Old school paradox: Kenapa teknologi lama akan bertahan semakin lama

#69

Akan seperti apa dunia 50 tahun kedepan?

Anda mungkin membayangkan dunia yang semain digitalize dan canggih sehingga pemilu dilakukan secara online. Mungkin industry robotic akan semakin terjangkau dan semua mobil disupiri oleh robot. Mungkin juga nano biologi sudah berkembang sehingga kultur jaringan akan memperpanjang usia harapan hidup hingga 100 tahun.

Pada pertengahan abad 20 sudah banyak science fiction yang memimpikan jika pada akhir millennium (2000-an) kita sudah menaiki mobil terbang, memakan makanan dari pil instant, hingga berwisata di bulan. Kenyataannya, kita belum melakukannya dan masih banyak teknologi dari masa lalu yang kita gunakan sampai saat ini.

Kertas yang kita gunakan ditemukan di Tiongkok pada abad ke 2. Kita duduk dikursi yang merupakan penemuan bangsa mesir kuno pada abad 26 SM. Sendok dan garpu yang kita pakai adalah hasil penemuan bangsa Romawi pada abad ke 4. Kita masih berhitung menggunakan nomer 0 sampai 10 yang ditemukan bangsa Arab 14 abad silam.

Jadi kira-kira akan seperti apa teknologi dunia pada 2060?

Nassim Taleb memberikan petunjuk: teknologi yang telah kita pakai selama 50 tahun, akan tetap kita pakai 50 tahun lagi. Jika sebuah teknologi baru berusia beberapa tahun, maka belum tentu ia akan bertahan hingga puluhan tahun kedepan. Anggap teknologi adalah sebuah spesies makhluk hidup. Jika ia mampu bertahan selama 50 tahun, seharusnya ia akan mampu bertahan 50 tahun lagi.

Ambil contoh lilin. Ditemukan oleh bangsa Mesir abad 3 SM, dan sekarang masih kita pakai meski sudah ditemukan lampu yang lebih terang. Sekarang coba ambil contoh “pager”. Sempat menjadi hits beberapa belas tahun lalu sebelum hilang digilas kecanggihan handphone.

Kita akan tetap menggunakan teknologi “old school” dan belum tentu mengadopsi teknologi baru dalam jangka panjang. Itu berarti 50 tahun lagi kemungkinan besar kita akan tetap menyetir mobil yang digerakkan oleh bensin, kita akan tetap kecanduan gadget (mungkin lebih parah), dan kita akan tetap berlibur dengan pesawat dan bukan melalui gerbang teleportasi,

Mungkin karena itu ada pepatah nihil sub sole novum: Tak ada yang baru dibawah matahari.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *