Tag Archives: motivation crowding

#56 Motivation crowding: Kenapa terkadang uang adalah insentif yang buruk

Misalnya Anda sedang menyetir di jalan menuju kantor. Tiba-tiba terlihat teman Anda sedang menunggu angkot di pinggir jalan. Anda berhenti dan menawarkan tumpangan sampai kantor. Begitu sampai, teman Anda tak lupa mengucapkan terima kasih sambil menyodorkan uang 5 ribu, pengganti ongkos angkot.

Apa yang terjadi? Mayoritas dari kita pasti menolak uang itu karena tidak mau disamakan dengan angkot. Kita memberikan tumpangan dengan tulus, dan adanya “uang bensin” justru merusak semuanya. Inilah yang disebut sebagai motivation crowding, dimana insentif moneter justru menurunkan intrinsic motivation.

Bruno Frey dari University of Zurich pernah meneliti tentang penerimaan penduduk di salah satu desa (Wolfenschiessen), terhadap limbah radioaktif. Dalam community meeting, ternyata 50,8% penduduk menerima. Dengan alasan kebanggaan nasional, dan obligasi moral membantu sesama.

Di kesempatan kedua, diadakan survey dengan satu insentif tambahan: setiap penduduk akan mendapatkan $ 5000 yang dibayarkan dari pajak. Hasilnya, tingkat penerimaan justru turun hingga 24,6% saja!.

Dalam buku Freakonomics juga terdapat contoh kasus motivation crowding penitipan anak. Karena banyak orang tua yang terlambat mengambil anaknya di sore hari, diberlakukan denda. Ternyata karena ada denda ini, justru semakin banyak orang tua yang sengaja terlambat. Toh, mereka tinggal membayar denda!.

Intinya, ada banyak motivasi non-moneter yang menggerakkan manusia. Karena hidup tidak cuma mencari materi. Beranggapan jika insentif moneter bisa mengendalikan prilaku manusia hampir sama dengan menaikkan gaji pejabat dan bertaruh mereka tidak akan korupsi.

Karena itu juga banyak orang resign meski punya gaji megah dan fasilitas berlimpah, demi mengejar passion atau panggilan jiwa. Toh untuk apa jadi kaya jika tidak bahagia?

Steve Jobs, pendiri Apple, tahu tentang motivasi intrinsic ini. Ketika ingin membajak John Sculley, CEO Pepsi untuk bergabung dengan Apple, ia hanya mengajukan satu pertanyaan singkat:

“Apakah kamu ingin menjual air gula seumur hidupmu atau ingin mengubah dunia?”

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail