#59 Information bias: Terlalu banyak informasi belum tentu baik

Kemarin saya meeting dengan salah satu media yang sedang berkembang menjadi research agency. Ia menawarkan analisa terhadap data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dilakukan BPS. Ternyata, Susenas adalah tambang emas untuk menggali informasi prilaku ekonomi masyarakat.

Dalam Susenas ada data kependudukan, demografi keluarga, pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, pendapatan, pola konsumsi, dan seabrek data lainnya. Nah masalahnya, bagaimana cara memanfaatkan data Susenas ini?

Karena memiliki terlalu banyak informasi terkadang menghasilkan information bias. Jutaan data perilaku konsumsi masyarakat takkan berarti apa-apa jika tidak mampu memilah mana yang penting dan mana yang harus dibuang.

Kita harus mampu mengolah informasi menjadi data insight, dan pada akhirnya menjadi keputusan. Seorang analis yang baik harus mampu memisahkan data penting dan information noise (informasi yang tidak relevan dalam proses analisa).

Information bias bisa menghasilkan information paralysis, ketidakmampuan mengambil tindakan karena terlalu banyaknya informasi yang masuk. Ini seperti belajar menjelang ujian sekolah. Jika besok adalah ujian bahasa Inggris, dan Anda malah belajar sejarah. Maka usaha Anda untuk menghafal isi perjanjian Linggarjati menjadi agak mubadzir.

Intinya bukan pada banyak-sedikitnya informasi yang kita ketahui. Tapi relevansi tidaknya informasi yang kita ketahui untuk pengambilan keputusan. Sebagai bonus, bisakah Anda menjawab pertanyaan ini (coba pisahkan mana informasi yang relevan dan tidak):

Fredy, Cindy, dan Sandy masing-masing memiliki 2 ekor hewan peliharaan. Fredy menyukai Cindy, dan Sandy sebenarnya menaruh hati pada Fredy. Salah satu dari mereka tidak memelihara anjing. Mereka bertemu dalam kelompok penyayang binatang. Cindy satu-satunya yang memelihara kucing Persia. Dibeli saat pameran kucing di tengah kota.

Rumah Fredy dan Cindy hanya berjarak 200 m. Sedangkan rumah Sandy ke Fredy berjarak 2 km. Sandy memelihara anjing kintamani. Hadiah dari Fredy saat berlibur ke Bali. Mereka bertiga sering hangout bersama ke kebun binatang. Fredy dan Cindy juga masing-masing memelihara kelinci. Fredy punya kelinci New Zealand White sedangkan Cindy memelihara kelinci Satin.

Nah pertanyaannya, siapakah yang memelihara kura-kura?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *