Monthly Archives: December 2011

Impact

Actually I want to donate this book for you guys, but suddenly, one person already made an offer for the book. So I already send it to Yogyakarta a few days ago. Never mind, let’s talk about content from this book.

This book was written by Ken McArthur, internet marketing specialist. Published at 2008, but I just bought it a few weeks in November. The idea is simple: How to change the world. That’s why the title is Impact: How to Get Noticed, Motivate Millions, And Make A Difference in a Noisy World.

So if you really want to change the world, just remember one golden rule:

Every single tiny action creating impact to the world!!!

And to get a huge impact you have to ask yourself, what is your real motivation? Is it for money, fame, humankind, god, or something?

After that, you have to choose the field you want to be impacted. We can’t be Superman in every field. Life is short, we need specialize in certain skill area of expertise. Just choose one and be master of it.

Already found your specialization? Great!!!.

Now set your goal.

Identify your action to achieve it.

Measure the result.

Put yourself in the back or get your act in order

Then…

Repeat the success formula.

It seems so easy to change the world..

In real world we have constraint in our resources. We have limited skill, time, money, or scarcity of ideas. That’s the real challenge for change agent. How big your perseverance? Do you keep fight till the end? Do you spread your idea correctly?..

How to spread idea effectively and efficiently?

Continue reading Impact

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Lomba Nulis Berhadiah Jutaan Rupiah

Hey!!! Ada lomba “gila” nih untuk kamu semua. Lombanya ini diadakan dalam rangka HUT Ekonom Gila yang pertama (hurrayyy!… ternyata dah setahun!.. 31 Desember tepat setahun :D).

Ekonom Gila menantang teman-teman untuk membuat sebuah tulisan dengan tema umum:

“Cara Gila Membangun Ekonomi Indonesia.”

Ketentuan-ketentuannya sebagai berikut:

1. Follow twitter, blog Ekonom Gila, facebook fan page Ekonom Gila dan join di facebook group Ekonom Gila.

2. Tulisan harus orisinil (kalau plagiat, ke pulau tidung aja sana!!!! 😛 ngapain ke pulau tidung? Merenungi kesalahan terus nyebur dari jembatan cinta. :P)

3. Tulisan boleh mengangkat topik apapun, asalkan mengacu ke tema utama. Misalnya kalian mau mengangkat tulisan bertopik tentang korupsi, kemiskinan, perencanaan, perbankan, marketing, dan lain sebagainya boleh kok (yang penting tetep mengacu ke tema umum ya).

4. Peserta lomba adalah per-orangan (tidak menerima tulisan kolaborasi dua orang atau lebih).

5. Panjang tulisan berkisar antara 500-1000 kata.

6. Publikasikan tulisan kamu di Document Grup Facebook Ekonom Gila atau langsung kirim ke: ekonom.gila@gmail.com dengan subject: Nama-EG First Year, serta profil di bagian bawah tulisan. Tulisan yang telah masuk, akan kami publish di blog Ekonom Gila selambat-lambatnya 24jam setelah tulisan masuk ke email ekonom gila.

7. Link tulisan yang sudah dipublish di blog Ekonom Gila, kemudian akan di-share di Twitter Ekonom Gila dan Fan Pages facebook Ekonom Gila. Para peserta diwajibkan (wajib ‘ain apa wajib kifayah?) mengajak teman-temannya untuk me-retweet dan komentar pada link tulisan mereka (twitter maupun facebook).

8. Tulisan dengan komentar terbanyak punya kesempatan besar untuk menang.

9. Pengiriman tulisan ke email maupun grup facebook Ekonom Gila, sudah bisa dimulai sejak 29 Desember 2011 sampai tanggal 6 Januari 2012 pukul 18.00 WIB. Sedangkan vote yang dihitung adalah vote sejak tulisan diposting di blog Ekonom Gila. Jadi, link yang dishare dan dinilai adalah link tulisan peserta yang telah diposting di blog Ekonom Gila.

10. Hanya akan ada 1 pemenang yang akan diumumkan pada 10 Januari 2012. Tulisan yang menang adalah tulisan hasil favorit juri dan memiliki komentar terbanyak.

Terus, kalau dah menang gimana?
Tenang.. Ekonom Gila dan nyiapin sedikit hadiah untuk teman-teman. Cukup buat jajan semangkuk bakso 😀

Peserta yang menang akan mendapatkan:
– Uang tunai senilai Rp 600.000,-
– Paket buku dari Indie Book Corner dan Penerbit Shofia dengan total senilai Rp 600.000,-
Tulisannya akan ikut dibukukan dalam buku Ekonom Gila yang direncanakan terbit tahun 2012.

Sedangkan untuk tulisan yang lain, 3 tulisan terfavorit akan diikutsertakan dalam buku Ekonom Gila.

Lomba ini disponsori oleh:
IndieBook Corner
Penerbit Shofia

Masih bingung? Kontak Dyah (085696621202)

http://ekonomgila.blogspot.com/p/first-year-ekonom-gila.html

(Sorry, I went on vocation last week, so I haven’t finished my regular article 🙂

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tiga Pelajaran Untuk Demonstran

Semoga tenang disanaDunia berubah sejak 17 Desember tahun lalu. Dipicu seorang tukang buah yang lama menganggur dan masih berhutang $200. Pemuda itu lalu memutuskan membeli gerobak dan berjualan di kaki lima. Tapi nasibnya sedang sial, siang itu polisi Tunisia melakukan razia di kota Sidi Bouzid, 256 kilometer dari Tunis.

Gerobaknya disita. Sang pemuda, Mohammad Bouazizi yang dipanggil Basboosa, memberontak. Dia mengadu ke balai kota dan tidak mendapat tanggapan apa-apa. Akhirnya, ia membeli dua kaleng bensin, lalu membakar dirinya sendiri di depan kantor gubernur. Setelah tiga minggu, pemuda 29 tahun ini menghembuskan nafas terakhir.

“Aku pergi, Ibu. Maafkan, aku tidak patuh. Aku pergi dan tidak akan kembali,” katanya dalam dinding akun Facebook-nya.

Kematian seorang tukang buah yang memicu kemarahan rakyat. Ribuan pelayat berdatangan. Berteriak lantang. “Kami akan membalaskan dendam Anda, Mohammad!” Pemakaman berujung rusuh. Tragedy yang menjadi tipping point. Penyebar wabah ketidakpuasan pemerintah. Rakyat yang sudah muak, lapar, tertekan, dan butuh kehidupan yang lebih baik memberontak. Kematian Bouazizi seakan-akan menjadi martir perjuangan. Ia berubah menjadi sekam api pemberontakan.

“Saudaraku telah menjadi simbol perlawanan di dunia Arab,” ujar kakaknya, Salem Bouazizi.

Hasilnya, Presiden Tunisia Zine el-Abidine Ben Ali harus turun dan mencari suaka ke Arab Saudi. Tragedy pembakaran diri yang “membakar” Timur Tengah. Memaksa penguasa-penguasa dunia Arab, untuk turun dan melarikan diri.

Replikasi Setengah Jadi

Hampir setahun kemudian, 7 Desember 2011, aktivis KontraS, Sondang  Hutagalung, melakukan aksi yang serupa. Ia membakar dirinya depan Istana Negara. Akhirnya mahasiswa 22 tahun ini meninggal tiga hari kemudian. Tapi tidak seperti Bouazizi, hampir tidak ada yang “terbakar”. Rakyat masih merasa biasa-biasa saja. Koruptor masih tertawa-tawa. Politikus masih sibuk berdebat. Mafia hukum masih terus tawar menawar di pasar pengadilan.

“Kobar api Sondang menyebar, tapi tidak mampu membakar hati dan menyambar kaki sahabatnya, kawan-kawan kampusnya, dosennya, rekan-rekannya sesama aktivis KontraS, tokoh agama, akademisi dan para aktivis yang gemar berbicara kemanusiaan dan keadilan,” kata Adian Napitupulu, mantan aktivisi 98.

Kematiannya tidak membakar apa-apa. Tidak terjadi tipping point. Tidak ada penyebaran wabah seperti Bouazizi. Sondang sepertinya harus rela hanya akan menjadi penghias halaman pertama surat kabar, liputan televisi, topic seminar, menjadi pergunjingan pro kontra di forum dunia maya, atau topic obrolan warung kopi di masyarakat. Setidaknya ia mencatatkan sejarah sebagai orang pertama yang melakukan aksi bakar diri di bumi Indonesia selama melakukan demonstrasi.

Tapi apa yang sebenarnya ia cari? Jika Sondang ingin menyampaikan kritik kepada pemerintah, mengapa tidak ada aksi lanjutan? Mengapa tidak ada masyarakat yang ikut “terbakar”?

Continue reading Tiga Pelajaran Untuk Demonstran

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Ramalan

osovo.com

Diantara teman sesama management trainee di kantor saya, ada yang punya “kekuatan khusus”. Dia bisa membaca garis tangan seseorang. Dan sejauh ini, boleh dikata 95% benar. Dia bisa menggali hal-hal tersembunyi dalam kehidupan pribadi. Anak2 yang sudah menjadi “pasiennya” juga mengakui. Bahkan hingga rahasia hidup yang paling dalam.

Nama panggilannya Aga. Tapi bukan berarti dia pria panggilan. Lulus summa cum laude dari teknik kimia ITB. Sama-sama fresh graduate juga. Ikutan Young Leader Indonesia-nya McKinsey. Sekarang lagi punya “hobby” jualan polis asuransi “always listening-always understanding” ke semua orang.

Anaknya so stylish. Setiap hari bajunya ganti (lha iya lah, masa dipake terus). Maksud saya, meski dengan baju yang sama, selalu ada kombinasi aksesoris dan setelan yang berbeda. Anda tidak akan menemukan dia menggunakan gaya yang sama seperti hari kemarin. Saking kreatifnya, dia pernah menggunakan ikat pinggang sebagai dasi. Atau dasi dipakai seperti syal. Ampun dah.

Tampangnya mirip Indra Herlambang. Jika Anda bingung urusan fashion, obrolan entertainment, cara dapetin branded item, atau segala hal tentang dunia sosialita, just ask his opinion. Dan sekarang kami sekelas pada mengantri untuk mendapat giliran dibaca garis tangannya.

“Gw ga ngerti, pokoknya waktu aku liat garis tangan tiba-tiba ada gambaran gitu.”

Kata si Aga waktu saya bertanya bagaimana cara dia meramal. Sejauh ini, semua “pasien” Aga mengaku jika ramalannya jitu.

“Stop, don’t say that part!”

Jerit Silvi ketika Aga ingin mengungkapkan sisi “bitchy” kehidupannya. Silvi juga jadi ga bisa tidur gara2 Aga bilang hidupnya bakal depresi di umur 40. Teman lain, Mbak Henny, yang hari Senin ini harus ujian tesis demi gelar MBA, juga kaget begitu Aga tahu jika dia punya masalah dengan sahabat karibnya. Pokoknya, he knows your insight lah.

Bagaimana dengan saya?

Karena teman-teman pada takut rahasia-nya kebongkar, banyak yang keder untuk diramal. Tapi saya malah penasaran. Akhirnya saya mencoba ramalan Aga Continue reading Ramalan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail