#1 Perlombaan Tiga Lelaki Dermawan (Cerita Sederhana Teman Puasa)

source: freepik

Al-Haitsam bin Adi bercerita, Di sekitar Ka’bah ada tiga orang yang berdebat tentang siapa yang paling dermawan.

Orang pertama berkata, “Manusia yang paling dermawan adalah Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib”. Yang kedua tidak sepakat dan punya pendapat lain, “Orang yang paling dermawan di dunia ini adalah Qais bin Sa’ad bin Ubadah”. Sedangkan orang ketiga sangat yakin dengan pendiriannya, “Anak adam yang paling dermawan adalah Arabah al-Ausi”.

Mereka terus berdebat dan tidak berhasil menemukan titik temu. Lalu ada yang mengusulkan, bagaimana jika kita menguji kedermawanan mereka? Mereka akan menyamar sebagai musafir yang kehabisan bekal dan meminta pertolongan. Semacam “tes kedermawanan”.

Orang pertama  datang ke Abdullah. “Wahai putra paman Rasulullah. Aku adalah seorang musafir yang kehabisan perbekalan”.

Abdullah, yang sedang duduk di atas unta langsung turun dan berkata, “Naikilah onta ini dan ambillah apa yang ada di dalam tas ini. Janganlah engkau terpisah dari pedang ini karena ia termasuk salah satu pedang Ali bin Abi Thalib. Sekarang, pergilah.”.

Orang pertama kemudian pergi dengan membawa onta, tas berisi 4.000 dinar dan pedang istimewa.

Orang kedua yang menjagokan Qais bin Sa’ad bin Ubadah datang menemui Qais. Namun sayang, Qais sedang tidur dan ia diterima budak perempuannya yang bertanya, “Apa keperluanmu?”.

Ia menjawab, “Aku adalah musafir yang kehabisan perbekalan”.

Diluar dugaan sang budak berkata, “Kebutuhan itu lebih remeh daripada membangunkan Qais. Ini ada kantong berisi 700 dinar. Hari ini tidak ada uang lagi selain ini. Pergilah ke tempat unta milik tuan kami dan ambillah satu unta beserta perlengkapannya dan pilih salah satu budak. Setelah itu, pergilah”.

Ketika Qais bangun, budaknya menceritakan apa yang terjadi. Qais menyesal, “Kenapa engkau tidak membangunkanku? Aku ingin menambahkan barang-barang yang ada di rumah ini. Bisa jadi apa yang sudah engkau berikan belum sesuai dengan apa yang ia inginkan”.

Setelah itu giliran orang ketiga yang mengunggulkan Arabah al-Ausi. Ia mendatangi Arabah yang sedang keluar dan dipapah kedua budaknya karena ia buta. Arabah bertanya apa keperluan orang itu.

“Aku adalah seorang musafir yang kehabisan bekal”.

Arabah lalu melepaskan diri dari papahan dua budaknya lalu menpukkan tangan kanannya ke tangan kiri lalu berkata, “Ah ah, demi Allah, aku memasuki waktu pagi dan sore hari dalam keadaan meninggalkan hak-hak harta. Namun kamu bisa mengambil dua budakku ini”.

Orang yang ingin menguji tadi berkata, “Aku tidak ingin mengambil kedua sayapmu”. Sayap dalam hal ini pemandu.

Arabah menjawab, “Jika kamu tidak mengambil keduanya maka keduanya merdeka. Jika engkau mau, engkau bisa membaskan keduanya. Ambillah”. Setelah itu Arabah berjalan dengan meraba-raba dinding dengan tangannya.

Menurut Anda, Siapa yang paling dermawan?

Sumber cerita: Ibnu Abdil Bari. 2016. Air Minum Dari Langit.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *