Monthly Archives: May 2011

Takmir Masjid dan Kupu-Kupu Buku yang Mengubah Hidupku

Kawan, jangan pernah meremehkan setiap kebaikan yang engkau lakukan. Sekecil apapun kebaikan itu. Karena melakukan kebaikan bagaikan menanam bunga. Dimulai dari bibit kecil, lalu tumbuh menjadi tunas yang mungil. Kebaikan membutuhkan pupuk keikhlasan untuk menghasilkan kuncup. Ia juga harus diberi air kesabaran agar akar-akarnya bisa tumbuh semakin kuat, batangnya semakin kokoh, dan kelopaknya mulai lahir.

Kupu-kupu Cupu
Kupu-kupu Cupu

Bibit kebaikan akan bermekaran menjadi bunga kebaikan. Mengundang makhluk-makhluk baik untuk mendekat. Kupu-kupu akan datang. Hinggap dikelopak tanpa merusak. Bercanda dengan putik dan benang sari. Bertanya basa-basi, “Bagaimana kabarmu hari ini?”.

Si Kupu lalu memasukkan antena dikepala guna menghisap nektar sambil tersenyum lalu berkata, “Baik-baik ya kecil” dan tak lupa memberi kecup untuk si kuncup.

Kupu-kupu yang baik. Membawa sari bunga yang baik. Sekaligus membantu penyerbukan sang bunga yang baik tadi. Bunga yang ikhlas dan tidak pernah berpikir, “Apa yang akan kau berikan padaku kupu-kupu?”.

Itulah yang alam ajarkan. Itulah yang Tuhan tuliskan. Kebaikan dengan keikhlasan akan menghasilkan kebaikan dengan keindahan. Dalam tujuh kali lipatan.

Dan kau takkan pernah tahu efek lanjutan dari kebaikan yang telah kau lakukan, Kawan. Seperti yang saya alami 11 tahun yang lalu.

Continue reading Takmir Masjid dan Kupu-Kupu Buku yang Mengubah Hidupku

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Kepemimpinan “T”

Selain kagum pada diri sendiri, saya selalu kagum kepada perekrut “pengantin” bom bunuh diri dan aktivis gerakan radikal (tapi saya nggak kagum kepada Kagum Gumelar ketua komite normalisasi PSSI :P). Bukan karena mereka akan masuk surga (entah surga kw berapa), atau karena kemahiran mereka membuat bom dan menebar teror. Karena kalau berbicara membuat bom, pemerintah kita lebih jago menciptakan bom “3kg” dan membuat rakyatnya menderita.

Yang membuat saya ingin belajar kepada “teroris” adalah konsep kepemimpinan yang mereka tawarkan. Sebuah model leadership yang mampu mengubah orang biasa menjadi kader yang militant dan very committed, highly spirited serta fully motivated. Sorry, lagi belajar ngangkat TOEFL. Haha.

Head hunter (atau mungkin bagian Human Resource Department) teroris ini mengembangkan sebuah model kepemimpinan yang saya sebut kepemimpinan model “T”. sebuah konsep yang bisa kita tiru dan modifikasi untuk berbagai bidang kehidupan sehari-hari. Mulai dari memimpin perusahaan sampai diri kita sendiri.

Apa itu kepemimpinan model “T”?

T = Transcendental

Continue reading Kepemimpinan “T”

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tacit

Apa rahasia Negara maju, perusahaan besar, dan universitas kelas dunia? Bukan gedung tinggi, bukan fasilitas riset mewah, dan bukan juga infrastruktur fisik lainnya. Mereka bisa berkembang berkat kemampuan mengelola sebuah intangible asset bernama tacit. Sebuah asset tak ternilai yang membedakan bangsa hebat dan bangsa kelas teri.

Kita sedang berbicara tentang knowledge management. Usaha mengelola pengetahuan yang ada dilevel individu, organisasi dan masyarakat. Karena knowledge inilah yang menjadi kunci sukses berkuasanya peradaban-peradaban dunia. Mulai dari Yunani, Romawi, Islam, China, India, Mesopotamia, hingga dunia barat seperti saat ini. Pengetahuanlah yang melahirkan sumbu-sumbu peradaban dan menerangi dunia dengan cahaya kemanusiaan.

Menurut Polanyi (1962), pengetahuan terdiri dari tacit dan explicit knowledge. Apa itu tacit? Tacit berasal dari kata latin tacitus yang berarti diamlah (be silent). Secara sederhana tacit berarti pengetahuan personal yang dimiliki seseorang. Gabungan antara knowledge, experience, insight, dan wisdom pribadi. Tapi masalahnya, tacit hanya ada dikepala dan hidup didunia ide imajinasi individu.

Lantas, bagaimana mengelolanya? Bagaimana cara “mengeluarkan” tacit seseorang? Continue reading Tacit

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail