Monthly Archives: May 2019

Cara Berdebat Dengan Orang Gila

Sebagai netizen, kita pasti sering melihat debat di forum, media social atau kolom komentar berita. Terkadang debat dengan saling berbalas komentar lebih seru daripada subtansi berita/postingan yang ditampilkan. Bahkan ada yang sampai gelut dan berantem di dunia nyata.
Bagi yang tidak terbiasa debat dengan sehat, biasanya berujung pada penyerangan pribadi hingga bully yang ujung-nya menjadi pembunuhan karakter. Sadis bener.
Ilmu debat dan retorika sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Ya Cuma sayangnya ga diajarkan ke semua orang.
Dan mayoritas masyarakat kita lebih tertarik belajar ilmu selangkangan daripada ilmu perdebatan.
Padahal ada cara elegan ‘menghabisi’ lawan debat kita. Sebuah metodologi yang jika Anda kuasai, bisa digunakan untuk mengimbangi Rocky Gerung debat di ILC hehe.
Apa itu?
Struktur Argumentasi
Menurut Brandon Royal dalam Little Blue Reasoning Book: 50 Principles for Clear and Effective Thinking (2010), kuncinya ada dalam memahami argumentasi lawan debat.
Argumen seseorang pada dasarnya adalah sebuah kesimpulan. Dan kesimpulan yang disampaikan, pasti dibangun dari dua hal: bukti-bukti (evidence) dan asumsi (assumption).
Evidence adalah bukti empiris. Assumption adalah opini atas logika yang dibangun. Bukti + opini akan menghasilkan kesimpulan argumentasi.
Rumusnya:

Conclusion = evidence + assumption

Atau
Conclusion – evidence = assumption

kerangka sebuah argument
Banyak perdebatan dunia maya menjadi sia-sia karena saling menyerang conclusion tanpa disertai bukti dan asumsi yang kuat.
Padahal untuk mengkritisi argument lawan bicara, kita cukup serang bukti dan asumsinya, jangan langsung hajar kesimpulan mereka. Jika kuda-kuda evidence + assumption sudah lemah, ambruklah kesimpulan dengan sendirinya.
Contoh: Yoga pantas jadi presiden!. Ini karena Presiden sekarang kerjanya ga becus dan banyak yang mendukung Yoga!
Conclusion: Yoga pantas jadi presiden
Assumption : Kerja presiden sekarang ga bener. Banyak yang mendukung Yoga.
Evidence: ???? (hampir tidak ada)
Jika Anda ingin mendebat Yoga, cukup tanyakan apa bukti jika kerja presiden sekarang ga bener, dan apa bukti jika banyak rakyat yang mendukung Yoga.
Untuk menyerang asumsi seseorang, setidaknya ada 5 (lima) jenis fallacy (kesesatan) berpikir yang bisa kita pakai untuk menciptakan keraguan dalam sebuah asumsi. (Tapi kita tulis lain kali biar ga terlalu panjang ya bosku, silahkan tinggalkan komentar jika ingin dibahas)
Melawan Orang Gila
Gimana jika lawan debat kita tetep ngeyel dan meyakini bukti yang kita sodorkan adalah ngawur dan penuh rekayasa?
Maka kita masuk ke level berdebat dengan orang gila. Melawan orang gila tidak bisa menggunakan analytical/critical thinking, tapi harus naik 1 tingkat di creative thinking. Contohnya cerita sufi Abunawas.
Suatu hari Abunawas meminjam uang ke tetangganya. Setelah beberapa hari, si tetangga menagih dan mensyaratkan tambahan bunga.
Abunawas menolak, bagaimana mungkin uangnya bisa bertambah. Tetangga itu menjawab:
“Uang itu harta. Sapi itu harta. Sapi saja bisa beranak kenapa uang tidak bisa?!?”
Dengan berat hati Abunawas membayar “anak uang” tadi. Setelah beberapa bulan Abunawas meminjam lagi dengan jumlah yang lebih besar.
Saat jatuh tempo, Abunawas tak kunjung datang mengembalikan uang pinjaman. Akhirnya tetangga culas ini mendatangi rumah Abunawas dan melihatnya sedang bersedih.
“Innalillahi wa inalillahiraji’un. Maafkan aku yang belum sempat datang ketempatmu untuk menyampaikan berita duka ini…. Uangmu… uangmu telah meninggal dunia kemarin….” Kata Abunawas sambil menangis tersedu-sedu.
“Dasar gila! Mana ada uang meninggal dunia! Cepat kembalikan uangku!” seru si tetangga.
Dengan terisak-isak, Abunawas berteriak:
“Kamu yang gila! Jika uang bisa beranak, ia juga pasti bisa meninggal!”
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail