Tag Archives: darren hardy

Centurion: Apa Rahasia Hidup Selama 100 Tahun?

Pada suatu hari Darren Hardy, pendiri majalah Success, bertemu dengan penumpang di pesawat. Ia bercerita jika punya kakek Centurion (orang yang berumur 100 tahun lebih), yang masih hidup sehat. Manusia zaman sekarang berumur 100 tahun? Wow banget.

Hardy penasaran dan ingin tahu kenapa si kakek mampu hidup selama itu. Apa rahasianya? Apa pelajaran hidupnya? Karena penasaran, Hardy menjadwalkan wawancara one on one dengan sang kakek.

http://2.bp.blogspot.com/-ojTLWPXzcNY/UL6g0G77naI/AAAAAAAAD9E/O7i77tBvGmg/s1600/100Years-300×270.gif

Awalnya si kakek menolak. Ia membenci publisitas. Tapi ia meyakinkan jika pengalaman hidupnya akan membantu orang yang masih muda. Si kakek akhirnya setuju. Mereka juga membuat kesepakatan jika sang kakek akan menuliskan pelajaran hidup yang didapatnya di atas kertas. Dalam bayangan pengarang buku Compound Effect itu, akan ada bertumpuk-tumpuk pelajaran hidup yang bisa dibagi.

Tibalah hari wawancara. Ternyata si kakek sangat kaya. Ia tinggal di rumah seperti mansion lengkap dengan petugas security. Padahal awalnya si kakek hidup miskin. Juga tidak mampu mengenyam pendidikan tinggi. Ini yang membuat Hardy semakin penasaran tentang rahasia si kakek.

Ia diterima di perpustakaan megah yang berisi berbagai macam buku. Mulai dari klasik hingga modern. Ternyata si kakek pembaca yang rajin. Meski tidak sekolah tinggi, ia terus belajar hingga masa tua.

Setelah berbasa-basi, Hardy bertanya ke pokok permasalahan. Mana daftar yang ingin dibagi?

Oh iya, kata si kakek yang kemudian merogoh sakunya. Ia menyerahkan selembar kertas. Ada sebaris kalimat tertulis disitu. Hanya ini? Tanya Hardy terkejut.

“Ya hanya satu lembar ini”.

Semua kebijaksanaan dalam 100 tahun hidupnya, hanya berupa satu kalimat?

“Iya, jika kamu mengikuti saran saya, hanya ini nasihat yang bisa saya berikan”.

Apa yang ditulis Centurion tadi?

“Only a few things matter, stick to it, and master it”.

Hanya ada beberapa hal yang penting, fokuslah, dan kuasai hal-hal penting itu.

Law of Critical Things

Saran si kakek centurion awalnya terdengar aneh. Tapi sesungguhnya sangat fundamental. Karena ternyata hidup mayoritas manusia dipusingkan dengan memikirkan banyak hal yang tak penting, dan melupakan sedikit hal yang sebenarnya benar-benar penting.

Bahasa gampangnya, mayoritas manusia menderita dua penyakit amnesia:

  1. Kita tidak tahu tujuan hidup kita
  2. Kita tidak tahu critical aspects apa saja yang berpengaruh besar dalam mencapai tujuan itu

Contohnya?

Coba lihat kehidupan kita. Apakah kita tahu LIFE GOAL yang penting dalam hidup kita? Apakah kita tahu apa yang ingin kita capai 5 tahun lagi? Apakah kita tahu warisan peradaban apa yang ingin kita tinggalkan untuk anak cucu kita?

Mayoritas dari kita beraktivitas hanya karena rutinitas. Kita tidak tahu kenapa kita melakukan apa yang biasanya kita lakukan. Rata-rata orang bekerja hanya untuk mencari uang dan membayar tagihan. Kita sering lupa jika setiap manusia pasti punya tujuan hidup yang istimewa.

Karena tidak memiliki LIFE GOAL yang jelas, kita jadi tidak bisa membedakan mana hal yang penting dan tidak penting. Kita tidak bisa mengidentifikasi “critical factor”. Apa itu? Pada dasarnya critical factor adalah aspek yang berpengaruh lebih penting dibandingkan hal lain.

Misalnya life goal kita adalah menjadi Chef kelas dunia, maka critical factor yang harus kita kuasai adalah pemilihan bahan makanan, teknik memasak, dan juga skill presentasi makanan. Bagaimana dengan ilmu manajemen keuangan restoran? Itu skill penting tapi tidak critical bagi seorang Chef. Ia bisa mendelegasikan kebutuhan skill itu dengan merekrut seorang akuntan.

Jika tujuan hidup kita adalah menjadi CEO kelas dunia, maka skill komunikasi, leadership, dan problem solving harus lebih diasah daripada kemampuan kalkulus atau matematis. Jika ingin jadi dokter paling canggih ya focus belajar ilmu kedokteran dan bisa mengesampingkan pelajaran tentang kesenian.

Karena itulah jika Anda perhatikan, semakin tinggi jenjang pendidikan maka topic yang dipelajari semakin sedikit. Pelajarannya semakin sempit tetapi pembahasannya semakin dalam. Karena sesuai pesan Centurion: Only a few things matter, stick to it, and master it.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail