#5 Akibat Kejujuran

source: freepik

Syekh Abdul Qadir al-Jilani bercerita, “Aku membangun urusanku di atas kejujuran. Suatu ketika aku pergi dari Mekah ke Baghdad untuk menuntut ilmu. Waktu itu Ibuku memberi uang 40 dinar. Beliau berpesan agar aku berjanji untuk selalu jujur.

Ketika sampai di negeri Hamdan (Yaman), ada gerombolan perampok yang mencegat. Salah seorang datang menghampiriku dan bertanya, “Apa yang kau bawa?”

Aku menjawab, “Aku membawa 40 dinar”. 1 dinar sekitar 4,25 gram emas.

Laki-laki itu menyangka aku mengejeknya dan meninggalkanku. Namun ada perampok lain yang melihat dan bertanya hal yang sama, “Apa yang kau bawa?”.

Aku pun menjawab dengan jawaban yang sama. Setelah itu ia membawaku ke pimpinan mereka. Ketika pemimpin perompak bertanya, aku lagi-lagi menjawab apa adanya. Ia justru penasaran, “Apa yang membuatmu berkata jujur seperti ini?”.

Aku jawab, “Ibuku sudah berpesan kepadaku agar aku berjanji untuk bersikap jujur. Aku takut jika sampai mengkhianati pesannya”.

Pimpinan perampok itu merasa tersentuh. Ia berteriak dan menangis, “Engkau takut jika mengkhianati janji ibumu, sementara aku tidak takut ketika mengkhianati janji Allah!”.

Ia lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengembalikan semua harta rampasan yang mereka ambil. Dan berkata, “Aku bertobat kepada Allah melalui dirimu”.

Anggota yang lain akhirnya juga ikut insyaf setelah melihat pemimpin mereka bertobat.

Sayyid Husain Affani dalam Shalahul Ummah fi Uluwwil Himmah (5/45)

Sumber: Air Minum Dari Langit (2016).

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *