Monthly Archives: October 2012

Tiga Pemuda Batu

Sumpah pemuda pasti ngomongin pemuda. Ga mungkin kan ngomongin kakek tua. Kami, pemuda Indonesia berbangsa satu, berbahasa satu, dan beristri satu bla bla bla gitu deh.. pasti bosen kan klo saia nulis begituan? Karena itu saya Cuma mau sharing cerita rakyat Himalaya tentang Para Pangeran Berubah Menjadi Batu. Cerita ini saya cuplik dari Si Gajah dan Sekumpulan Semut karya Eurice de Souza. Buku berisi kumpulan cerita rakyat India. Cekidot bro:

ronosaurusrex.com

Pada suatu masa, hiduplah seorang raja yang memiliki tiga orang putra. Sang raja sering meminta ketiga putranya berkuda mengelilingi kerajaan untuk mengetahui keadaan rakyatnya.

Suatu hari, ketika putra sulung tengah berkuda melewati sebuah hutan, ia melihat empat ekor kuda yang gagah sedang merumput di pinggir sebuah kolam. Seorang pertapa mengawasi kuda-kuda itu selagi mereka merumput.

“Tuan”, kata pangeran seraya berjalan mendekati pertapa itu, “Mereka adalah kuda-kuda tercantik yang pernah saya lihat. Bolehkah aku menunggangi salah satu kuda ini sebentar saja?”

“Tentu saja boleh”, jawab sang pertapa. “Pilih satu kuda yang paling kau sukai dan silakan tunggangi sepanjang hari ini. Tetapi, kau harus kembali sebelum sore, dan ceritakan petualanganmu kepadaku serta apa artinya. Jika tidak, aku akan mengubahmu menjadi pilar batu”.

Sang pangeran merasa sangat senang. Ia menaiki seekor kuda dan pergi menungganginya. Selagi berkuda, pangeran melewati sepetak kecil kebun sayur mayor yang dipagari dengan papan kayu yang panjang dan tajam sehingga tidak bisa dimasuki oleh siapa pun. Ketika ia berhenti untuk melihat-lihat tempat itu, betapa terkejutnya sang pangeran melihat papan kayunya berubah menjadi sabit yang kemudian bergerak memangkas sayur mayor didalam kebun.

Bingung dan ketakutan, pangeran berkuda pulang secepat mungkin untuk kembali ke pinggir kolam, dan ia pun menceritakan kepada pertapa apa yang telah ia lihat.

“Apa arti kejadian itu?” tanya pertapa.

“Aku tidak tahu” jawab pangeran. “Kupikir justru Tuanlah yang akan menjelaskan artinya padaku”

“Tidak tahu!” seru pertapa. “Bagaimana mungkin kau bisa memimpin sebuah kerajaan jika kau tidak bisa memahami bahkan untuk hal-hal yang paling sederhana? Kau akan berubah menjadi batu karena kebodohanmu”.

Segera setelah kutukan itu diucapkan oleh pertapa, pangeran berubah menjadi sebuah pilar batu.

Keesokan harinya, pangeran kedua berkuda menuju untuk mencari kakaknya, dan ia pun bertemu dengan pertapa di pinggir kolam beserta keempat kuda yang sedang merumput. Sama seperti kakaknya, pangeran kedua juga bertanya kepada pertapa apakah ia boleh menunggangi salah satu kuda itu, dan sang pertama pun menyebutkan syarat yang sama.

“Aku sudah beribu-ribu kali berkuda melewati daerah ini” kata pangeran. “Dan, aku tidak pernah melihat sesuatu yang aneh”.

“Kita lihat saja nanti” balas pertapa, dan pangeran kedua pun berkuda ketempat yang jauh.

Beberapa jam kemudian, ia kembali.

“jadi bagaimana?” tanya pertapa. “Apakah kau melihat sesuatu yang aneh?”

“Oh, iya” jawab pangeran. “Aku bertemu dengan seorang Continue reading Tiga Pemuda Batu

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Orang Miskin Naik Haji

Ilustrasi (Republika.co.id)

Haji itu ibadah yang diwajibkan bagi yang mau, bukan yang mampu. Karena pada dasarnya kita semua mampu, jika kita mau.

Mari berandai-andai. Anggap saja kita adalah masyarakat golongan miskin berpenghasilan pas-pasan dengan gaji UMR. Dengan penghasilan 1 juta, mampukah kita mengumpulkan uang 30 juta? Mampukah kita menunaikan rukun Islam kelima ini? Dengan biaya hidup yang terus mencekik, mampukah kita mengatasi harga-harga yang terus naik?

Secara teoritis ekonomis: bisa! Karena Tuhan itu Maha Kaya, yang kita butuhkan hanyalah perencanaan keuangan sederhana, dan keikhlasan komitmen untuk menjalaninya. Saya akan membagi tips financial road map sederhana, bukan lewat kejaiban sedekah yang diajarkan ustadz sebelah hehehe.

Financial Plan

Tapi sebelumnya, kita harus tahu Continue reading Orang Miskin Naik Haji

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Doa McArthur

Suatu malam, ketika bertugas di Filipina pada perang dunia II, jenderal McArthur menunggui putranya, Arthur, sampai si kecil tertidur. Lama ia memandangi putranya tidur dalam damai. Lalu dia mengambil pena, dan dibawah sinar lilin menulis sebuah doa[1]:

“Build me a son, O Lord, who will be strong enough to know when he is weak, and brave enough to face himself when he is afraid; onewho will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.

Build me a son whose wishes will not take the place of deeds; a son who will know Thee- and that to know himself is the foundation stone of knowledge.

Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort, but under the stress and spur of difficulties and challenge. Here let him learn to stand up in the storm; here let him learn compassion for those who fail.

Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high; a son who will master himself before he seeks to master other men; one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor, so that he may always be serious, yet never take himself too seriously.

Give him humility, so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, and the weakness of true strength.

Then I, his father, will dare to whisper, “I have not lived in vain”.

 


[1] Doa ini sengaja saya unggah karena dua kerabat saya kehilangan buah hati mereka. Saat masa lebaran, almarhum Gavin keponakan saya harus pergi dalam usia satu bulan. Dan bulan lalu, teman baik saya selama kuliah harus kehilangan Ajji, calon pemimpin masa depan yang hanya bisa melihat dunia di dalam kandungan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Bedah Iklan Pemilukada Jakarta

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=kkxZTotQExQ]

Dibalik perhelatan Pemilukada DKI 2012 putaran kedua yang telah usai, ada pelajaran “propaganda media” yang menarik untuk diperhatikan. Untuk kepentingan analisis, mari kita menggunakan data Nielsen untuk melakukan perbandingan media support.

Kita mulai dengan melihat kekuatan kedua kubu di televisi. Mainstream media masyarakat Indonesia. Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, dengan iklan yang bercorak religius, memiliki support level yang cukup tinggi, mencapai 249 GRP (gross rating point). Nilai ini adalah akumulasi rating iklan televisi. Nilai satu rating point menunjukkan jika 1% pemirsa, telah menyaksikan iklan ini. Sekedar catatan, pengiklan “membeli” GRP ke pihak stasiun televisi. Semakin tinggi GRP, semakin besar biaya iklannya.

Dengan gross rating 249 point hanya dalam waktu tiga hari (14 hingga 16 September 2012), maka nilai ini cukup besar. Pemilihan channel-nya pun merata. Total pasangan Foke-Nara memasang di 7 channel swasta nasional. Paling banyak di Trans7 (31%), diikuti oleh Trans (20%), dan ANTV (14%). Ada 97 spot iklan mereka selama tiga hari kampanye. Dengan jangkauan reach mencapai 44%. Artinya, 44% pemirsa di Indonesia, pernah melihat iklan mereka.

“Prabowo Effect?”

Berbeda dengan Foke-Nara, kampanye iklan Jokowi-Ahok hanya memiliki Continue reading Bedah Iklan Pemilukada Jakarta

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail