Tag Archives: justification

#52 Power of Justification : Kenapa kita suka mencari alasan

Sedang antri panjang dan ingin menyerobot dengan cara sopan? Mudah. Cukup gunakan kata ajaib “karena”. Ciptakan alasan yang valid dan komunikasikan dengan asertif.

Psikolog Harvard Ellen Langer pernah mencobanya. Menggunakan antrian fotokopi di perpustakaan, ia mencoba menggunakan dua pendekatan untuk membujuk orang didepannya.

“Excuse me, I have five pages. May I use the Xerox machine?” success rate hanya 60%. Klo situ punya 5 halaman untuk di fotokopi, so what gitu loh? (anjir bahasa millennium).
Ia lalu merubah pendekatannya.

“Excuse me, I have five pages. May I use the Xerox machine? Because I’m in rush” ternyata 94% orang akan mempersilakannya untuk duluan.

Itulah kesaktian alasan. Karena manusia membutuhkan justifikasi untuk tindakan yang ia lakukan. Jika kita tidak memberikan alasan, orang akan berpikir: “kenapa saya harus memberikan antrian saya?”. Dengan alasan yang valid, orang akan berpikir: “Saya telah membantu orang yang sedang dikejar deadline”.

Maskapai yang hanya mengungumkan delay tanpa alasan yang jelas, pasti akan diamuk penumpangnya. Oleh karena itulah kita sering mendengar pengumuman: “Karena alasan operasional, pesawat XX terlambat 30 menit”. Pengumuman standard tapi terbukti mampu menenangkan hati penumpang.

Sekolah Pasca Sarjana mewajibkan Anda menulis essay, untuk mengetahui alasan Anda ingin bersekolah disana. HRD juga sering bertanya apa alasan Anda ingin bekerja di perusahaan mereka. Intinya, kita butuh penjelasan atas tindakan yang dilakukan.

Tapi terlalu banyak beralasan juga tidak bagus. Kebiasaan beralasan menciptakan cognitive dissonance (bab 50) untuk menjustifikasi tindakan yang kita lakukan, atau sekedar menyalahkan pihak lain (blaming).

“Kenapa negara kita tidak maju? Karena kesalahan rezim sebelumnya”.

“Kenapa perusahaan kita rugi? Karena pelemahan ekonomi global dan serbuan produk Tiongkok”.

Gunakan alasan dengan bijak. Banyak orang belum mencapai impiannya, karena alasan (motivasi) yang lemah. Jika Anda ingin jadi pengusaha, temukan alasan kenapa Anda harus bekerja keras membangun bisnis. Jika ingin jadi pejabat, temukan alasan kenapa rakyat harus memilih Anda.

Jika ingin hidup bermakna, temukan alasan kenapa Tuhan menciptakan Anda.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail