#92 Zeigarnik Effect: Kenapa Terkadang Menunda Itu Baik

Pada tahun 1927, sekelompok mahasiswa dan professor makan di restoran. Mereka memesan banyak makanan, dan anehnya: si pelayan tidak mencatat apapun!

Mereka menduga pasti ada pesanan yang keliru atau kurang. Tapi diluar dugaan, mereka mendapat apa yang mereka pesan tanpa ada kekurangan satu menu pun.

Setelah selesai, rombongna itu keluar. Salah satu mahasiswa psikologi, Bluma Zeigarnik, baru sadar jika selendangnya tertinggal. Buru-buru ia kembali ke restoran dan bertemu pelayan super tadi.

Anehnya, sang pelayan tidak mengenalinya. Ia juga lupa dimana Zeigarnik duduk. Kenapa pelayan tadi bisa lupa? Padahal ia bisa mengingat semua pesanan, bukankah itu berarti memori yang bagus? Zeigarnik penasaran dan bertanya kenapa pelayan bisa mengingat semua pesanan tapi sekarang seperti menderita amnesia:

“Saya mengingat semua pesanan di kepala, hingga pesanan itu dihidangkan”. Si pelayan membocorkan rahasianya.

Zeigarnik tersadar, otak manusia bekerja seperti itu. Kita akan mengingat tugas yang masih harus dikerjakan, dan melupakannya begitu selesai. Seperti computer, semua “unfinished task” akan terekam di sistem dan akan terhapus begitu statusnya “done”.

Serangkaian percobaan akhirnya melahirkan hipotesa tentang Zeigarnik effect: manusia akan lebih mudah mengingat pekerjaan yang tidak selesai (diinterupsi) daripada pekerjaan yang selesai. Ini menjelaskan kenapa ada perasaan yang mengganjal jika kita belum menyelesaikan sesuatu, dan merasa plong setelah melakukannya.

Beberapa riset bahkan menunjukkan jika pelajar yang menginterupsi proses belajarnya dengan kegiatan lain, akan mampu mengingat lebih baik daripada pelajar yang belajar tanpa adanya gangguan.

Jika kita tahu terkadang menunda menuntaskan sebuah tugas bisa berdampak baik, apakah itu berarti lebih baik kita tidak segera menyelesaikan tugas yang ada di hadapan kita? Untuk tugas-tugas kecil, sebaiknya kita jangan menunda. Tapi untuk tugas yang membutuhkan kreativitas, lebih baik kita tidak segera menyelesaikannya.

Riset yang dilakukan Adam Grant, pengarang buku laris Original, menunjukkan jika para “original thinker” punya kebiasaan menunda. Dalam artian jika deadline-nya 7 hari, mereka akan mulai mengerjakan di hari ke-2, membiarkannya tak selesai hingga hari ke 5, dan menyelesaikannya hingga hari ke-7.

Kenapa? Karena Zeigarnik effect membuat tugas yang tak selesai akan selalu kita ingat. Dan sambil menunda menyelesaikannya, para original thinker berpikir keras untuk menciptakan hal yang unik.

Secara bawah sadar otak mereka berusaha menciptakan koneksi antar disiplin ilmu untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Ditambah adrenalin kreativitas yang mengucur deras saat menjelang deadline, otak manusia dipaksa untuk menghasilkan solusi yang tak terduga.

Mulai sekarang jika Anda sedang mengerjakan proyek yang membutuhkan kreativitas, jangan buru-buru menyelesaikannya. Hasilnya bisa medioker. Coba kerjakan, lalu tinggalkan beberapa saat. Ketika Anda kembali untuk menyelesaikan-nya, Zeigarnik effect akan memberikan persepsi yang berbeda.

https://media.licdn.com/mpr/mpr/AAEAAQAAAAAAAA2eAAAAJGUzOWMxYWEzLTZiMGUtNDE2Yi04OTc4LTM5ZWJmMTg2YzAxYw.jpg
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *