Monthly Archives: February 2012

[Curhat] Tulisan Untuk Tuhan

Sudah dua minggu saya tidak menulis catatan.

Alasan? Ada beberapa pastinya. Tentu pekerjaan paling mudah untuk dikambinghitamkan (aslinya males2an :p). Dua Minggu lalu saya harus menyelesaikan 120 slide presentasi final untuk program management trainee. Dan kebetulan, saya menjadi project leader.

Minggu lalu? Ada rekor travelling yang saya buat. Melakukan perjalanan 1000 km dalam satu hari. Pagi hari saya  ada acara di Yogyakarta, dan saat sore hari harus sudah kembali ke Jakarta. Tapi ternyata lebih capek kalau ngantor seperti biasanya deh hehehe. Toh Cuma 1 jam perjalanan. Dan Yogya masih bebas macet tentunya.

Minggu-minggu kedepan akan lebih berat. Entah karena alasan apa, Tuhan memberi saya ujian untuk menghandle dua brand “legendaris”. Dengan budget yang lumayan besar. Brand yang sudah ada sejak saya kecil dulu. Brand sejuta umat yang pasti dikenal seluruh orang di Indonesia. (Kalau saya sebutkan, situ pasti pernah make produk ini koq :p)

Sebenarnya saya ingin sekali menulis tentang pekerjaan. Ilmu-ilmu baru yang saya pelajari. Strategi yang sedang dikembangkan. Tantangan yang diberikan. Hambatan-hambatan. Dan sedikit cerita dibalik layar pembangunan sebuah brand. Pasti akan sangat menarik untuk menerima feedback ide-ide segar dari pembaca. Selain memperkaya bahasan tentang marketing tentunya. Tapi sayangnya prinsip confidential membuat saya harus tutup mulut.

Never write anything related to your project!.

Tujuan

Tapi alasan ketidakmampuan saya menulis 2 minggu ini pasti lebih dari itu. Apakah saya terkena writer block? Padahal write block sebenarnya tidak pernah ada. Jika kita terus bertanya, membaca, melihat sekitar kita, mendengar isu yang ada, dan terus menggali fakta dan cerita.

Menurut saya pribadi, kenapa saya mengalami kesulitan menulis adalah Continue reading [Curhat] Tulisan Untuk Tuhan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Perdagangan dan Pencerahan

Pencerahan dapat lahir darimana saja dan kapan saja. Termasuk pasar. Tempat berkumpulnya setan. Pencerahan dapat lahir dari perdagangan. Ketika seseorang mampu mendapat pelajaran dari transaksi jual beli yang terjadi. Menemukan benang merah keindahan kemanusiaan dari perputaran uang dan barang.

Contohnya Muhammad. Nabi kaum muslim yang semasa muda menjadi pedagang ulung. Sejak remaja ia sudah berdagang hingga ke negeri syam. Dan lewat perdagangan ia belajar mengembangkan karakter. Ia belajar berkata dan berlaku jujur. Memelihara janji dan integritas. Menjaga dan mengembangkan asset. Juga menyampaikan dan melaksanakan amanah.

Konsep-konsep sidiq, tabligh, amanah, dan fatonah takkan bisa didapat Muhammad jika ia tidak berdagang. Jika ia tidak berbisnis dan menjadi pengusaha yang sukses, mungkin ia tidak akan mendapatkan gelar “Al-amin”. Yang terpercaya.

Muhammad belajar jika modal terbesar seorang pemimpin bukanlah kemampuan berbicara. Bukan janji program kerja. Juga bukan pembagian harta. Modal terbesar seorang pemimpin sama dengan modal terbesar seorang pengusaha Continue reading Perdagangan dan Pencerahan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail