Category Archives: Uncategorized

#77 Time-ask effect: Karena waktu lebih berharga daripada uang

Misalnya Anda adalah seorang pengurus sebuah yayasan. Karena biaya operasional yang terus naik, ketua yayasan itu memberikan Anda misi yang cukup sulit: Bagaimana cara meningkatkan sumbangan dari para donatur?

Apakah dengan mengirimkan “surat cinta” kepada donator berisi permohonan donasi? Wendy Liu dan Jennifer Aaker (2007) penasaran dan melakukan penelitian tentang itu. Mereka menciptakan eksperimen pengumpulan donasi dengan dua versi.

Versi pertama, calon donator akan ditanya: Apakah Anda tertarik memberikan sumbangan dana? Berapa yang ingin Anda sumbangkan? Lalu diikuti pertanyaan: Apakah Anda bersedia meluangkan waktu untuk kegiatan yayasan?

Di versi kedua, pertanyaan yang diajukan sama. Bedanya, pertanyaan tentang meluangkan waktu (time-ask) diletakkan sebagai pertanyaan pembuka baru diikuti pertanyaan sumbangan dana (money-ask). Hasilnya sungguh menarik. Versi time-ask menghasilkan sumbangan yang lebih tinggi (rata-rata $36,44) daripada versi money-ask (rata-rata $24,46).

Koq bisa? Penulis jurnal itu menduga saat kita meminta sesuatu yang bersifat materi, otak manusia langsung menghasilkan “monetary valuation” tentang untung rugi melakukan sesuatu. Sedangkan saat “meminta waktu” didepan, pertanyaan itu akan mengaktifkan emotional mindset beyond money yang pada akhirnya berakhir pada kebahagiaan memberi.

Pelajarannya: jangan terlalu transaksional saat meminta bantuan orang lain. Karena manusia pada dasarnya makhluk yang berusaha memaksimalkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Bertanya tentang materi didepan hanya mengaktifkan self defence mechanism keuangan kita.

Seperti salah satu cerita humor sufi. Alkisah ada seorang kikir yang terjatuh kedalam lubang. Ia lalu berteriak meminta tolong. Kebetulan ada pemuda yang lewat dan bersedia membantunya. Ia lalu menjulurkan tangan sambil berkata:

“Berikan tanganmu”. Tapi si kikir justru diam saja.

“Ayo berikan tanganmu, biar kutarik keatas”.

Tetap tak ada respon. Akhirnya si pemuda sadar dan mengubah perkataannya.

“Kuberikan tanganku, ambillah”.

Akhirnya si kikir bisa keluar dari lubang.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Test ice cream sandwich

Cuma mau test posting via wordpress android. Oh ya, terima kasih untuk pencopet di stasiun sudirman. Berkat skill profesionalnya, saya jadi ada alesan nyoba android terbaru.

Here we go, the latest model from korean mobile vendor with android ice cream sandwich installed.

Semoga berkah. Semoga berguna bagi kebaikan. Untuk Tuhan dan kemanusiaan 🙂

image

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Teori Jendela Pecah

http://zickart.deviantart.com/art/Broken-Windows-97324469Apa hubungan antara Ahmadiyah dan jendela pecah? Banyak… Sangat banyak…. Bahkan sebuah jendela mampu menjelaskan mengapa Negara ini masih stagnan, mengapa masih banyak konflik kekerasan antar umat beragama, dan mengapa Jakarta masih macet.

Saya ingin Anda membayangkan sebuah rumah dengan jendela yang pecah. Anda sedang melewati rumah itu. Apa yang Anda pikirkan? Mayoritas dari kita berpikir bahwa tuan rumah adalah orang yang acuh tak acuh. Careless. Tak peduli. Kurang mampu.

Bahkan bisa saja Anda berpikir: jangan-jangan rumah itu kosong dan berhantu? Bisa-bisa Anda justru masuk kerumah itu untuk mengambil sesuatu…

Sebuah jendela bisa bercerita tentang semuanya. Jendela bisa menggambarkan pemilik rumah tersebut. Apa selera arsitekturnya: Klasik, mediterania, atau modern minimalis? Bagaimana kebersihannya: apakah banyak debu? Seberapa paranoid orang yang tinggal: Apakah menggunakan teralis berlapis?  Dialiri listrik?

Jendela yang pecah bisa menjelaskan mengapa DPR tetap membolos… Continue reading Teori Jendela Pecah

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tamu yang Aneh

Tadi malam ada tamu yang datang kehatiku. Sambil mengetuk pintu. Dengan pelan. Pintu kubuka, dan kulihat sebuah buku berdebu. Ingin bertemu.

“Wah, Qur’an kecilku… apa kabar???” aku menyambut Al-Qur’an kecil itu.

Kupersilahkan ia masuk. Bingung aku harus menyuruhnya duduk dimana. Sudah sesak dengan gambar porno, tumpukan target dan strategi, buku-buku kiat sukses sambil menjadi kaya, kliping berita pembunuhan, ceceran darah, dan pembalut.
Continue reading Tamu yang Aneh

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Cara Mendapatkan Investor

Seringkali pengusaha (apalagi pemula) terhadang kendala modal dalam menjalankan bisnisnya. Jika pembiayaan internal tak mungkin (ga punya duit), maka pilihan pengusaha hanya dua: berhutang atau mencari investor yang mau membiayai bisnisnya.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara mendapatkan investor??? Kita buat simulasi kasus saja. Misalnya Kita membutuhkan 50 juta untuk membuat rumah makan.

Sebelum menjawab, akan lebih baik kita menurunkan pertanyaan: siapa itu investor? Bagaimana saya bisa menemukan investor?

Jenis-jenis Investor

Secara sederhana investor dapat diartikan pihak yang menanamkan uangnya di sebuah bisnis. Ternyata menurut kuliah yang saya dapatkan di Entrepreneur Campus Yogyakarta, setidaknya ada tiga jenis investor:

  1. Tipe rasional

Maunya Cuma untung. Tipe yang sangat banyak ditemui. Tapi juga lebih mudah. Dalam artian, kita bisa menciptakan hubungan yang profesional. Mereka tidak menuntut yang “macam-macam”. Asal untung, modal kembali. Semua happy J.

  1. Tipe ideologi emosional

Mereka mau membantu, tapi dengan “syarat”. Bersifat ideologis atau mengandung nilai-nilai tertentu. Contohnya Pak haji yang bersedia berinvestasi dibisnis rumah makan Kita tapi Kita tak boleh menjual rokok disana. Inilah bedanya dengan investor rasional. Terkadang investor turut campur dalam nilai2 perusahaan.

  1. Angel investor

Kita harus berhati2 dengan tipe ini. There are no free lunch. Jika Kita bertemu dengan investor yang benar2 mau membantu, tidak menuntut macam-macam, juga sepertinya tidak memiliki motif apapun, maka sebaiknya Kita berdoa. Semoa Kita benar-benar bertemu dengan malaikat dan bukan domba berbulu srigala (bosan dengan ungkapan srigala berbulu domba? Kenapa tidak diganti “srigala berkelamin domba???” hehehe).

Semakin rasional investor, semakin profesional hubungan yang dibangun. Setelah tahu jenis2 investor berdasarkan motivasi umum, lalu apa?

Investor Terhebat

Daripada Kita mimpi bertemu malaikat yang menyamar jadi investor, lebih baik Kita ngomong langsung saja ke bosnya: Tuhan. Hey, saya TIDAK BERBOHONG. TUHAN adalah INVESTOR KITA. Ia memberikan kita kehidupan, kesehatan, bakat, dan kemampuan. Semua itu adalah investasi yang tidak ternilai. Jadi saran no.1 adalah: BERDOALAH!!!. (Saya sudah membuktikan, tahun 2009 saya mendapatkan investor 60 juta!)

Konsep Harus Jelas

Setelah itu Kita harus sudah memilikii konsep bisnis yang jelas terlebih dahulu. Tulislah dalam bentuk proposal sederhana. Jangan berpikiran sophisticated complicated (apaan seh???), intinya dibuat simple saja. Jauhi anggapan semakin tebal semakin bagus. Itu SALAH.

Karena calon investor hanya memiliki waktu tak lebih dari 3 menit untuk MENILAI BISNIS KITA. Cukup tulis latar belakang, gambaran produk/jasa, produksi, distribusi, pemasaran, dan juga analisa keuangan. Langsung tulis BENEFIT yang didapatkan investor. Entah berupa bagi hasil, atau buyback saham dalam jangka waktu tertentu.

Tak lupa tulis prospek perkembangan bisnis Kita minimal 5 tahun kedepan. Rekor proposal tertipis yang pernah saya buat adalah hanya 1 (satu) lembar. Dan tetap bisa goal.

Contact List

Nah sekarang coba tulis semua orang yang Kita kenal dan kira-kira “bisa membantu” (keluarga dan teman dekat bisa menjadi prioritas). Siapa pun. Karena pada dasarnya semua orang berpotensi menjadi investor Kita. Investasi tak harus melulu uang toh? Bisa peralatan, perizinan, tempat, doa dll. Bahkan tukang becak yang berpenghasilan Rp.30rb seharipun bisa!.

Tak percaya??? Sekarang mari ubah pola pikir kita. Kita butuh 50 juta, tapi apakah harus didapatkan dari satu orang? Apakah tidak bisa kita menerbitkan saham senilai 10rb perlembar? Dan berarti Kita akan memiliki 5.000 lembar saham yang bisa Kita jual eceran!.

Lagi-lagi saya sudah mencoba. Saat SMU tahun 2003, bersama teman2 dari Junior Achievement International yang mengajari kami membuat perusahaan kecil-kecilan. Modal yang dibutuhkan Rp.500rb. Apa yang kami lakukan? Memecahnya menjadi Rp.10rb dan menjualnya keteman atau orang tua kami sendiri! Bisa kan????

Jikapun Kita tidak menemukan investor yang mampu, kita bisa bertanya kepada kenalan Kita, “Kira-kira siapa yang bisa menjadi investor saya?”.

Jika sudah ada calon investor, segeralah buat janji untuk BERTEMU LANGSUNG. Haram hukumnya sekedar menitipkan proposal Kita kesekretaris bahkan satpam.

“Halo, Bapak X, saya (nama Kita) ingin berbicara tentang sesuatu yang menyangkut masa depan portofolio kekayaan Anda. Bisa kita bertemu untuk makan siang?” (believe me bos, mendengar kata “portofolio kekayaan masa depan”, minimal ia akan memberikan waktu 5 menit dikantornya).

Modal Terbesar

Modal terbesar dalam menjalankan bisnis dan mendapatkan investor bukanlah uang. Tapi masalah KEPERCAYAAN. Sebuah bentuk modal sosial yang tak bisa dinilai dengan uang. Kenapa pihak Bank membutuhkan jaminan seritifikat rumah Kita? Karena mereka belum percaya kepada Kita!.

Mereka masih belum tahu track record bisnis Kita. Apakah “berbakat” untung atau rugi. Apakah Kita tidak lari. Apakah Kita bukan penipu. Coba lihat pengusaha-pengusaha besar, malah pihak Bank yang “mengemis-ngemis” kepada pengusaha tersebut agar mau mengambil kredit.

Tips

Sebelum kita bisa meyakinkan orang lain, terlebih dahulu kita harus bisa meyakinkan diri sendiri. Lakukan presentasi dengan percaya diri. Disertai data dan fakta. Tak cukup berasumsi saja. Bagaimana orang lain akan mempercayai kita jika kita sendiri tidak percaya pada diri sendiri?

Jangan terlalu berjanji. Bersikaplah jujur, realistis dan profesional. Jika tahun pertama rugi (dan kebanyakan bisnis mengalami kerugian diawal-awal operasinya), maka jangan menjanjikan pembayaran. Lebih baik Kita kehilangan calon investor karena tak mampu menyanggupi permintaan muluknya, daripada kehilangan integritas karena menjadi Yes Man! Menjanjikan apa yang diinginkan oleh investor.

Keep your promise. Jika Kita sudah berkata A, maka pantang untuk melakukan B. Ini berkaitan dengan modal yang paling utama: kepercayaan. Kehilangan uang masih bisa dicari, kehilangan kepercayaan takkan bisa dibeli.

Gagal itu biasa. Band seperti The Beatles pun pernah gagal mendapatkan “investor”. DECCA record, sebuah perusahaan rekaman yang mendengar demo lagu mereka, menganggap grub ini tak lebih dari anak muda berandalan dengan musik yang “kacau”.

Jika Kita gagal mendapatkan investor, tak perlu berputus asa! Teliti lagi konsep bisnis Kita, pelajari seni negoisasi, terus cari contact, kembangkan jaringan, dan jangan pernah mengubur impian Kita untuk menciptakan rumah makan itu!!!.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Ayah 160 cm

(Untuk Ayah dan calon Ayah)

Bersama ribuan orang yang menonton pawai naga terpanjang se-Asia Tenggara di pinggir jalan kota Yogyakarta. Terjepit seorang gadis kecil yang mungil. Anak perempuan berusia 5 tahun dengan jaket merah muda. Kulit cerah. Berkepang dua. Tersenyum. Dan ia ingin melihat naga.

Ayahnya mengerti. Digendongnya gadis kecil. Didekapnya dalam dada. Diantara kemeja warna biru tua. Tapi sayang, gadis kecil masih juga terhalang tembok lautan manusia. Tak bisa melihat apa-apa.

Sang Ayah tak menyerah. Ia terus merangsek maju. Mencari celah. Semata-mata agar sang gadis kecil bisa tertawa. Gembira melihat sang naga.

Mungkin pemandangan biasa bagi Anda. Tapi tidak bagi saya. Saya ada didepannya dan menghalangi pandangan gadis kecil. Ketika akhirnya sang Ayah mengangkat gadis kecil. Setinggi sang Ayah mampu. Sekuat tenaga yang Ayah punya. Gadis kecil yang berdiri diatas kepala laki-laki paling berani malam ini.

Saya bisa melihat sang Ayah mulai lelah. Setelah 10 menit. Naga belum juga lewat. Mulai berkeringat. Wajahnya hitam. Berminyak. Terkesan kaku. Keras. Tapi langsung luluh ketika beradu mata dengan si gadis kecil. Tersenyum lembut.

Ayah yang hebat selalu melakukan pengorbanan. Pengorbanan sederhana yang tak harus berupa harta. Tapi segala upaya untuk membuat buah hatinya gembira dan bahagia. Karena cinta memang membuat manusia melakukan tindakan luar biasa. Tak terduga. Melebihi kemampuan kita.

Semua pengorbanan Ayah terbayar lunas saat Naga melintas. Gadis kecil berteriak kegirangan. Kepangnya naik turun. Kesenangan. Dan tersenyum. Senyumnya kawan… senyumnya maniiissss sekaliiiiii.

Gadis kecil yang bahagia. Sebaik-baiknya perhiasan dunia.

Gadis kecil yang beruntung. Memiliki seorang Ayah dengan tinggi 160 cm, tapi mampu membuatnya melihat pemandangan setinggi 180 cm.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail