#8 Periuk Ajaib

Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Jabir berkata, “Ketika parit digali, aku melihat Nabi dalam keadaan sangat lapar. Kemudian, aku pulang menemui istriku, lalu berkata,”Apakah engkau mempunya sesuatu? Sungguh aku melihat keadaan Rasulullah yang sangat lapar.

Istriku lalu mengeluarkan sebuah wadah yang didalamnya ada segantang gandum. Sementara itu kami juga mempunyai anak kambing yang jinak. Aku kemudian menyembelih anak kambing itu sementara istriku menumbuk gandum.

Istriku telah selesai dengan pekerjaannya, begitu pula dengan aku. Lalu, aku potong-potong dagingnya dan kuletakkan di dalam periuk.

Aku pun kembali menuju tempat Rasullah, tetapi istriku berpesan, “Janganlah kamu mempermalukan aku dengan kedatangan Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya.

Selanjutnya aku mendatangi Nabi dan membisiki beliau, “Ya Rasulullah, kami menyembelih kambing kecil dan kami juga telah menumbuk segantang gandum yang kami miliki. Jadi, silakan datang ke rumah bersama beberapa orang saja yang akan menyertaimu.

Tiba-tiab Nabi berteriak, “Ya Ahlal khandaq! Sesungguhnya Jabir telah membuat suatu hidangan yang akan disuguhkan kepada kita. Mari kita pergi ke rumahnya bersama-sama.

Kemudian Nabi bersabda kepadaku, “Jangan sekali-kali Engkau turunkan periukmu dan jangan pula aduk gandummu untuk dijadikan roti sampai aku datang! Aku lalu kembali ke rumah dan Nabi juga datang sembari menyuruh orang2 mengikuti beliau ke sana. Begitulah sampai akhirnya aku menemui istriku.

Istriku berkata, “Ini semua gara-gara kamu, gara-gara kamu.

Aku berkata, “Aku hanya menerjakan apa yang engkau katakan kepadaku”.

Istriku lalu mengeluarkan adukan gandum kami, lalu Nabi meludah di dalamnya dan mendoakan keberkahannya. Kemudian beliau mendekati tempat periuk kami dan meludah di situ juga serta mendoakan keberkahannya. Setelah itu beliau bersabda kepada istriku

“Panggillah seorang tukang pembuat roti agar ia datang membantu membuat roti bersamamu”. Lalu beliau bersabda lagi,

“Ciduklah dari periukmu, jangan diturunkan”.

Jabir melanjutkan,

“Orang-orang yang datang pada saat itu berjumlah seribu rang. Aku bersumpah dengan nama Allah. Sungguh, mereka dapat makan sampai mereka meninggalkannya dan pergi dari rumahku, padahal periuk kami masih tetap berbunyi karena isinya yang mendidih sebagaimana sebelumnya dan juga adukan roti kami tetap sebagaimana asalnya- tidak berkurang sedikit pun”. HR Bukhari: 4/1505 dan Muslim 6/117)

freepik
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *