Tag Archives: segitiga landak

Sedikit Catatan Tentang Money vs Meaning

Senin kemarin banyak teman yang mem-forward tulisan Rhenald Kasali soal Money dan Meaning. Hidup itu cari uang atau makna? Dengan penuh contoh nyata, penulis favorit saya ini menunjukkan jika orang-orang hebat bekerja bukan untuk money, tapi untuk meaning. Mereka tidak mencari harta. Tapi melakukan sesuatu yang meaningful, bermakna.

Rhenald mengutip pesan Co-Founder Apple, Guy Kawasaki kepada kaum muda:

“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab, kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’, maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”

Tapi apakah benar seperti itu?

Apakah dengan melakukan sesuatu yang bermakna, kita akan mendapatkan semuanya?

Segitiga Landak

Saya kurang sependapat dengan Rhenald. Karena tidak selamanya hal yang meaningful, ternyata bisa menjadi sesuatu yang resourceful. Karena meaning Continue reading Sedikit Catatan Tentang Money vs Meaning

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Segitiga Landak

Bagaimana menemukan bisnis yang cocok dengan kita?

Pertanyaan yang sering ditanyakan dalam seminar-seminar kewirausahaan. Biasanya dilontarkan oleh mereka yang belum pernah punya bisnis. Masih pemula dan terus meraba-raba. Dan pertanyaan ini pula yang kembali ditanyakan oleh seorang teman saya. Dia resign setelah menjadi auditor kantor akuntan public ternama guna mengejar cita-citanya menjadi pengusaha.

Okay, saya tidak ingin menggurui. Saya juga masih belajar. Beberapa kali berbisnis sejak SMA hingga kuliah. Mayoritas untung. Tapi tidak jarang juga rugi. Yang pasti, tidak ada bisnis saya yang sustain, berkelanjutan. Semua sifatnya musiman. Karbitan. Dadakan. Sporadic. Atau apa lah namanya.

Saya pernah berjualan buku bekas pelajaran saat tahun ajaran baru. Menjual bunga saat valentine. Takjil pisang ijo saat puasa. Bahkan menjadi pedagang asongan. Yang bertahan agak lama, saya pernah membuka dealer motor bekas selama 10 bulan, dan menjadi peternak bebek petelur selama 1 tahun. Semua dilakukan disela-sela jadi anak sekolahan.

Setelah lulus pertengahan 2011 lalu, sekarang status saya justru jadi pegawai kantoran biasa. Niatnya belajar sambil mencari modal social untuk membayar hutang yang masih ada. Hehehe.

So, saya tidak punya kapabilitas untuk memberikan petuah sakti. Saya hanya ingin berbagi model dari Jim Collins dan sedikit matriks yang saya ciptakan sendiri. Sedikit oleh2 dari teori di bangku kuliah yang tersisa. Semuanya tentang menemukan peluang bisnis yang ada.

Segitiga Landak

Jim Collins dalam karya masterpiece-nya, Good to Great, melakukan penelitian terhadap perusahaan paling sukses di dunia. Hasilnya, ia melihat semua perusahaan sukses menerapkan prinsip dari segitiga landak. Anda tahu landak? Binatang bercula satu. Oh, itu badak. Landak adalah hewan berduri yang jadi icon video game SEGA lewat tokoh Sonic the Hedgehog.

Prilaku landak sangat sederhana. Ia terfokus. Tidak gampang teralihkan ketika sedang berburu. Dan punya self defense mechanism yang bagus lewat duri-durinya. Yang jelas, menurut Collins, semua perusahaan hebat harus seperti landak: Sederhana. Focus. Dan punya pertahanan kuat.

Semua perusahaan hebat harus punya tiga hal: Continue reading Segitiga Landak

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail