Akan Tiba Suatu Masa

Akan tiba suatu masa, saat kita menjadi tua.

Kulit jadi keriput, mata menjadi rabun, postur menjadi bungkuk. Apapun perawatan yang kita lakukan, ternyata tak akan mampu menahan musuh bernama penuaan.

Saat itu terjadi, konon hal-hal yang kita anggap penting saat ini, tidak lagi terlalu berarti.

Cerita tentang kerja, akan berganti menjadi kenangan masa muda. Kebanggaan pencapaian, sepertinya berubah menjadi sebuah kecapaian. Obrolan-obrolan kesuksesan, akan berganti menjadi tips kesehatan.

Katanya akan tiba suatu masa, ketika kita merindukan masa kecil kita sendiri.

Mengingat hangatnya pelukan Ibu, resahnya kita karena amarah Ayah, atau senangnya kita mendapat uang jajan dari Kakek Nenek yang sekarang sudah pergi dan tiada. Apakah benar harta terbesar itu bernama keluarga?

Kita merindukan fase kehidupan saat semuanya hanya tentang permainan. Belum ada tuntutan. Belum ada cicilan dan tagihan. Belum ada perbandingan dengan teman satu angkatan. Semua begitu menyenangkan.

Konon akan tiba suatu masa, saat kita tahu siapa sebenarnya teman-teman dekat kita.

Bukan mereka yang mendadak akrab saat kita hidup dalam kemudahaan. Tapi mereka yang selalu tersenyum dan membuka pintu meski kita sedang dalam kesusahan.

Teman terbaik memiliki kuping sebesar gajah Afrika, tapi anti bocor seperti kondom Amerika. Mereka akan menampung semua rahasia yang kita berikan saat bercerita, dan takkan menggosipkannya di dunia maya.

Pada akhirnya tiba suatu masa, dimana jiwa akan berkenalan dengan cinta.

Meski awalnya cinta bertamu sebagai nafsu. Namun berkat sang waktu, kekaguman berubah menjadi penerimaan. Karena ternyata dia yang awalnya kita anggap begitu sempurna, ternyata menyebalkan dan punya dosa seluas angkasa.

Kita pada saatnya akan mengerti. Bahwa cinta itu tentang belajar mengerti, dan takkan pernah memiliki. Karena seperti dunia ini, tak ada cinta yang akan abadi.

Akan tiba suatu masa, orang yang kamu cintai sedang berulang tahun.

Seperti saat ini, 29 Oktober. Tanggal ulang tahun istri saya sendiri.

Inilah saatnya.

Sekarang waktunya.

Izinkan saya berdoa:

Semoga kami bisa menghabiskan hari tua, pada suatu masa.

happy family
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *