Monthly Archives: August 2011

Pulang

pointer.co.idIbrahim bin Adham adalah seorang pangeran dari kerajaan Balkh yang terletak di Khurasan. Pada suatu siang, ia memimpin pertemuan dengan menteri-menterinya di balairung istana yang megah. Tiba-tiba masuk seorang lelaki berwajah buruk rupa kedalam ruang pertemuan tersebut. Wajahnya sangat menakutkan sehingga menteri maupun pengawalnya tidak berani memandang.

Dengan tenang, lelaki itu melangkah ke depan singgasana raja.

“Apakah yang kau inginkan?” tanya Ibrahim.

“Aku baru saja sampai di tempat persinggahan ini” jawab lelaki itu.

“Ini bukan sebuah persinggahan para kafilah. Ini adalah istanaku. Engkau sudah gila!” sanggah Ibrahim.

“Siapa pemilik istana ini sebelum engkau?” tanya sang lelaki.

“Ayahku!” jawab Ibrahim.

“Dan sebelum ayahmu?”

“Kakekku!”

“Sebelum kakekmu?”

“Ayah dari kakekku!”

“Dan sebelum dia?”

“Kakek dari kakekku”

“Kemanakah mereka sekarang?’ tanya si lelaki.

“Mereka telah tiada, mereka telah meninggal dunia!” jawab Ibrahim dengan nada geram.

“Jika demikian, bukankah ini sebuah persinggahan yang dimasuki oleh seseorang dan ditinggalkan oleh yang lainnya?”

Setelah berkata demikian, laki-laki itu menghilang. Meninggalkan Ibrahim yang bergetar ketakutan. Ada yang bilang jika lelaki itu Khidir, sosok misterius yang pernah menjadi guru Musa. Yang jelas, seperti dongeng sufistik lainnya, selalu lahir keajaiban. Ada Continue reading Pulang

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Ramadhanomics

Ramadhan yang datang tidak hanya membawa berkah spiritual, ia juga membawa berkah ekonomi. Ramadhan dapat disebut sebagai stimulus ekonomi pemberian Tuhan. Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan saya berani berkata demikian. Dua hal yang selalu dirindukan saat bulan mulia ini tiba. Dua hal yang unik, khas, dan tak ada di bulan-bulan lainnya. Dua hal yang… (please deh om… Dua anak cukup!). Oke-oke.. Dua hal itu adalah: peningkatan konsumsi dan mudik ke kampung halaman.

Paradox Konsumsi

Kita mulai bahas stimulus ramadhan yang pertama: konsumsi. Entah mengapa, ajaran islam yang membatasi konsumsi di siang hari dibalas dengan indah di malam hari. Terjadi peningkatan konsumsi, baik bahan pangan hingga berbagai kebutuhan rumah tangga.

Silahkan perhatikan data inflasi yang disajikan BPS. Hari raya idul fitri 1427 H yang jatuh pada 24 Oktober 2006  membawa kenaikan inflasi sebesar 0,86%. Lalu idul fitri 1428 H yang bertepatan pada tanggal 13 Oktober 2007, terjadi inflasi  0,79%. Selanjutnya berturut-turut idul fitri 1429 H pada 1 Oktober 2008 membawa 0,97%, Idul fitri 1430 H pada 21 September 2009 memberikan dampak 1,05%, dan terakhir ramadhan edisi 1431 H mengerek harga mencapai 0,76%.

Apa kesimpulannya? Tingkat inflasi selalu diatas 0,7%, dan ini berarti Anda akan menjadi kaya jika berdagang pada bulan ramadhan dibandingkan bulan lainnya. Industry retail mencatat kenaikan omset hingga 300%. Data-data yang ada pasti belum mencatat peranan ekonomi informal yang dihasilkan ramadhan lewat penjual takjil-takjil atau kue lebaran dadakan.

Islam benar-benar membawa rahmat kan? Eit tunggu dulu Continue reading Ramadhanomics

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail