Untuk Anakku yang Bukan Anakku

Yoda sayang,

Delapan bulan lagi, Insya Allah kau akan lahir ke dunia. Bagaimana kabarmu di alam sana? Semoga kasih sayang Ibumu bisa menghangatkanmu di dalam rahim. Dalam bahasa Arab, Rahim berarti pengasih. Karena kasih dan sayang adalah dua kekuatan terbesar yang dimiliki umat manusia. Karena itu juga kita diajarkan menyebut nama Tuhan yang Maha Pengasih.

Kabar kehidupanmu sempat mengagetkanku. Antara senang dan khawatir. Senang karena berarti saya ternyata tidak mandul. Hahaha. Khawatir, karena takut jika tidak bisa menjadi Bapak yang baik. Eh jangan salah, jadi orang tua itu susah! Harus bisa menjadi role model dan juga fasilitator tumbuh kembang sang anak.

Hubungan darah orang tua-anak adalah sebuah hubungan yang bersifat stokastik. Sebuah kejadian acak yang menjadi rahasia pencipta. Kamu tidak bisa memilih orang tua. Saya tidak bisa memilih anak. Kita terima dan jalani saja scenario yang ada. Pasti ada rahasia dari jalan kehidupan yang telah digariskan.

Karena itulah, saat kamu lahir nanti, saya akan berusaha menjadi fasilitator yang baik. Membesarkanmu, melindungimu, dan mengajarimu. Untuk point terakhirlah saya akan mulai memulai menulis surat-surat ini untukmu.

Karena saya merasa, sangat jarang seorang Bapak yang menuliskan pelajaran hidup kepada anaknya. Dulu waktu SMA saya pernah membaca “Surat seorang usahawan kepada anaknya”. Isinya berisi pengetahuan bisnis yang disarikan dari pengalaman sang Bapak agar sang anak bisa menjadi manusia yang lebih baik.

Ketika kamu dewasa nanti, zaman pasti berubah. Mungkin sudah booming nano technology, atau manusia sudah bisa membangun koloni di Mars. Tapi ada yang tak pernah berubah: nilai-nilai kebaikan. Kejujuran akan tetap dicari, kerja keras akan tetap dihargai, cinta kasih akan terus dijunjung tinggi, dan iman akan terus diperjuangkan hingga mati.

Yoda calon anakku,

Saya percaya, anak itu amanah, titipan dari Tuhan untuk kelangsungan kemanusiaan. Karena itu juga, kamu itu sebenarnya bukan anakku. Kamu adalah anak zamanmu. Ada tujuan besar yang sedang diamanahkan Tuhan kepadamu.

Pesanku: temukan jalanmu. Dengarkan hati kecilmu. Jangan hidup dalam sudut pandang orang lain yang mendiktemu. Tuhan akan mengirimkan tanda untuk membimbingmu dan menyelesaikan tugas muliamu.

Alhamdulilah positif
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *