Menyatukan Kepingan Hati: Membuat Strategic Puzzle (6)

Dari semua tahap analisa dan perencanaan yang sudah kita pelajari, tujuan utamanya sebenarnya satu: membuat keputusan tentang langkah apa yang sebaiknya kita lakukan.

Dibandingkan langsung memikirkan solusi, melakukan analisa strategic memberikan satu keuntungan: kita bisa melihat gambaran besar dan ada kemungkinan menemukan solusi yang lebh baik.

Cara paling mudah untuk menyatukan analisa yang telah kita lakukan adalah dengan menulis strategy puzzle. Apa pula itu?

Puzzle

Seperti menyatukan kepingan, strategy puzzle yang kita susun sebenarnya gabungan dari strategic alignment, goal setting, dan outward/inward approach yang telah kita susun sebelumnya. Ditambah list action plan yang akan kita lakukan untuk mengeksekusi strategi yang sudah kita pilih.

Ga usah mikir rencana strategis kita akan menjadi ‘suhuf’ berlembar-lembar yang harus dicetak di daun lontar. Cukup gabungkan pemikiran kita menjadi satu lembar sederhana. Yang jelas orang lain harus bisa mengerti: 

Apa yang terjadi (analisa kondisi), Apa pilihan strategi yang ada, dan Apa aksi konret yang bisa dilakukan.

Demikian juga dengan semua rapat yang dilakukan CEO, Presiden RI, sampai ketua RT. Harusnya bisa dilakukan secara sederhana. Kita aja yang keblinger sehingga suka melama-lamakan rapat, dan menebal-nebalkan laporan. Biar keliatan pinter dan bekerja keras hehehe.

Gambar dibawah adalah salah satu strategy puzzle yang bisa kita buat:

Contoh strategy puzzle

Sekali lagi gambar diatas hanyalah contoh. Anda bebas membuat template sendiri. Ga ada benar atau salah. Fase terpenting adalah eksekusi. Bukan keindahan power point atau strategic planning yang telah kita buat.

Nah kita coba aplikasikan ilmu kita ke dalam strategy puzzle. 

Contoh

Biar enak kita masuk contoh koki hotel kemarin aja ya. Masih ingat ga waktu awal-awal, saat kita belum men-drill down strategy kita. Opsi instant yang saya pikirkan sederhana sekali: berjualan online, memberi diskon promosi, atau mengubah business model. Tapi juga belum jelas juga, business model seperti apa yang sebaiknya kita lakukan.

Sekarang kita coba terapkan puzzle satu per satu. 

Langkah #1 Lihat peta. Kapal kita ada dimana, dan bagaimana kondisi lautan. Cara paling mudah adalah menggunakan model jadul 4C (company, customer, competitor, condition of economics). Dibawah ini hanya contoh sederhana, harusnya disertakan data penunjang sebagai proxy. Bisa menggunakan hasil riset, berita, atau pendapat ahli.

Langkah 2# Set tujuan kita. Dengan asumsi kita masih membantu hotel untuk survive dengan mengandalkan jasa restoran. Misalnya kita set target:

“Pada Desember 2020 menjadi resto hotel terkemuka dengan penjualan 1000 porsi perhari”

Angka 1000 per porsi itu hanya contoh ya. Jika penjualan sekarang masih 10 porsi ya agak mimpi sih. Intinya set target yang ambisius, tapi juga masih masuk akal.

Langkah 3# Menetapkan strategi. Gimana caranya bisa ada penjualan 1000 porsi perhari? Setelah berdiskusi dengan manajemen anggap saja kita menggunakan dua strategi:

A. Tetap di business model sekarang tapi melakukan perubahan pendekatan baik offline dan online

B. Mencoba business model baru dengan investasi yang minim untuk trial.

Jika saya gambar, puzzle-nya bisa berubah seperti ini:

Langkah #4 Menyusun rencana aksi, mengeksekusi strategi, mewujudkan mimpi. Kita tinggal membuat timeline beserta sumber daya, eksekutor, dan target hasil yang diharapkan.

Ini adalah fase paling krusial. Karena seindah-indahnya rencana strategi, hanya akan menjadi mimpi tanpa eksekusi yang benar-benar terjadi. 

Ada banyak buku yang membahas cara mengeksekusi strategi, dan berbagai alasan kenapa eksekusi tidak selamanya berjalan mulus. Tapi tidak akan kita bahas di tulisan singkat ini. Yang jelas kita harus mengeksekusi rencana yang telah kita buat. 

Karena itulah kita menetapkan apa yang dilakukan, kapan, siapa penanggung jawab, sumber daya yang dibutuhkan, serta hasil yang diharapkan.


Langkah #5 Mengevaluasi dan menyiapkan perubahan rencana. Setelah rencana dibikin apakah hidup kita kelar dan bahagia?

Oh tidak semudah itu bosku. Karena rencana yang kita buat biasanya 90% AKAN BERUBAH alias ada kemungkinan gagal. 

Logikanya simple sih, semua yang kita tulis diatas adalah bacotan diatas kertas. Hanya bermodal hipotesis dan data yang kita punya. Bahasa gampangannya: cuma asumsi, yang bisa berubah jadi ilusi, jika tidak divalidasi lewat eksekusi.

Ibarat siklus, evaluasi ini nantinya akan menjadi feedback untuk pengembangan di tahap perencanaan saat kita.

Sebenarnya masih ada tips sederhana untuk memperbaiki kemampuan berpikir strategis kita. Tapi bacotan saya sudah terlalu lama. Anda pasti lelah membacanya. InsyaAllah kita sambung ditulisan penutup seri tulisan ‘Bagaiman cara berpikir mesum yang strategis’, dimasa depan.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *