Self-serving bias : Kenapa kita suka memuji diri sendiri

#45 Self-serving bias : Kenapa kita suka memuji diri sendiri

Dalam Al Qur’an, ada cerita tentang Qarun, orang terkaya dunia pada masanya. Untuk membawa kunci gudang hartanya saja, dibutuhkan bantuan orang-orang kekar macam The Rock atau John Cena. Ya maklum zaman dulu duit belum bisa ditransfer dan belum ada investasi surat berharga.

Koq bisa sih si Qarun jadi kaya bingits? Kata dia sih:

“Sesungguhnya aku diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”.

Ada dua hal yang menarik dari perkataan Qarun tentang asal muasal hartanya.

Pertama, Qarun sudah tahu jika pengetahuan adalah sumber kekayaan. Padahal ungkapan “knowledge is power” baru dicetuskan Francis Bacon pada abad 16, dan istilah knowledge economy baru dipopulerkan oleh Peter Drucker pada abad 20.

Kedua, pernyataan Qarun adalah contoh nyata dari self-serving bias. Suatu kecenderungan untuk melebihkan peran diri sendiri untuk kesuksesan, dan menyalahkan orang lain serta factor eksternal untuk  kegagalan. Karena kenyataannya, harta milik Qarun adalah pemberian Tuhan.

Mahasiswa yang terkena self-serving bias akan menganggap dirinya brilian saat mendapat A, dan mengutuk ketidakbecusan dosen pengajar saat mendapat C. Direktur yang men-highlight kontribusi kerja kerasnya saat perusahaan untung dan menyalahkan kondisi ekonomi makro saat rugi juga merupakan contoh self-serving bias.

Pendukung Pilkada yang terkena self-serving bias akan memuji setiap keberhasilan sebagai hasil kerja junjungannya, dan akan membawa teori konspirasi-iluminati-Ameriki-Wahyudi untuk setiap kegagalan yang terjadi.

Self-serving bias terjadi karena dua hal: egoisme sebagai makhluk individu yang mampu membuat keputusan sendiri, dan hal itu memang menyenangkan! Apa yang lebih nikmat dari memuji diri sendiri dan menyalahkan orang lain? Meski kebiasaan menyalahkan pihak lain terbukti tidak akan membawa perubahan positif pada diri sendiri.

Menyalahkan TIongkok tidak akan membuat industry kita lebih maju. Menyalahkan Thailand tidak akan meningkatkan produksi beras. Menyalahkan Amerika tidak akan membuat kita mampu memproduksi teknologi yang lebih canggih.

Bahaya dari self-serving bias adalah kesombongan. Dan Tuhan punya hukuman bagi si sombong. Richard Fuld, mantan CEO Lehman Brothers yang menjuluki dirinya ‘Master of Universe’, hanya bisa menyalahkan pemerintah karena tidak memberikan bantuan. Perusahaannya harus lenyap ditelan krisis keuangan.

Hampir seperti bumi menelan seluruh harta milik Qarun. Konon dari situlah muncul istilah harta karun.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *