Tag Archives: illusion of attention

#85 Illusion of attention: Kenapa yang kita lihat bisa saja tipuan

Pada 1999 psikolog Daniel Simons dan Christopher Chabris membuat eksperimen sederhana. Mereka menampilkan video sekelompok orang (3 orang baju putih, 3 orang baju hitam) sedang mengoper bola basket. Instruktur di video meminta Anda untuk menghitung jumlah operan yang dilakukan peserta berbaju putih.

Ditengah kegiatan mengoper bola, tiba-tiba ada orang berpakaian gorilla yang berjalan diantara peserta. Anehnya, mayoritas dari responden mengaku tidak melihat ada gorilla besar yang nongol di tengah-tengah mereka. Jika penasaran, Anda bisa menonton “The Monkey business illusion” di youtube.

Itulah illusion of attention: saat kita terlalu menaruh perhatian pada sesuatu aspek, kita sering melewatkan hal besar yang tengah terjadi.

Hal ini yang menyebabkan kita dilarang menelpon saat menyetir. Perhatian yang terbagi antara jalan raya dan pembicaraan di telpon bisa memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Pesulap adalah profesi yang paling banyak memanfaatkan illusion of attention. Contohnya tipuan kelinci dari topi. Pesulap akan membuat kita memperhatikan topi dan sapu tangan yang ia bawa. Dua buah benda yang sengaja dimainkan untuk menciptakan illusion of attention. Padahal kunci trik itu ada pada kelinci yang tersembunyi dibawah meja.

Pencopet juga sering menggunakan illusion of attention untuk mengalihkan perhatian korbannya. Saya hampir kehilangan handphone saat ada orang mengajak ngobrol dan disaat yang sama berpura-pura menawarkan pijat gratis (ternyata ada komplotannya yang bergerak merogoh saku saya).

Dalam dunia intelejen, illusion of attention tercipta dengan menciptakan scenario yang bisa mengalihkan perhatian public. Contohnya invasi yang dilakukan oleh AS kepada Irak. Isu senjata pemusnah masal yang dihembuskan adalah illusion of attention agar dunia tidak sadar tentang kepentingan ekonomi dan politik yang ada dibelakangnya.

Pelajarannya: perhatian kita bisa menipu. Terlalu focus pada hal kecil membuat kita melupakan hal lain yang lebih besar.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail