Tag Archives: raja

Tiga Pemuda Batu

Sumpah pemuda pasti ngomongin pemuda. Ga mungkin kan ngomongin kakek tua. Kami, pemuda Indonesia berbangsa satu, berbahasa satu, dan beristri satu bla bla bla gitu deh.. pasti bosen kan klo saia nulis begituan? Karena itu saya Cuma mau sharing cerita rakyat Himalaya tentang Para Pangeran Berubah Menjadi Batu. Cerita ini saya cuplik dari Si Gajah dan Sekumpulan Semut karya Eurice de Souza. Buku berisi kumpulan cerita rakyat India. Cekidot bro:

ronosaurusrex.com

Pada suatu masa, hiduplah seorang raja yang memiliki tiga orang putra. Sang raja sering meminta ketiga putranya berkuda mengelilingi kerajaan untuk mengetahui keadaan rakyatnya.

Suatu hari, ketika putra sulung tengah berkuda melewati sebuah hutan, ia melihat empat ekor kuda yang gagah sedang merumput di pinggir sebuah kolam. Seorang pertapa mengawasi kuda-kuda itu selagi mereka merumput.

“Tuan”, kata pangeran seraya berjalan mendekati pertapa itu, “Mereka adalah kuda-kuda tercantik yang pernah saya lihat. Bolehkah aku menunggangi salah satu kuda ini sebentar saja?”

“Tentu saja boleh”, jawab sang pertapa. “Pilih satu kuda yang paling kau sukai dan silakan tunggangi sepanjang hari ini. Tetapi, kau harus kembali sebelum sore, dan ceritakan petualanganmu kepadaku serta apa artinya. Jika tidak, aku akan mengubahmu menjadi pilar batu”.

Sang pangeran merasa sangat senang. Ia menaiki seekor kuda dan pergi menungganginya. Selagi berkuda, pangeran melewati sepetak kecil kebun sayur mayor yang dipagari dengan papan kayu yang panjang dan tajam sehingga tidak bisa dimasuki oleh siapa pun. Ketika ia berhenti untuk melihat-lihat tempat itu, betapa terkejutnya sang pangeran melihat papan kayunya berubah menjadi sabit yang kemudian bergerak memangkas sayur mayor didalam kebun.

Bingung dan ketakutan, pangeran berkuda pulang secepat mungkin untuk kembali ke pinggir kolam, dan ia pun menceritakan kepada pertapa apa yang telah ia lihat.

“Apa arti kejadian itu?” tanya pertapa.

“Aku tidak tahu” jawab pangeran. “Kupikir justru Tuanlah yang akan menjelaskan artinya padaku”

“Tidak tahu!” seru pertapa. “Bagaimana mungkin kau bisa memimpin sebuah kerajaan jika kau tidak bisa memahami bahkan untuk hal-hal yang paling sederhana? Kau akan berubah menjadi batu karena kebodohanmu”.

Segera setelah kutukan itu diucapkan oleh pertapa, pangeran berubah menjadi sebuah pilar batu.

Keesokan harinya, pangeran kedua berkuda menuju untuk mencari kakaknya, dan ia pun bertemu dengan pertapa di pinggir kolam beserta keempat kuda yang sedang merumput. Sama seperti kakaknya, pangeran kedua juga bertanya kepada pertapa apakah ia boleh menunggangi salah satu kuda itu, dan sang pertama pun menyebutkan syarat yang sama.

“Aku sudah beribu-ribu kali berkuda melewati daerah ini” kata pangeran. “Dan, aku tidak pernah melihat sesuatu yang aneh”.

“Kita lihat saja nanti” balas pertapa, dan pangeran kedua pun berkuda ketempat yang jauh.

Beberapa jam kemudian, ia kembali.

“jadi bagaimana?” tanya pertapa. “Apakah kau melihat sesuatu yang aneh?”

“Oh, iya” jawab pangeran. “Aku bertemu dengan seorang Continue reading Tiga Pemuda Batu

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail