Monthly Archives: August 2012

[Buku Gratis] 65 -Sold Out

65 by Gitanyali

Mohon maaf lahir batin ya semua 🙂

Sorry 2 minggu ini belum sempet updet blog karena ke sok-sibukan pribadi (untuk nulis posting ini aja nyuri2 waktu after hour di kantor :D)

Daripada bingung, mending bagi2 buku. Novel 65 karya Gitanyali. Bercerita tentang pengalaman sang tokoh sebagai anak tokoh PKI.

Karena lagi males cerita, udah malam, dan kepingin pulang, mending langsung ninggal alamat aja bagi yang berminat ya hehehe.

Thanks, and again, minal aidzin wal faidzin (ga tau bener apa nggak nih penulisannya?).

(Udah sold out ke salah satu kawan ya :D)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Togog

Togog

Dalam cerita pewayangan, selalu ada dikotomi. Hitam melawan putih. Kanan melawan kiri. Baik dan buruk. Termasuk urusan tokoh. Ada Pandawa, ada Kurawa. Pandawa memiliki penasihat bernama Semar, sedangkan Kurawa mempunyai Togog.

Togog pada dasarnya seorang dewa. Ia lahir lebih dulu dari semar. Ia lahir dari telur Sang Hyang Tunggal. Kulitnya menjadi Togog, putih telurnya adalah Semar, dan kuningnya berupa Batara Guru. Suatu ketika, mereka berdebat tentang siapa yang pantas menggantikan Sang Hyang Wenang, penguasa para dewa.

Akhirnya diadakan kontes, mereka yang dapat memakan gunung dan memuntahkannya kembali akan menjadi pemenang. Togog yang mendapat giliran pertama langsung mencoba. Ia langsung mencaplok gunung itu. Malangnya, ia gagal. Ilmunya masih kurang. Hasilnya bibir Togog robek. Sejak itu Togog digambarkan sebagai sosok bermulut dower, bermata juling, hidung pesek, tak bergigi dan berkepala botak.

Togog hanyalah symbol, tentang nafsu angkara murka. Pelajaran bagi manusia yang ingin menguasai semuanya, pada akhirnya tak akan mendapatkan apa-apa. Dan manusia modern lebih sakti daripada Togog. Zaman sekarang, bukan hanya gunung yang dimakan. Hutan, laut, sampai isi perut bumi terus disikat.

Togog abad 21 lahir dalam model hyper konsumsi. Mengkonsumsi semuanya. Menikmati segalanya. Menguasai semua yang ada. Lihatlah problem masyarakat modern: terus merasa kekurangan. Mobil kurang mewah, rumah kurang luas, gadget kurang canggih, fashion kurang modis, tabungan kurang banyak.

Tanah

Memang takkan penuh mulut manusia sebelum ia ditutupi tanah. Dalam cerita pendek Leo Tolstoy, Seberapa Luas Tanah yang Diperlukan Seseorang? Tersebutlah seorang petani bernama Pakhom. Awalnya ia hidup miskin, dan berkat usahanya, ia bisa mendapatkan tanah yang lebih luas.

Tapi bisikan nafsu terus mengganggu. Ia tergoda untuk memiliki tanah yang lebih luas lagi. Akhirnya ia datang ke sebuah daerah dan dia mendatangi orang-orang Bashkir untuk membeli tanah yang ia anggap masih tergolong murah. Pakhom diterima oleh Starshina (kepala suku), dan melakukan pembelian dengan transaksi yang berbeda dari jual beli tanah pada lazimnya.

Continue reading Togog

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tips Membeli TIket Kapal

Mudik telah tiba!!! Mudik telah tiba!!! Hore! Hore! Hore!

Ritual mudik lebaran 2012 sudah didepan mata. Sudah siapkah perjalanan mudik Anda? Mungkin bagi yang naik kendaraan pribadi tidak ada masalah. Siapin aja kesabaran ekstra menghadapi macet. Yang pake angkutan umum? Udah dapet belom tiket? Fakta menunjukkan jika rata-rata tiket pesawat dan kereta udah sold out.

Tapi tenang, masi ada odong-odong, becak, dan delman yang bisa dipake (sarana transportasi umum juga kan?). Statistik juga menunjukkan tingkat kecelakaan kendaraan bermotor saat mudik lebih tinggi dari tingkat kecelakaan odong-odong dan becak. Belum pernah kan baca berita kecelakaan di jalur pantura yang melibatkan odong-odong??? Berarti mode transportasi ini cukup aman.

Cukup ngaco-nya. Tahun ini saya pingin nyoba naik transporasi nenek moyang kita. Moda angkutan yang membuat bangsa kita disegani di dunia. Sampai ada lagunya: Nenek moyangku.. seorang pelaut… Apalagi kalau bukan, ya benar sekali sodara-sodara: Kapal Laut!

Kenapa kapal laut? Ada beberapa alasan. Pertama, saya ga kuat caffeine, jadi agak repot klo pake Kapal Api. Kedua, saya rajin menjaga kebersihan kaki, sehingga ga mungkin Kapalan. Ketiga, karena ternyata eh ternyata, Kapal Terbang itu disebut pesawat!!! (waktu kecil saya selalu bilang jika pesawat itu kapal terbang) hehehe.

Sebenarnya alasan utama adalah mencari variasi. Naek bus udah sering dan pasti langsing di jalan (kelamaan kena macet). Kereta udah keabisan. Pesawat? H-7 sebelum puasa saya udah pulang pake burung besi ini. Selain itu, di tanggal dan di harga yang saya inginkan uda sold out (ngomong aja ga punya duit!). Jadinya deh, pilihan jatuh ke kapal. Selain karena saya cinta laut, selama perjalanan di kapal kita bisa tidur-tiduran sepuasnya dan jalan-jalan muteri kapal. Mau berenang juga gampang, tinggal nyemplung dibawah. Hehehe.

Lantas, seperti inti tulisan ini, bagaimana sih cara mendapatkan tiket kapal?

Continue reading Tips Membeli TIket Kapal

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail