Monthly Archives: March 2015

Begalnomics: Kenapa Begal Tetap Ada Meski Sering Dihakimi Warga

Berita tentang kasus pembegalan di daerah Pasar Minggu membuat saya kaget. Perasaan baru seminggu yang lalu kawan seprofesinya di Tangerang harus menjadi steak medium well done karena dijadikan bahan eksperimen resep “Begal Bakar Tangerang” oleh warga yang menangkapnya.

Pertanyaan begonya: apakah mereka tidak takut mengalami nasib yang sama? Apakah tidak ada “begal warning” dari APEM – PANAS (Asosiasi Pembegal – Penadah Nasional) bagi para anggotanya? Apakah tidak ada efek jera bagi calon pembegal di seluruh dunia?

Jawabannya tentu seperti menjawab pertanyaan kenapa kejahatan masih tetap eksis kaya artis, padahal penegakan hukum terus berjalan dinamis. Penjara selalu terisi penuh. Neraka juga katanya bersedia menampung para manusia yang jahat. Tapi namanya juga manusia, selama ada kesempatan di tengah kesempitan, ya milh kesempatan. Coba adanya kesempatan atau dana umum, pasti milih dana umum. (Aduh koq malah ngomongin monopoli)

Demikian juga dengan pembegal. Saya yakin mereka tahu risiko diamuk warga dan dipaksa melapor ke malaikat izrail sang pencabut nyawa. Kasus begal dijadikan menu “begal guling” oleh warga sudah terjadi sejak lama. Tapi toh, beberapa bulan kedepan, saya yakin kasus pembegalan masih akan terjadi.

Secara ekonomi, setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan pembegal akan terus berkeliaran di muka bumi. Dua faktor sederhana:

  1. Low barrier to entry – modal enteng
  2. High ROI (return on investment) – hasil mentereng

Begal: Profesi yang Menjanjikan

Secara ekonomis matematis, menjadi seorang begal adalah profesi yang menguntungkan.

Jika Anda ingin jadi seorang politisi koruptor, maka modal yang Anda butuhkan tidak sedikit: pendidikan tinggi, modal capital untuk mendapatkan kekuasaan (termasuk bagi2 serangan fajar ke konstituen), dan modal sosial kepada calon partai pengusung Anda. Total bisa ratusan juta dan milyaran.

Bandingkan modal sebagai seorang begal. Cukup modal nekat, tampang sangar, fisik yang prima buat berantem, motor kenceng buat kabur, dan senjata tajam seadanya. Untuk sekali beroperasi sebagai begal, hanya dibutuhkan Continue reading Begalnomics: Kenapa Begal Tetap Ada Meski Sering Dihakimi Warga

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail