#53 Decision fatigue: Kenapa rapat marathon sangat tidak produktif

Misalnya Anda adalah seorang founder startup dan sedang mencari investor. Anda sudah menghubungi beberapa venture capital. Akhirnya pada suatu hari, ada balasan dari salah satu VC. Mereka memberikan waktu1 jam untuk mempresentasikan proposal bisnis.

Masalahnya, ada 3 pilihan jam presentasi: jam 8 pagi, jam 12 siang, dan jam 4 sore. Kira-kira mana waktu yang terbaik?

Sebaiknya Anda memilih pagi. Pilihan jam menjadi krusial karena berpengaruh pada proses pengambilan keputusan. Karena ada decision fatigue. Orang yang lelah, akan menghasilkan keputusan yang tidak optimum.

Penelitian dari Danziger et al (2010) menunjukkan hal itu. Menggunakan 1.112 keputusan juri di Israel, mereka menemukan korelasi antara jam sidang dan kemungkinan banding diterima. Anda bisa membacanya dalam jurnal “Extraneous factors in Judicial Review”.

Misalnya dalam sehari ada persidangan pengajuan banding untuk 4 kasus:

  1. Orang Arab Yahudi yang dihukum karena penipuan (jam 8.50 pagi)
  2. Orang Israel yang dihukum karena penyerangan (jam 1.27 siang)
  3. Orang Arab Yahudi yang dihukum karena penyerangan (jam 3.10 sore)
  4. Orang Israel yang dihukum karena penipuan (jam 4.35 sore)

Ternyata hakim lebih menerima pengajuan banding saat sidang dilakukan di pagi hari (hingga 65%). Kenapa? Karena mereka masih fresh. Mampu menganalisa dengan jernih, dan berani mengambil keputusan. Semakin lama, decision fatigue mulai menyerang. Juri akan mengambil langkah aman dengan menolak keputusan banding.

Sekarang Anda bisa mengerti kenapa hakim menerima tuntutan jaksa di sidang kopi maut Jessica kan? Sidang yang melelahkan dan berlangsung hingga malam terbukti sangat bisa menghasilkan keputusan bias (tentu hakim punya pertimbangan sendiri untuk vonisnya, yang jelas sidang dalam waktu panjang rentan menghasilkan decision fatigue).

Karena itu juga sidang marathon yang dilakukan anggota Dewan menjadi sangat tidak produktif. Ada banyak Undang-Undang yang harus direvisi oleh MK (menurut data 2012, lebih dari 29% UU harus di judicial review).

Bagaimana menguranginya? Siapkan camilan penambah gula darah, dan sering-seringlah beristirahat. Mulailah di pagi hari, tentukan agenda yang ingin dicapai, dan bagilah dalam beberapa sesi. Semakin efisien sebuah rapat, semakin cepat keputusan diambil, dan semakin kecil risiko terkena decision fatigue.

Decide less – decide better.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *