Cara Cepat Membaca Buku

Sejak melangsungkan ritual reproduksi yang dibalut aturan sosial kelembagaan bernama pernikahan, saya sudah sangat jarang membagi-bagi buku. Padahal aturan saya tetap sama: pengetahuan itu berasal dari Tuhan dan wajib dibagikan demi kepentingan kemanusiaan.

Nah, masalahnya Pipi Kentang suka menyuruh saya nahan buku yang akan dibagikan. Alasannya klasik tapi ga asyik: dia belum baca. Padahal buku sudah memenuhi rak. Di rumah biasanya ada 4-5 judul baru setiap bulan dan kami tetap tidak tertarik untuk membeli TV.

Oke, saya sengaja menulis tips membaca cepat agar si Pipi Kentang tidak terlalu lama menahan buku yang belum dibaca. Tips ini murni berdasarkan pengalaman pribadi tanpa teori sana-sini, dan juga khusus untuk non fiksi. Agak susah jika diterapkan ke prosa dan puisi.

  1. Baca apa yang Anda suka

Aturan pertama dan utama: Jangan pernah membaca karena dipaksa! Membaca karena terpaksa seperti sebuah pemerkosaan intelektual: sakit dan menimbulkan trauma! Pokoknya sakitnya tuh disini! (sambil nunjuk kepala dan bukan selangkangan).

Salah satu alasan rendahnya minat baca kita adalah karena sejak masa sekolah dipaksa untuk membaca buku pelajaran yang berat dan membosankan. Akibatnya banyak dari kita yang beranggapan jika membaca itu belajar. Padahal membaca itu sebenarnya rekreasi dan sebuah hiburan.

  1. Pilih buku yang bermutu

Anda tau GIGOLO? Bukan yang sama tante-tante. GIGOLO itu singkatan Garbage In Garbage Out = Low Optimization. Tidak semua buku itu baik. Ada yang sehat, dan ada yang sampah. Hemat waktu Anda dengan hanya mengkonsumsi buku-buku baik. Apa tanda buku baik? Temanya menarik, enak dibaca, ditulis dengan runtut, mudah dimengerti, juga tidak berisi kebohongan dan kebencian.

  1. Jangan baca semuanya

Iya itu kunci membaca cepat. Kata pengantar ga usah dibaca. Cukup cover, backcover, daftar isi, lalu boleh ke pendahuluan. Coba cerna apa ide besar yang ingin disampaikan penulis. Buka halaman yang menarik perhatian Anda. Tidak perlu urut. Langsung ke belakang juga boleh. Baca yang paling membuat penasaran.

  1. Apa yang ingin dikatakan penulis? Lupakan data dan angka

Buka halaman dengan cepat untuk setiap bab. Cari apa yang ingin disampaikan penulis. Biasanya ditulis awal atau akhir bab. Di tengah bab biasanya hanya data atau teori pendukung. Anda boleh membaca jika tertarik. Jika tidak, yang penting Anda tahu apa gagasan yang ditulis.

  1. Bisa karena biasa

Semakin lama Anda membaca, maka kecepatan bacaan akan semakin bertambah. Ukurannya word per minutes. Rata-rata dari kita memiliki kecepatan 300-400 wpm. Seiring waktu, bisa meningkat menjadi 700-800 kata per menit. Jika dalam satu halaman ada 600 kata, maka buku setebal 250 halaman akan tandas dalam waktu 5 jam saja.

Sebenarnya ada beberapa teknik untuk meningkatkan kecepatan membaca. Seperti crunching, meta guiding, associating, dan sebagainya. Tapi bagi saya terlalu ribet. Udah lah, baca saja dengan cara yang paling nyaman. Lama kelamaan akan tambah cepat juga.

Untuk buku sastra dan puisi, saya tidak menyarankan speed reading. Karena puisi itu seperti es krim, lebih enak dinikmati dengan tenang, perlahan, dan penuh perhatian. Untaian kata mutiara akan menjadi tidak bermakna jika dibaca tergesa-gesa.

Demikian sedikit tips dari saya, Ada yang punya tips lain?

Btw, ada Norwegian Wood-nya Haruki Murakami yang siap saya bagikan. Silahkan tinggalkan alamat di komentar.

92e97b1a251e79d6fa44fe0b064fcfb4

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *