Ka’bah Dekat Rumah (1): Pulang

“Eh gimana umrohnya?”

“Banyak ditolong orang ya?”

“Katanya barang-barang pada hilang?”

“Beneran tidur di WC masjid?”

“Mana foto-fotonya?”

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini terus ditanyakan teman-teman saya ketika mereka tahu saya sudah kembali. Menempuh perjalanan ribuan kilometer dari tanah suci. Oh ya, bagi yang belum tahu, saya baru saja melaksanakan umroh backpacker pada tanggal 3-11 February 2014 lalu. Tulisan ini dimaksudkan untuk berbagi cerita, banyak cara indah menuju ka’bah.

Awalnya saya tidak ingin bilang siapa-siapa. Cukup keluarga dan temen kantor yang saya tinggalkan saja yang perlu tahu jika saya kesana. Tetapi gara-gara butuh doa karena masalah visa, saya harus meminta bantuan dari teman-teman di dunia maya.

Selebihnya, banyak kawan yang penasaran. Pergi umroh koq backpakeran. Saya tidak menggunakan jasa travel agent. Ga pake hotel. Cuma habis dana ga sampai 10 juta. Lha wong proses umrohnya aja boleh dibilang “nggak sengaja”. Koq bisa? Ya itulah kekuasaan Tuhan. Sabar ya nanti saya ceritakan hehehe (minta doanya yah agar bisa konsisten menulis ditengah ke-sok-sibukan).

Bagi saya perjalanan umroh adalah perjalanan “pulang”. Saya disadarkan tentang titik nol. Saya diingatkan soal makna kehidupan. Apa yang kita cari? Kemana kita akan kembali? Pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat Tuhan dan kemanusiaan yang terus saya tanyakan, sedikit mendapat jawaban.

Perjalanan umroh kemarin begitu kaya akan pelajaran dan peringatan. Melebihi pengalaman saya selama solo traveling melintasi Indonesia ataupun Asia. Mulai dari ditolong orang, tidur di WC masjid Nabawi, kehilangan seluruh barang di Masjidil Haram, berdoa di Multazam, sholat di hijr ismail, hingga ditipu taksi gelap di Jeddah. Benar-benar banyak hikmah yang saya dapatkan. Baik masalah duniawi, maupun urusan ukhrawi.

Disana saya akhirnya sadar:

Ada yang lebih berharga daripada harta.

Ada yang lebih berkuasa daripada tahta.

Ada yang lebih memesona daripada wanita.

Ada yang lebih penting daripada dunia dan isinya.

Apakah itu?

Saudaraku yang tercinta, silahkan datang ke rumah-Nya dan insya Allah Anda akan menemukan jawaban-Nya.

(bersambung)

Perbekalan perjalanan. Foto diambil di bandara Soetta
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *