Bandwagon Effect: Kenapa kita suka ikut-ikutan

#71

Mantan owner Primagama, Purdi Chandra, punya saran aneh jika kita ingin membuka rumah makan: Parkirkan banyak mobil di halamannya, kalah perlu minjem mobil tetangga!. Penuhi parkiran dan ciptakan persepsi jika rumah makan itu selalu ramai.

Tujuannya? Untuk menarik orang lain datang karena rasa penasaran. “Tuh tempat koq rame banget sih kelihatannya? Enak kali ya”.

Sama dengan café yang memberikan diskon khusus atau free drink bagi konsumennya yang mau mengupload foto di social media sambil men-mention akun rumah makan itu. Tujuannya untuk menciptakan kesan jika si café sedang trending di social media sekaligus punya menu yang “instagram-able”.

Kedua contoh diatas adalah penerapan bandwagon effect. Pengaruh yang lahir karena banyak orang lain yang melakukannya. Karena pada dasarnya kita adalah makhluk social dan memiliki perilaku “herding”: ikut-ikutan. Kita akan mengikuti apa yang terjadi di kelompok kita.

Dulu waktu zamannya sepeda fixie, banyak yang sepedaan fixie. Pas trend-nya lomba lari 10k, kita tiba-tiba banyak yang jadi atlit dadakan dan rajin lari. Saat orang lain lagi sibuk ngomentari pilkada, kita tak mau kalah untuk ikut-ikutan berkomentar. Intinya kita tidak mau ketinggalan kereta dan ingin terlihat selalu update.

Pemasar dan politikus juga sering memanfaatkan bandwagon effect. Mereka menggerakkan kampanye yang menunjukkan jika produk mereka sudah banyak penggunanya. Tujuannya menciptakan “virality” dan menciptakan “social proof”.

“90% konsumen Indonesia menggunakan produk Z”.

“Survey lembaga X menunjukkan pasangan no 4 pemenangnya”

Bagaimana menggunakan bandwagon effect untuk kebaikan? Misalnya kita ingin mengajak orang lain gemar membaca. Maka ciptakan kesan jika membaca itu keren. Sebarkan pesan-pesan positif dari buku yang kita baca. Bagikan cerita tentang orang-orang hebat yang ternyata punya hobi baca. Percayalah jika manusia akan mengikuti “social proof” yang ada.

Itu kalau bandwagon effect-nya positif. Lha kalo semua teman kita korupsi, apa kita mau ketinggalan jamaah?

https://prawdaxlxpl.files.wordpress.com/2010/05/bandwagon-2.jpg
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *