Monthly Archives: September 2011

Gratis

Beberapa waktu lalu saat sedang hot-spotan di perpustakaan, saya didatangi seorang bocah anak SMP. Bukan mau minta sumbangan, ngajak tawuran, atau meminta pertanggungjawaban karena telah menghamili dia (the bocah is a boy >.<). Tapi dia sedang berusaha menjual anti virus!.

Setelah introduksi basa-basi, ia menginterupsi dan membuat saya terpaksa menutup situs yang enggak-enggak. Dia memaksa saya menyeluncur ke blognya. Nama bocah laknat ini Novan. Dan dia menawarkan sebuah anti virus premium. Sambil berpromosi, bahwa untuk mendapatkannya tidak murah. Tapi buat saya dia kasih harga khusus.

Berapa emang bos?

“Terserah masnya mau ngasih berapa”.

Walah, rupanya ni bocah belum tau siapa saya. Masa pembajak sawah ditawari software bajakan. Saya sudah tahu bahwa untuk mendapatkan account premium itu cukup mudah. Sudah ada crack-nya dan bisa diunduh secara gratis di forum-forum. Maklum, sekitar 100 Gigabyte software, games, music, dan film di laptop saya 100% hasil jadi kebo di sawah dunia maya. Belum mampu beli yang asli kakak…

Tapi saya salut dengan bocah ini. Baru kelas 2 SMP tapi sudah berani melakukan personal selling. Saya aja baru berani jual diri pas SMA, itu aja ga laku-laku. Novan berani menjual barang bajakan yang sebenarnya gratisan lagi!!! Bagi orang yang ga ngerti, mungkin tawaran Novan terdengar menggiurkan. Murah, harganya bisa suka-suka. Tapi justru itu, harga murah tidak menjamin barang itu laku.

Loh koq bisa? Bukannya murah itu meriah? Belum tentu Continue reading Gratis

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Socius

www.yaffafittzone.com
www.yaffafittzone.com

Ada dua kejadian di tahun 2009 yang membekas di hati saya.

Pertama, saya pernah menangis ketika hendak membeli buku. Serius. Waktu itu saya ingin membeli Marketing in Crisis karya Rhenald Kasali, penulis favorit saya, di sebuah toko buku di Surabaya. Harga di barcode pas cepek. 100 rb rupiah. Saya merogoh dompet, dan pas ada 100rb rupiah. Uang sisa-sisa lebaran pemberian kakak. Hanya itu saja harta saya yang ada.

Jika saya beli buku ini, maka ada ancaman saya pulang jalan kaki 30 km ke Sidoarjo. Karena jarum bensin motor sudah menunjukkan titik nadir. Darimana dapat uang? Minta transfer orang rumah? Repot. Pinjem orang ga ada yang kenal. Gadai KTP? Malu-maluin. Mau jual diri? Dolly masih jauh bung. Hahaha.

Jika tidak jadi membeli, rugi saya jauh2 datang dengan niat membeli buku. Harusnya Eko Prasetyo menulis buku: “Orang Miskin Dilarang Beli Buku”. Tapi inilah kenyataan bisnis bos! Ada uang ada barang. Karena bingung, saya putuskan “bertanya” kepada Tuhan. Saya sholat dulu. kalo lagi bokek aja, inget sholat. Hehe.

Dalam doa, saya mengadu kepada Tuhan Continue reading Socius

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tolstoy Farm

“If you can dream it, you can do it” [Walt Disney]

Tolstoy FarmHambatan terbesar manusia untuk mewujudkan mimpi adalah ketidakjelasan mimpi itu sendiri. Banyak dari kita menginginkan sesuatu yang kita sendiri tidak tahu. Contohnya banyak dari kita ingin sukses, sejahtera, dan menjadi manusia berguna. Tapi seperti apa konkretnya? Apa indikatornya? Seperti apa visualisasinya? Jika kita tidak bisa membayangkan, kita akan semakin sulit merealisasikan.

Memilih

Mewujudkan mimpi sebenarnya sebuah seni pemilihan keputusan. Karena hidup adalah pilihan. Tugas kita memilih hasil akhirnya, lalu merancang scenario pencapaiannya, bersabar menjalankannya, berkorban untuk mewujudkannya, dan menerima kenyataan ada kekuatan di atas sana yang lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Cukup jalani dan syukuri.

Masalahnya, kita terkadang bingung tentang apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup. Contohnya Continue reading Tolstoy Farm

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail