Tag Archives: lean

#83 Via Negativa

Dalam Art of Thinking Clearly karya Rolf Dobelli, diceritakan jika Paus Julius II pernah bertanya kepada Michelangelo:

“Apa rahasia kejeniusanmu? Bagaimana bisa kamu menciptakan patung David, masterpiece dari segala masterpiece?”

Michelangelo menjawab singkat:

“Sederhana. Saya membuang semua bagian yang bukan David”.

Gampangannya, jika Michelangelo melihat sebongkah batu raksasa, ia sudah bisa melihat David didalamnya dan tinggal membuang bagian yang tidak berguna: bongkahan yang bukan bagian tubuh David.

Jawaban Wdiatas memberikan kita petunjuk: terkadang kita tidak tahu rahasia kesuksesan, tapi kita jelas tahu penghalang kesuksesan. Yang perlu kita lakukan hanyalah tidak melakukan sesuatu yang bisa menghalangi kesuksesan itu.

Ini membuktikan jika negative knowledge (mengerti not to do – apa yang sebaiknya tidak dilakukan) sama pentingnya dengan positive knowledge (what to do – apa yang harus dilakukan). Teolog menyebutnya Via negativa dan menggunakannya untuk menjelaskan Tuhan kepada orang atheist. Bukan dengan menjelaskan ‘apa itu Tuhan’, tapi dengan menjelaskan ‘ apa yang bukan Tuhan’.

Manajemen modern membalut via negativa dalam berbagai metode canggih dan keren seperti Lean Six Sigma. Padahal Intinya sama: membuang aktivitas yang tidak perlu dan tanpa nilai tambah. Digabung dengan Kaizen, Anda akan menemukan rahasia kesuksesan produk Jepang: terus melihat kelemahan sendiri dan terus memperbaiki diri.

Kita bisa menerapkan via negativa untuk memperbaiki kehidupan pribadi. Kuncinya sama: tahu apa yang harus dihindari.

Contohnya jika saya ingin jadi petinju juara dunia, maka akan ada beberapa kategori aktivitas yang bisa saya lakukan:

  1. Aktivitas bermanfaat yang saya sukai. Misal: menambah asupan protein dalam makanan
  2. Aktivitas bermanfaat yang tidak saya sukai. Misal: berlatih beban
  3. Aktivitas tidak bermanfaat yang saya sukai. Misal: bermalas-malasan dan bermain game seharian
  4. Aktivitas tidak bermanfaat yang tidak saya sukai. Misal: merokok

Menerapkan via negativa berarti mengurangi kebiasaan negative yang menjauhkan diri dengan pencapaian mimpi kita sendiri.

Karena kita semua pasti punya mimpi-mimpi. Dan terkadang kita tidak pernah tahu cara mewujudkan mimpi itu. Tapi kita semua tahu tindakan atau kebiasaan yang menghalangi diri kita dalam mencapai mimpi.

Yang perlu kita lakukan hanyalah melakukan via positiva: melakukan tindakan yang bermanfaat, dan via negativa: menghindari aktivitas yang penuh mudharat.

activity matrix

Karena itulah agama saya mendefinisikan ketakwaan dengan konsep sederhana: mematuhi perintah-Nya (what to do), dan menjauhi larangan-Nya (not to do).

Hal ini juga yang menjadi rahasia Luqman Ibn ‘Anqa’ Ibn Sadun sehingga ia mendapat gelar Al-Hakim, orang yang bijaksana.

“Aku tahan pandaganku, aku jaga lisanku, aku perhatikan makananku, aku pelihara kemaluanku, aku berkata jujur, aku menunaikan janji, aku hormati tamu, aku pedulikan tetanggaku, dan aku tinggalkan segala yang tak bermanfaat bagiku”.

Lagi-lagi penerapan via negativa.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail