Gayus. Nanggung. Saya ingin berbagi dua resep untuk membuat Anda menjadi penjahat paling jahat didunia. Dua cara yang menjadikan Anda manusia terkejam sehingga setan berpikir untuk pensiun karena mulai meragukan kekejamannya sendiri.

Postulat yang saya sarankan untuk menjadi penjahat terjahat sebenarnya sederhana:

  1. Penjahat yang paling jahat justru tidak terlihat sebagai penjahat.
  2. Penjahat terbaik adalah penjahat yang berbuat baik.

Ketidakprofesionalan Koruptor Indonesia

Kita pakai studi kasus saja. Andaikan Anda baru saja sukses melakukan korupsi 100 milyar. Entah lewat mark up proyek, menerima suap, proyek fiktif, menjual rekomendasi, atau berbagai cara koruptif lainnya. Kita asumsikan juga tidak ada barang bukti yang tersisa. Benar-benar bersih (hanya Anda, penyuap, dan Tuhan yang tahu skandal ini).

Pertama-tama saya akan mengucapkan selamat, karena korupsi adalah extra-ordinary crime yang merusak seluruh struktur social masyarakat. Sayangnya perjuangan Anda menjadi manusia terjahat didunia belum selesai. Masih ada rintangan yang menghadang.

Masalahnya, mayoritas koruptor karbitan yang tertangkap di Indonesia melupakan dua hal:

  1. Mereka tidak belajar pencucian uang (money laundry)
  2. Mereka mengubah gaya hidup dengan drastis

Koruptor kelas kambing telah menganggap misi mereka sukses begitu menerima uang. Ibarat maling, meski sudah mendapat barang colongan, mereka lupa jika harus keluar dengan aman dari rumah korban.

Continue reading Menjadi Penjahat yang Paling Jahat

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Valentinomics dan Komidifikasi Cinta

Hari valentine bukan hanya hari kasih sayang. Ia sudah berkembang menjadi hari penuh uang. Tak percaya?

Data tahun 2008 menunjukkan bahwa valentine membawa berkah bagi penjual coklat, kartu ucapan, dan perhiasan. Ada sekitar 14,4 milyar dollar yang berputar dalam bisnis coklat selama valentine. Ditambah 24 juta tangkai bunga terjual, serta 2,2 milyar dollar penjualan perhiasan. Orang Amerika rata-rata menghabiskan 120 dollar untuk merayakan tanggal 14 Februari. Bisnis yang lumayan kan?

Di Amerika Serikat, valentine sudah menjadi hari lbur dan menjadi hari terpopuler kedua untuk makan malam diluar setelah natal. Menurut Asosiasi Restoran AS, Sebanyak 47% pasangan muda (18-24 tahun) akan merayakan dan menghabiskan rata-rata 62 dollar. Survey yang dilakukan PriceGrabber terhadap 2.458 konsumen online menunjukkan jika mereka akan tetap berbelanja untuk valentine tahun 2011, meski kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih.

Item terpopuler menurut survey tersebut adalah kartu ucapan valentine. Sebanyak 62% wanita mengaku akan membelinya. 42% konsumen wanita sudah menyiapkan anggaran untuk makan malam direstoran, dan 26% mengaku akan membeli permen. Sementara untuk konsumen pria, 55% mengaku akan membeli bunga, dan hanya 18% yang ingin membeli coklat dan permen. Sayangnya survey ini tidak menyebutkan berapa % pria yang berniat membeli kondom… (mulai ngaco dah!).

Memang tidak semua Negara memperbolehkan hari kasih sayang ini. Negara-negara Islam semacam Arab Saudi melarang warganya untuk ikut-ikutan perayaan ini. Karena bagi mereka, hari valentine adalah perayaan tolol dan tidak berguna. Selebrasi yang bisa menjadi kampanye pergaulan bebas dan perzinahan.

Bagi saya, perayaan valentine adalah perayaan yang sangat menguntungkan bagi bisnis dan perekonomian. Karena saya percaya perayaan valentine adalah ungkapan rasa cinta. Cinta akan harta maksudnya hahaha. Ingin bukti?

Komersialisasi Cinta

Kasus Jepang sebagai contoh. Ternyata perayaan valentine baru ada pada 1950-an. Coba siapa yang pertama kali memperkenalkan dan mempopulerkannya? Perusahaan coklat!!! Perusahaan itu bernama Mary Chocolate Co. yang pada tahun 1958 hanya berhasil menjual tiga batang coklat selama satu minggu pertama operasinya. Sekarang? Coklat sudah menjadi symbol cinta bagi kaum muda Jepang. Rata-rata remaja jepang memberikan coklat senilai 300-500 yen (30 sampai 50rb-an) sebagai tanda kasih sayang kepada teman atau orang kesayangannya.

Hasrat mencari keuntungan akhirnya menciptakan euphoria media tentang valentine. Tanggal 14 februari ditetapkan sebagai “hari sakral” yang harus dirayakan dengan berbelanja bunga, coklat, permen, dan hadiah lainnya. Para kapitalis seperti perusahaan perhiasan membayar mahal konsultan pemasaran untuk menciptakan ritual valentine yang dipatuhi dengan khusyuk oleh jutaan orang didunia. Motif dibalik itu sebenarnya sederhana: bisnis. Dan bisnis tidak mengenal logika cinta.

Kaum kapitalis tidak memandang cinta sebagai sebuah perwujudan eksistensial yang ultima bagi kita, manusia. Cinta-lah yang membedakan kita dengan binatang yang penuh nafsu. Cinta yang membuat kita mampu melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan. Cinta juga yang menjadi dasar kemanusiaan dan peradaban. Tapi bagi kaum bisnis, cinta hanyalah ekspresi emosional yang bisa menjadi komoditas untuk dieksploitasi demi kemakmuran kapital.

Ngomong-ngomong, saya juga pernah menjadi oportunis yang memanfaatkan irasionalitas masyarakat merayakan valentine. Waktu SMA bersama teman-teman, kami berjualan bunga (bunga asli dan bukan bunga bukan nama sebenarnya). Memanfaatkan mentalitas teman-teman Ababil (ABG labil) yang menganggap perayaan valentine adalah kewajiban social tidak tertulis yang harus dilakukan. Not bad lah, untung 100% dalam sehari bo! Hohoho.

Komersialisasi cinta ala Valentine tentunya membawa korban bagi orang miskin dan buruk rupa seperti saya. Hahaha, sampai kalo dibuat film judulnya: The Poor and The Beast. (Ih jijik banget deh denger judulnya aja). Tapi sebenarnya, bentuk-bentuk komersialisasi dan materialisasi cinta yang ada hanyalah bentuk lain dari kebutuhan biologis yang terselubung.

Contohnya, mengapa wanita lebih suka dengan pria kaya, yang tentunya bisa memberikan hadiah valentine mahal-mahal?. Ini tak lebih karena secara biologis, betina membutuhkan jantan yang mampu menjaga keberlangsungan keturunannya kelak. Dahulu, kebutuhan akan keamanan ini diwujudkan dengan kekuatan tubuh dan teritori wilayah yang menjamin supply makanan. Saat ini? anda tahu sendiri jawabannya.

Demikian juga dengan pria. Mengapa pria lebih menyukai wanita dengan payudada besar dan pinggul berisi? Sama juga. Jantan membutuhkan betina yang mampu menjaga kelangsungan keturunannya. Payudara besar menandakan adanya supply air susu bagi anaknya kelak. Pinggul yang besar dan berisi menandakan sang wanita akan lebih mudah menjalani proses persalinan dengan aman.

Cinta Sejati

Manusia telah menulis jutaan kata cinta, cerita cinta, dan puisi cinta. Tapi sesungguhnya cinta sepasang kekasih, cinta orang tua kepada anaknya, atau cinta kita kepada sesama hanyalah bentuk lain kebutuhan biologis untuk memperpanjang eksistensi kita sebagai manusia. Cinta sejati hanyalah cinta Tuhan kepada ciptaannya. Cinta tanpa kata dan penuh tindakan nyata. Cinta tanpa pamrih, tak membutuhkan bukti apa-apa. Cinta yang sayangnya takkan mampu kita balas sampai kapan pun juga.

Oleh karena itu, jadilah konsumen yang cerdas. Tak usah terprovokasi media dan film-film romantis di televisi. Mereka menciptakan valentine untuk memperkosa dompet Anda. Tak ada kewajiban merayakan hari kasih sayang. Karena kasih sayang ada, bukan untuk dirayakan, tapi untuk diamalkan, dan disebarkan dalam kehidupan.

Kata mereka yang anti valentine, orang yang merayakan valentine itu: KAMPUNGAN! Tapi kata yang merayakan valentine, orang yang tidak merayakan valentine itu: KASIHAN!.

Terserah Anda memilih yang mana. Pokoknya salam cinta dari saya :p (siap2 muntah darah dah…)

 

1297659397798126983
Negromante (Devianart)

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Menunggu Superman

 

129742675391429342
cover film

Anda masih menganggap Amerika Serikat (AS) memiliki system pendidikan terbaik didunia? Sebaiknya Anda mulai menonton film ini: “Waiting for Superman” (WFS). Rilis sejak 8 Oktober 2010 di Amerika. Ratingnya sampai 7,3 di IMDB. (Silahkan download disini. Koneksi local, resumable, passwordnya: AL@indofiles.org).

Film yang disutradarai oleh Davis Guggenheim ini memang cukup fenomenal. Menerima penghargaan sebagai film documenter terbaik 2010 dari Festival film Sundance. Juga menerima best documentary feature dari Critics Choice Movie Award. Well, nggak perlu heran sih, si om Davis Guggenheim udah berpengalaman buat film documenter seperti An Inconvenient Truth, yang juga tercatat sebagai salah satu film documenter terbaik.

(Seharusnya Ariel Peterpan belajar ke dia untuk membuat film “documenter” yang lebih “bermutu”)

Waiting for Superman menggambarkan perjuangan lima orang anak untuk pergi kebarat dan mengambil kitab suci. Ya, Anda benar. Itu cerita Kera Sakti. Saya Cuma ngetes dan ingin memastikan Anda masih membaca atau langsung scrolling mouse kebawah. Kelima anak itu, Anthony, Francisco, Bianca, Daisy, and Emily adalah anak2 dengan latar belakang sosio kultural berbeda. Mereka sedang berjuang memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

Loh, bukannya di AS pendidikannya terjamin berkualitas ya? Eits, baca yang dibawah dulu bos…

Permasalahan Pendidikan AS

Ternyata pendidikan di AS tidak seindah yang kita bayangkan Continue reading Menunggu Superman

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Feng-Shui-nomics

Ketika jalur kereta api cepat (MRT) pertama kali dibangun di Singapura, seorang rahib memberikan peringatan bahwa feng shui (dibaca fung shway) Singapura bisa rusak. Sang rahib memberikan solusi: semua keluarga harus memasang cermin Pa Kua (benda segi delapan yang sering ada di film2 vampir) dirumah mereka. Bagaimana mungkin warga Singapura yang multi etnis bisa dipaksa memasang Pa Kua?

Begitu kreatifnya pemerintah disana sehingga menciptakan kebijakan ekonomi ala feng shui. Feng-shuinomics. Karena tiba-tiba beredar uang logam pecahan 1 dolar Singapura berbentuk segi delapan seperti Pa Kua!

 

europefengshui.com
europefengshui.com

Cerita belum selesai disini saudara-saudara. Karena Singapura kembali mengalami krisis pada 1985-1986. Penguasa tadi kembali bertanya kepada almarhum rahib. Ternyata koin 1 dolar Singapura belum cukup menyimbolkan Pa Kua. Lalu muncul kebijakan feng-shuinomics baru: label pajak jalan bersegi delapan!

Begitu kuatnya pengaruh feng-shuinomics sehingga ketika sang rahib menyarankan adanya symbol naga pada pojok kanan atas pecahan 50 dolar Singapura, eh pemerintah disana manut-manut aja! Dan munculah uang bergambar jembatan layang menyebrangi sungai Singapura dengan naga dipojok kanan sebagai pelindungnya.

 

12967133031733044364
perhatikan gambar naga dipojok kanan atas

Emang ngaruh ya feng shui sama hokky ekonomi?

Continue reading Feng-Shui-nomics

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail