Untuk Apa Manusia Hidup?

Dear Yoda di tahun 2035,

Jika kamu benar-benar membaca tulisan ini pada tahun 2035, berarti umurmu sudah 17 tahun. Semoga kamu masih hidup ya hehehe..

Umur 17 tahun berarti kamu akan memasuki masa pra-dewasa. Dan itu berarti secara kognitif kamu sudah bisa melakukan memprosesan informasi tingkat tinggi, atau melakukan analisa atas objek yang bersifat abstrak. Bahasa sederhananya: kamu sudah bisa mikir.

Tulisan ini diketik di atas pesawat XT 7688 jurusan Jakarta-Surabaya, 23 Maret 2018 disaat kamu genap berumur 6 bulan dan mulai makan MPASI (Makanan pengganti ASI). Sekarang tujuan hidupmu sama dengan 6 miliar manusia ketika bayi: bagaimana caranya bertahan hidup.

Karena itulah kamu tidak bisa menahan lapar dan menangis saat haus, takut saat ditinggal Ibumu yang merupakan sumber makanan, dan lebih memilih susu daripada cek senilai 10 juta dollar.

Tapi di tahun 2035, seharusnya kamu memiliki tujuan hidup yang lebih kompleks, transedental, dan personal. Apakah itu?

Jujur saja, saya tidak tahu.

Personal Purpose

Alasan saya mengajakmu mempertanyakan tujuan hidup sebenarnya sederhana: karena tidak semua manusia tahu tujuan hidupnya. Mereka tidak tahu apa yang mereka cari sebelum mati.

Dan ini sangat berbahaya.

Manusia yang tidak memiliki tujuan hidup seperti kapal laut dengan kapten yang tidak tahu akan berlayar kemana. Mereka akan diombang-ambingkan lautan, dan bisa terdampar ke daratan yang tidak mereka inginkan.

Mereka tidak pernah bertanya:

Kenapa kita dilahirkan di dunia?

Apa misi yang sedang kita jalani?

Warisan apa yang ingin kita tinggalkan?

Apa makna penciptaan manusia dan seluruh alam raya?

Meskipun setiap manusia, bisa memiliki tujuan hidup yang berbeda.

Jika kamu bertanya kepada ahli biologi, mereka akan menjawab jika tujuan hidup manusia adalah bertahan hidup dan mempertahankan kelangsungan spesies kita.

Jika kamu bertanya kepada ahli psikologi, mereka akan menjawab jika tujuan hidup manusia adalah menemukan aktualisasi diri kita.

Jika kamu bertanya kepada ahli agama, mereka akan menjawab jika tujuan hidup manusia adalah beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mana yang benar? Yang pasti tujuan hidup manusia begitu kompleks dan bisa merupakan gabungan alasan diatas atau alasan lainnya.

Saya tidak akan memberikan kuliah panjang soal tujuan hidupmu. It’s your life. Go find it by yourself. Saat kamu membaca tulisan ini, belum tentu saya masih bernafas.

Saya hanya meminta, mulailah bertanya.

Pertanyakan Tuhanmu, negaramu, duniamu, pandangan hidupmu. Ciptakan badai dalam dirimu.

Mulailah menggali informasi. Dari buku, diskusi, video, pod cast, dan segala sumber inspirasi. Ciptakan kontradiksi.

Jangan 100% percaya dengan apa yang dikatakan orang lain kepadamu. Bacalah kitab suci agama lain, dengarkan argumen orang Atheist. Saya tidak ingin kamu beragama Islam hanya karena keluargamu beragama Islam.

Dan yang paling penting: mulai pikirkan tujuan hidupmu. Jika kamu bingung, coba bayangkan saat kamu nanti mati, dan Tuhan bertanya:

“Hey Yoda, ngapain aja lu selama di dunia?” atau jika kamu nanti tidak percaya Tuhan (nanti kita harus diskusi panjang tentang ini), cukup pikirkan apa yang orang lain kenang ketika mengingat namamu.

Yang jelas, seperti kutipan meme-meme bijak: Tujuan dari hidup adalah untuk hidup dengan tujuan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *