Monthly Archives: May 2015

Sedikit Catatan Tentang Money vs Meaning

Senin kemarin banyak teman yang mem-forward tulisan Rhenald Kasali soal Money dan Meaning. Hidup itu cari uang atau makna? Dengan penuh contoh nyata, penulis favorit saya ini menunjukkan jika orang-orang hebat bekerja bukan untuk money, tapi untuk meaning. Mereka tidak mencari harta. Tapi melakukan sesuatu yang meaningful, bermakna.

Rhenald mengutip pesan Co-Founder Apple, Guy Kawasaki kepada kaum muda:

“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab, kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’, maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”

Tapi apakah benar seperti itu?

Apakah dengan melakukan sesuatu yang bermakna, kita akan mendapatkan semuanya?

Segitiga Landak

Saya kurang sependapat dengan Rhenald. Karena tidak selamanya hal yang meaningful, ternyata bisa menjadi sesuatu yang resourceful. Karena meaning Continue reading Sedikit Catatan Tentang Money vs Meaning

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Hati-hati Investasi ke Teman Sendiri

http://assets.kompasiana.com/statics/files/1421714340464192718.jpg

Seorang teman kuliah yang kini menjadi bankir mengeluh: uang yang diinvestasikan lebih dari 80 juta terancam hilang. Dicuri tuyul? Sayangnya tuyulnya punya dua kaki dan berjalan-jalan di muka bumi. Uangnya belum balik karena dibawa lari partner usaha yang ia pinjamkan.

Koq bisa?

Jadi ceritanya, dia memiliki teman yang dipercaya sejak kuliah. Sebut saja Bunga, bukan nama sebenarnya. Bunga adalah laki-laki. Mereka sudah mengenal sejak masuk kampus. Teman saya, sebut saja Melati (yang juga seorang lelaki), menjalani suka duka organisasi kampus bersama Bunga.

Mulai dari makan bareng, jalan-jalan bareng, naik gunung bareng, semoga aja ga bikin bendungan kaya bareng-bareng. Oh kalo itu berang-berang ding. Ya pokoknya mereka sudah sehati dan sejiwa. Bagaikan bat dan man. Jika tidak bersama ga bisa jadi batman dan melindungi kota Gotham.

Sampai akhirnya Melati lulus lebih dulu. Sedangkan Bunga masih harus memperdalam ilmu di dunia perkulian. Melati kemudian diterima di salah satu bank BUMN dan berkantor di kawasan Sudirman.

Suatu hari, Bunga menawarkan ide kerjasama Continue reading Hati-hati Investasi ke Teman Sendiri

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Kenapa harus Yoga-ps.com?

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Tak terasa sudah 5 tahun saya menulis blog. Bermula dari ikut-ikutan teman, yang memanas-manasin karena saya ga punya rumah di dunia maya, dan juga karena passion untuk menulis. Akhirnya saya daftar di wordpress, belajar mengelola blog gratisan. Sempet pingin langsung beli domain sendiri, tapi takutnya ga keurus dan buang-buang duit (lagipula waktu itu saya juga ga punya duit :p).

Tulisan pertama saya adalah komentar tentang insiden “bangsa*” Ruhut Sitompul saat sidang di DPR. Waktu itu saya menulis disaat sela menjadi peternak. Setelah mengambil telur dan memberi pakan, saya punya waktu kosong sekitar 3 jam sebelum memberi pakan saat siang. Saat senggang inilah yang saya gunakan untuk membaca dan menulis. Kebetulan status saya juga masih mahasiswa yang lari dari skripsi. Hihihi.

Sejak tulisan pertama yang di respons oleh teman-teman, saya jadi suka menulis. Menulis itu ternyata menyenangkan! Dan penulis itu orang keren! Bisa menyebarkan ide, mempengaruhi pemikiran orang lain. Jika Anda ingin menjadi ahli propaganda, maka Anda wajib bisa menulis dengan baik.

Sejak belajar menulis saya jadi belajar berpikir sistematis. Tentang ide yang ternyata memiliki struktur premis, hipotesis,  anti-tesis, dan sintesis. Karena tulisan yang baik membutuhkan ide yang baik. Sedangkan ide yang baik itu seperti masakan enak. Kita harus tahu bahan-bahannya, cara mengolahnya, dan bagaimana penyajiannya.

Sejak belajar menulis juga saya jadi punya banyak teman. Mulai dari teman dunia maya, dunia nyata, hingga teman hidup (istri saya pembaca setia tulisan saya :D). Eits jangan salah, blog saya yang dulu juga menghasilkan beberapa penggemar rahasia yang tak bisa saya sebutkan namanya (maaf ya girls!).

Yoga-ps.com

Tak terasa 5 tahun berjalan. Sudah lebih dari seratus tulisan yang saya publikasikan. Tapi koq ngerasa gini-gini aja ya? Nulis buku belum, jadi orang terkenal juga enggak, tapi kalo jadi orang ganteng jelas iya donk! Akhirnya saya coba iseng-iseng membeli domain dan menyewa hosting sendiri. Tujuannya simple koq:

a. Belajar dunia digital. Karena sekarang adalah era internet marketing

b. Agar lebih professional dalam menulis. Biar semangat dan nggak ogah-ogahan update post. Kalau masih gratisan kan ngerasa ga ada ruginya kalo ga nulis. Sejak keluar uang maka semua pengeluaran harus dioptimalkan hehehe

c. Monetizing (pada akhirnya). Saya bermimpi ada jutaan orang yang berkunjung kesini, yang pada akhirnya bisa untuk pasang iklan kecil-kecilan.

Selamat datang di rumah baru, semoga Anda lebih betah berada di sini.

Semoga di rumah baru ini, semakin banyak pengetahuan yang bisa kita bagi.

Semoga di rumah baru ini, semakin banyak kebaikan yang akan terjadi.

paperpkblog.com
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail