Meski Tua Wajib Belajar Data

Meski Tua, wajib belajar data

 

Di kantor saya ada sekolah tentang data. Mencakup pengenalan soal data, Analisa, visualisasi, sampai pembuatan dashboard. Dari mining sampai presenting.

Saya memang sedang belajar di kantor yang memperlakukan data seperti raja. Karena kebetulan kantor saya adalah perusahaan aplikasi.

Yang unicorn.

Dan yang online-online itu.

Disini semua data dianggap berharga. Meski hanya informasi penting yang dikurasi dan di eksplorasi. Sisanya disimpan di atas awan. Cloud computing.

Pemakaian data di kantor sudah mencapai level peta byte. Sekitar 1.000 terra byte. Jika satu film JAV berdurasi 1 jam besarnya sekitar 1 Giga byte, maka storage 1 peta byte bisa membuat Anda nonton film sepanjang 114.155 tahun!

Saya jadi sadar jika membuat aplikasi ‘super app’ ternyata ribet. Ada supporting system yang Panjang dan berliku. Dan kita sebagai user, takkan pernah tahu.

Prinsipnya: semakin smooth dan sederhana user experience-nya, maka semakin canggih system back end + front end-nya. Semakin pintar developer/enginer/data scientist-nya. Jadi wajar lah mereka dibayar mahal haha.

Saya akan membagi alur Analisa data secara sederhana. Bisa diterapkan di bidang apa saja. Semoga berguna, bagi kita yang sedang hidup di industry 4.0. Abad informasi.

#1 Start with goal

Pertanyaan pertama: apa yang kita cari?

Bergumul dengan data berarti kita berusaha mencari pemecahan sebuah masalah. Untuk itu kita harus punya tujuan yang jelas. Apa yang ingin kita ketahui? Apa yang ingin kita capai? Masalah apa yang sedang kita kembangkan?

Contoh: kita ingin tahu kenapa penjualan turun.

#2 Collect the right data

Setelah kita tahu apa yang kita ingin capai, maka masuk ke langkah kedua: kumpulkan data-nya! Hehe

Dalam kasus penjualan turun maka kita harus mengumpulkan data2 yang relevan. Contoh: histori penjualan per area, daftar sales, daftar marketing campaign, hingga feedback dari supplier/customer.

Tapi ya jangan asal ngumpulin data. Misal data harga cabe, atau data relawan. Ya ga nyambung bosku.

#3 Ask ‘Why?”

Uda tau tujuannya, uda dapat datanya. Waktunya mengembangkan hipotesa. Dugaan dugaan. Cara paling mudah adalah bertanya: kenapa?

Kenapa daerah X turun? Kenapa distributor Y naik? Apakah ada hubungan-nya dengan pergerakan competitor?

#4 Analize!

Pada phase ini kita akan membuat data bercerita. Kita bisa menggunakan berbagai metode statistic yang pada ujungnya membuat data berbicara dan menjawab dugaan kita.

Mulai dari statistic deskriptif hingga prediktif. Disinilah skill seorang analis dipertaruhkan. Sejauh mana ia mampu connecting the dots dan menjawab pertanyaan berdasarkan fakta-fakta yang ada.

#5 Create a next step

Langkah terakhir tapi juga yang terpenting: ciptakan action based on data. Abis tahu data-nya, ya masa Cuma diam aja?

Karena tujuan kita menganalisa adalah mempersiapkan action plan yang bisa kita lakukan.

______________

Ya begitulah 5 tahap dasar dalam Analisa data. Ga ada kata terlambat untuk belajar. Meski sudah berumur 31 tahun dan rata2 teman berumur 27 tahun (berasa tua cuy), kita harus tetap menguasai data analytic.

Karena barang siapa menguasai data, maka akan menguasai dunia. Haha

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *