Tetangga di Jakarta

“Yoga kemana aja? Koq ga pernah shubuhan di musholla?” Tanya tetangga saya, Haji Fakih saat berpapasan di pagi hari.

“Iya pulang malam terus Pak hehe”. Jawab saya ngeles.

Saya memang pulang kantor habis maghrib, biasanya baru meluncur setelah isya. Terima kasih atas macet dan jauhnya jarak, saya baru bisa masuk rumah sekitar jam 10 malam.

Bisa langsung tidur?

Jangan harap. Masih ada proyek pribadi yang harus dilakukan. Membaca, menulis, riset kecil-kecilan, dan yang paling penting: push rank mobile lejen haha.
Tapi pertanyaan Haji Fakih menyadarkan saya. Untuk apa menjadi manusia hebat jika sholat berjamaah aja masih sering telat?

Pertanyaan beliau adalah pertanyaan terbaik seorang manusia kepada sesamanya. Jauh lebih baik dari pertanyaan standar macam, “Sekarang kerja dimana? Omset usaha udah berapa? Kapan nikah?” Halah.

Saya beruntung punya tetangga seperti Haji Fakih. Karena tetangga yang baik adalah tetangga yang saling tolong menolong dalam kebaikan. Dan itu juga berarti mengingatkan jika kita melakukan kesalahan.

Dalam ajaran agama saya, tetangga adalah saudara terdekat kita. Bakan seorang muslim bisa termasuk dzalim jika ia bisa hidup kenyang sedangkan tetangganya masih kelaparan.

Seperti cerita dari Abdullah bin Mubarak. Ia bermimpi mendengar malaikat membicarakan seorang dari Damsyik yang amal hajinya telah diterima, padahal orang ini tidak berangkat ke Mekah. Kenapa? Karena ia menyumbangkan 300 dirham tabungan hajinya untuk tetangganya yang sedang kelaparan dan kesusahan.

Dan ga cuma Haji Fakih yang baik. Bu Haji Pucung sering membantu saya beres-beres rumah. Bahkan Bi Itun sering menyapukan halaman saya. Ketahuan ya saya males bersih-bersih. Mungkin karena itu banyak nyamuk di rumahku (lagu generasi kolonial, bukan milenial).
Saya jadi bersyukur tinggal di kampung di selatan jakarta. Meski hanya berjarak 500 meter dari mall Aeon dan apartemen Southgate yang sedang dibangun dengan penuh kemewahan, lingkungan saya penuh dengan kehangatan. Meski bangunan rumah kami penuh dengan kesederhanaan.

Ya Rabbi, berkatilah tetangga-tetangga kami, dan orang-orang yang sudah membaca tulisan ga penting ini.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *