Tag Archives: effort justification

#60 Effort justification: Kenapa kita menyukai sesuatu yang didapatkan dengan susah

Pada awal 2014 dunia dikejutkan dengan game mobile yang dibuat developer Vietnam. Flappy Bird sempat menjadi games gratisan yang paling banyak didownload di Apps store. Memberi pendapatan 50.000 dollar per hari kepada Dong Nguyen si developer.

Game itu begitu digandrungi netizen hanya karena satu alasan: sangat susah dimainkan!. Salah satu bentuk kepuasan yang berasal dari effort justification.

Contoh lainnya, kenapa kita sering beranggapan jika masakan diluar tidak seenak masakan kita sendiri? Karena saat memasak sendiri, kita menghabiskan banyak upaya yang melelahkan. Otak kita lalu meresponnya dengan memberikan kepuasan yang lebih tinggi.

Itulah effort justification. Jika kita menghabiskan banyak upaya untuk melakukan/mendapatkan sesuatu, kita cenderung menghargainya lebih. Sama saat kita menyukai sweater rajutan tangan sendiri dibandingkan sweater hasil pabrikan. Atau saat reuni SMA, teman yang kuliah di kedokteran akan dipandang terhormat karena satu alasan: Sekolah dokter itu susah! (dan mahal).

Effort justification dapat menghasilkan penilaian yang bias. Seorang manajer yang menghabiskan banyak waktu dalam sebuah project, tidak akan mampu memberikan penilaian objektif terhadap project itu. Penulis yang menghabiskan waktu tahunan untuk satu buku, akan menganggap buku itu sebagai mahakarya masterpiece. Sutradara yang melakukan shooting dengan budget trilyunan, akan percaya filmnya punya kualitas Oscar.

Pemasar menggunakan effort justification untuk memanipulasi orang lain. Mereka menciptakan tantangan, dan tidak memberi reward terlalu mudah. IKEA meminta konsumennya merakit sendiri untuk menghemat space dan terbukti menghasilkan kepuasan bagi pelanggannya (hey ini rakitanku loh!).

Ketika pertama kali diperkenalkan di Amerika, tepung cake instant dibenci ibu-ibu. Kenapa? Karena terlalu mudah. Produsen lalu memberikan tantangan dengan mewajibkan sang Ibu untuk menyiapkan telur dan mentega secara terpisah.

Demikian juga dengan jodoh. Lawan jenis yang sulit “ditaklukkan” justru malah bikin penasaran. Tapi kalo tampang kita pas-pasan ya ga usah sok jual mahal dan memanfaatkan effort justification. Ada yang mau nawar aja sudah syukur hehehe.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail