Monthly Archives: March 2012

Solusi Gila Untuk Kemacetan Jakarta

sumber: Kompas.com

Jika Anda sedang berjalan-jalan di Jakarta, saat ini pasti Anda akan sangat mudah menemukan poster calon pemimpin Jakarta.

Dan lucunya “jualan” mereka rata-rata hampir sama. Gaya foto mereka sama-sama tersenyum cengengesan sok cool, sama-sama ingin membawa perubahan menuju Jakarta yang lebih baik, dan sama-sama menjanjikan solusi untuk tiga dosa utama ibukota Jakarta: macet, banjir, dan permasalahan social.

Untungnya saya bukan orang Jakarta (untungnya juga saya bukan orang utan). Tinggal disini juga baru sekitar 3 bulan setelah lulus kuliah. Jadi saya kurang peduli dengan kondisi politik kota ini. Tapi saya ingin mencermati solusi yang ditawarkan para calon pemimpin Jakarta. Tentang cara mengatasi kemacetan.

Macet

Tiada hari tanpa macet di Jakarta. Apalagi saat jam berangkat dan pulang kerja. Tampaknya hanya saat libur saja Jakarta bebas macet: libur hari raya, dan saat libur hari kiamat. Hari biasa? Mana mungkin… apalagi sedang musim demo seperti sekarang.

Terkadang saya lebih memilih jalan kaki untuk menghadiri meeting dengan client daripada naik roda empat yang menghabiskan waktu 30 menit perjalanan hanya untuk menempuh jarak 2 km. itung-itung pelangsingan gratisan juga sih. Yang penting nggak jalan ditempat.

Mau naik busway? Pasti lama ngantri dan jalurnya sering diserobot pengendara lain. Belum lagi risiko terkena pelecehan seksual (atut kakak…) karena dempet-dempetannya minta ampun. Kita bisa mendapatkan pelajaran empati bagaimana rasanya menjadi ikan sarden. Naik ojek? Mending bawa motor sendiri lah. Karena ongkos ojek lebih mahal daripada taxi. Naik kereta? Kurang fleksible kalau tujuannya dalam kota.

Naik kopaja? Kudu banyak dzikir. Naik bajaj? Uda dilarang masuk tengah kota. Naik becak? Ntar dirazia satpol PP. Naik haji? Kelamaan ngantri. Pokoknya, naik apapun, ujung-ujungnya naik pitam. Macet dan crowded.

Lalu datanglah para “messiah” calon pemimpin DKI yang membawa solusi mengatasi kemacetan. Karena ini bukan tulisan promosi salah satu calon, pokoknya rata-rata ingin melakukan perbaikan transportasi umum agar pengendara kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum.

Tapi seperti kata Andre Taulany Stinky, “Mungkinkahhh?”

Intangible Benefit

Logikanya sederhana. Manusia dianggap rasional. Semakin baik transportasi umum (murah, cepat, aman dan nyaman), maka seseorang pengendara kendaraan pribadi akan melakukan cost benefit analysis dan pada akhirnya memutuskan memarkir kendaraan pribadinya di garasi rumah untuk beralih menggunakan transportasi umum.

Tapi sayangnya manusia tidak rasional Continue reading Solusi Gila Untuk Kemacetan Jakarta

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Alibi

Benjamin Franklin, pernah menulis surat kepada Jean-Baptiste Le Roy pada 1789,

“In this world nothing can be said to be certain, except death and taxes.”

Di dunia ini tidak ada yang pasti kecuali kematian dan pajak. Tapi sayangnya BF (Benjamin Franklin, bukan BF film kesukaan situ :P) tinggal di Amerika, bukan di Indonesia. Karena sejak penemuan teori relativitas fisika Einstein, praktik perpajakan di Indonesia menganut asas relativitas. Kalau kata iklan rokok: “Wani Piro?”.

Maka terbitlah “rising star” terduga kasus pajak. Habis Gayus, terbitlah DW, lalu muncul Ajib Hamdani. Ketiga nama tersebut adalah “lakon” oknum terduga mafia pajak yang menghiasi halaman depan media nasional. Mereka diduga memiliki rekening gendut milyaran rupiah. Jumlah yang fantastis untuk ukuran seorang PNS golongan III yang baru berusia 30-an tahun.

Bedanya, Gayus sudah jadi penghuni hotel prodeo (meski masih bisa liburan ke Bali). DW masih diperiksa oleh KPK. Sedangkah Ajib, membantah habis-habisan berita yang ada di media. Ia melakukan klarifikasi lewat blog-nya. Disana dijelaskan soal harta perolehan, metode, sampai tips dan trik bisnis yang telah ia lakukan.

Alasan

Saya sudah pernah menulis tentang tips menjadi koruptor sukses, dan juga cara-cara melakukan money laundry dengan sukses. Sekedar review, kelemahan koruptor di Indonesia ada dua:

Continue reading Alibi

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

[Buku Gratis] Dia Dimana-mana

Saya membeli buku ini 2 minggu lalu. Dan seperti karya Quraish Shihab lainnya, buku ini penuh keteduhan dan pujian tentang Tuhan. Bedanya, kali ini Quraish Shihab berbicara tentang Tuhan dan sains dengan bahasa yang populer. Enak untuk dibaca.

Quraish Shihab berusaha berbicara tentang Tuhan dengan cara ilmiah. Ia membedah fenomena alam, membicarakan jagat raya, menulis tentang semesta. Tapi dibeberapa tulisan, saya merasa ia kelewat “klasik”, mengutip kitab terbitan abad 14 Masehi untuk menjelaskan fenomena alam masa kini. Sebuah kekurangan, sekaligus kelebihan, karena kita bisa mengetahui pengetahuan manusia tempoe doeloe.

Gaya bahasanya ringan dan menyejukkan. Dan karena tulisan ini bukan resensi buku, seperti biasa, tulis alamat yang berminat. Hanya komentator teratas yang akan menerima buku yang sudah naik cetak belasan kali ini.

Overall, layak dibaca bagi para pencari Tuhan 🙂

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail