Tag Archives: yoga

Resep Menjadi Kaya dari Zaman Babilonia

Ini bukan tentang MLM.
Bukan juga soal ilmu ghoib.
Atau rahasia investasi milyarder.
Ini tentang buku klasik tahun 1926 yang selalu nongol di daftar bacaan orang-orang kaya. Membuat saya penasaran. Dan akhirnya ikutan membaca juga.
The Richest Man in Babylon. Karya George Clason. Buku kecerdasan finansial yang dirangkum dalam cerita sederhana.
Tersebutlah Arkad. Pembuat tablet tanah liat yang bisa menjadi orang terkaya di Babilonia. Koq bisa?
Karena Ia mengamalkan tiga rahasia sederhana.
Tiga Rahasia Sederhana
Arkad ternyata awalnya hanya pembuat tablet tanah liat (sebagai media tulisan/prasasti). Ia bukan founder startup, programmer hacker, atau artis bokep dengan follower jutaan.
Ia hanyalah orang biasa dengan satu pembeda: Keinginan untuk memiliki hidup yang lebih baik.
Suatu hari, Algamish, seorang kaya berkedok rentenir di zamannya, memesan tablet. Ia ingin tablet itu jadi besok pagi. Ditawarkan juga upah yang lumayan.
Tak puas hanya dengan uang, Arkad mengajukan penawaran.
“Aku akan menyelesaikan pesananmu tapi setelah itu tolong ajari aku cara menjadi kaya raya”.
Itu inti terjemahan bebas permintaan Arkad. (Jujur aja, buku ini ditulis tahun 1929 dan saya menemukan banyak kosa kata Inggris jadul yang sekarang hanya dipakai untuk menulis puisi).
Arkad rupanya mencari seorang mentor. Dan ia tahu: pengetahuan akan mendatangkan kekayaan. Satu dollar yang ditanam di kepala, akan melahirkan 100 dollar di kantong.
Algamish tertarik dengan tawaran itu. Tak biasanya ada pembuat lempeng yang ingin belajar dan bertanya tentang cara mendapat kekayaan. Kesepakatan pun dibuat.
Besoknya, setelah lembur ditemani kopi, bear brand, dan Red Bull, jadi juga tuh lempengan. Sekarang giliran Algamish yang harus menepati janjinya. Membocorkan rahasia menjadi kaya.
Resepnya jika dirangkum akan seperti ini:
“You first learned to live upon less than you could earn. Next, you learned to seek advice from those who were competent through their own experience to give it. And, lastly, have learned to make gold work for you”.
Aplikasi Tiga Saran Tadi
Bingung? Kalau saya rangkum aplikasinya, setidaknya ada tiga perkara:
#1 A part of all you earn is yours to keep.  Sisihkan 1/10 dari Pendapatan. Berapapun gaji/pendapatan Anda, wajib hukumnya untuk menyisihkan 10%. Pokoknya gimana caranya pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan.
#2 Terus Belajar dan Bertanya ke Para ahli
Inilah pentingnya ilmu pengetahuan dan lingkaran pergaulan. Anda ingin kaya? Maka wajib belajar dan bertanya ke orang yang tepat. Karena itulah orang-orang tajir selalu meng-hire orang yang lebih pintar dari mereka. Karena bertanya ke orang yang salah, sama saja mendapatkan jawaban yang salah.
#3 Membuat Pendapatan Bekerja
Ini tentang menggerakkan 1/10 harta yang telah kita kumpulkan. Tentang membuat uang kita berkembang dengan berinvestasi ke bisnis/asset yang tepat. Anda tak akan menjadi kaya hanya dengan menabung. Anda akan menjadi kaya lebih cepat dengan memutar tabungan Anda.
Simple kan? Secara teori iya: Sisihkan 1/10 dari penghasilan dan kumpulkan modal. Terus belajar. Dan berinvestasi / membuat usaha dengan uang yang kita kumpulkan tadi.
Namun pada praktiknya kita lebih tertarik untuk mikirin kredit sana-sini, main game sampai lupa belajar, dan menggantungkan pendapatan hanya pada pekerjaan yang memberikan kita gaji saat ini.
Karena itulah Algamish berpesan:
“Wealth, like a tree, grows from a tiny seed. The first copper you save is the seed from which your tree of wealth shall grow. The sooner you plant that seed the sooner shall the tree grow. And the more faithfully you nourish and water that tree with consistent savings, the sooner may you bask in contentment beneath its shade.”’
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Cerita Rahasia Selama di AirAsia

Tak terasa sudah 4 tahun saya “belajar” di AirAsia (ga pake spasi “Air Asia” ya!), banyak cerita yang saya alami. Sekarang, di last day saya nongkrong disini, ada 4 cerita yang harus saya bocorkan, sekalian iklan lowongan haha.

Tentang ID90: Rahasia jalan-jalan hemat

Di AirAsia setiap allstars (sebutan untuk staff) pasti mendapat benefit ID90. Apa itu? ID90 berarti diskon 90% dengan menunjukkan ID karyawan dan keluarga intinya. Ga salah lihat? Iya beneran 90%! Kesemua rute! Ini yang membuat saya males check-in di socmed kalau sedang di bandara. Lha wong hampir setiap minggu!.

Dengan ID90 ini kamu bisa ke Bali/Jogja/Surabaya pp Cuma 300rban. Atau ke Singapura/KL/Bangkok pp sekitar 700-900rb an. Selain itu kita juga dapat jatah coupon 16 point. Untuk penerbangan dibawah 4 jam, biayanya 1 point, sedangkan diatas 4 jam, ongkosnya 2 point. 16 point berarti saya bisa pulang pergi Jakarta-Tokyo 8x setahun secara gratis!

Dan nikmat tiket mana yang engkau dustakan?

Tentang Duty Travel: Kerja Sambil Jalan-jalan

Duty travel artinya perjalanan dinas. Tapi berbeda dengan perjalanan dinas PNS yang biasanya nyaman dan penuh rombongan, duty travel di AirAsia sangat efisien. Klo bisa pulang tektok, ga usah nginep hotel (saya sering ke SIN atau KL dateng pagi pulang malam). Klo cukup sendiri, ga perlu ngajak orang lain.

Total saya sudah duty travel sekitar 300 kali, menginap di hotel 90 hari, dan bisa halan-halan gratis ke 8 negara. Duty travel pertama: 3 hari setelah masuk kerja. Saat itu ada konferensi pariwisata di Singapura.

Duty travel “paling sengsara”: Kunming, Tiongkok. Saya pergi sama Bayu. Anak sales yang baru pertama kali keluar negeri. Sengsaranya gimana?

Waktu kita landing ke Kunming, karena ga bisa bahasa China and Ibu-ibu driver taksinya ga bisa bahasa Inggris, kita Cuma nunjukin brosur tempat event-nya. Ibu-nya langsung tancap gas dan membawa kita ke pinggir kota.

Karena su’udzon, saya iseng-iseng cek google maps (pake roaming karena google di blokir). Wah koq kita diarahin ke tanah kosong antah berantah? Langsung saya minta driver untuk putar balik dan menunjukkan lokasi Gmaps. Setelah ngobrol pake bahasa tarzan, akhirnya kami diantar ke tujuan sesuai Gmaps.

And ternyata dong, kita salah alamat! Kami menunjukkan exhibition center yang lama, sedangkan acara kami harusnya di exhibition center tempat baru. Jadi karena Google ga update di China, “area kosong” di peta sekarang sudah berubah jadi exhibition center kelas dunia. Dan berarti awalnya Ibu taksi udah bener!.

Penderitaan belum berakhir sodara-sodara! Setelah nyegat taksi lagi dan berhasil sampai di tempat pameran untuk registrasi, waktunya check in ke hotel. Tapi naik apa? Rata-rata orang bawa mobil, taksi yang lewat semuanya penuh, mau install uber/Didi ga bisa verifikasi.

Akhirnya kami jalan kaki 2 km sampai nemu halte bis. Karena ga tau rute dan semua pake bahasa Sun Go Kong, kami asal naik. Eh malah kesasar and ga nyampe-nyampe! Karena lelah, kita putuskan turun dan alhamdulilah ada taksi lewat.

Besoknya, karena trauma ribet pulang, kami sepakat menggunakan layanan bike-sharing. Cuma modal aplikasi dengan biaya 1 yuan. Akhirnya kami ngontel 10 km untuk pulang setiap hari. Lumayan olahraga.

Urusan makan juga gitu. Karena takut ga halal, saya putuskan Cuma makan telur rebus. Jadinya setiap sarapan saya makan 8 butir telur sekalian untuk makan siang dan makan malam. Waktu di kamar, tiba-tiba tercium bau telur.

“Sorry gw kentut ya Bay..”

Tentang Tulisan viral ke Tony Fernandez

Waktu itu facebook baru meluncurkan aplikasi untuk korporat bernama workplace. Ini semacam jaringan komunikasi internal. Dengan workplace, AirAsia ingin membuat komunikasi antar departemen lebih cair, dan interaksi antar allstars lebih hidup.

Nah, waktu sosialisasi, ada utusan dari KL yang buka booth. Kita dapat merchandise kalau install, register, dan upload foto profil pake foto yang keliatan mukanya. Ga boleh pake foto artis bokep atau hewan lagi selfie. Terus saya penasaran, “Kenapa harus pake profil picture?”

“Because Tony said so…”

What a stu**d reason. Karena prinsip saya: kita harus melakukan sesuatu karena hal itu baik bagi organisasi, bukan karena disuruh atasan.

Udah deh, saya bikin tulisan yang mengkritisi budaya “boss said” ini. Judulnya “Tony said” dan saya posting di Workplace. Langsung meledak. Bos saya yang lagi regional meeting di Bangkok harus menjelaskan “emang Yoga anaknya kaya gitu” ke team regional. Saya juga jadi berdebat ama Tony di workplace soal budaya ini.

Tapi banyak juga yang memuji. Commercial director China langsung merepost-nya dan memposting ke group manajemen. Director commercial regional langsung men-japri dan memberika assurance “you can talk to me directly”.

Saya jadi terkenal. Ada bule  regional yang tiba-tiba ngajak selfie waktu dia meeting di Jakarta.

“So this is famous Yoga!”. Yo wes, intinya saya ga jadi dipecat haha.

Tentang Baju ihram Untuk ke party

Terakhir cerita soal baju. Di AirAsia tak ada seragam (untuk back office), karena itu saya lebih memilih kaos dan celana jeans. Sebenarnya ada “dress code”. Senin warna putih, selasa batik, jumat merah, dll tapi saya ga pernah ngikutin hehe.

Bahkan saya pernah pakai baju gamis yang bikin kaget orang sekantor. Tapi yang bikin heboh saat annual party 2017 lalu. Seperti biasa, ada kontes berhadiah jutaan rupiah. Sempat terpikir untuk sewa kostum. Setelah menghitung probabilitas dan return on investment (membandingkan kemungkinan menang, sewa, dan hadiah), ternyata cukup masuk akal juga.

Masalahnya, kostum yang saya inginkan sudah out of stock semua (karena last minute). Terus kira-kira kostum apa ya yang unik?

Karena temanya Wonderland dan waktu itu saya sedang baca buku tentang Holy Land (Yerussalem), pagi-pagi kepikir: kenapa ga pake baju ihram aja ya? Toh ongkosnya nol karena sudah ada.

Jadilah ada penampakan manasik haji di salah tempat nongkrong di daerah SCBD. Siapa tau ada yang mau mabok jadi insyaf, yg mau zinah jadi tobat, dan yang mau makan jadi kenyang (ya kali). Alhamdulilahnya, saya terpilih jadi top 10 best costumer dan dapat duit beberapa juta! Yey, alhamdulilah.

(Ga usah pake gambar biar ga dikira melecehkan ya!)

*********

Yang paling bakal saya kangenin ya orang-orang keren didalamnya. Disini lingkungannya fun, terbuka, dan banyak orang pinter buat tempat belajar. Saya ga mungkin lupa saat abis kemalingan. Teman-teman langsung patungan untuk memberikan HP dan uang santunan. Makasih banyak ya guys!.

Mau gabung kesini? Yuk apply mumpung ada lowongan. Kalo kamu marketer gaul yang ngerti marketing strategy, digital, data analytic, punya leadership dan suka mbolang keliling dunia, coba aja daftar. Dijamin ga bakal nyesel hehe.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Cerita Sederhana Tentang Laki-laki Tua yang Meninggalkan Ibu Saya

Kemarin Bapak pulang. 1 Agustus 2017, jam 6.30 malam.

Bapak pulang setelah menuntaskan tugasnya selama 71 tahun: menjadi makhluk Tuhan yang baik.

Saya percaya Bapak pulang tidak dengan tangan hampa. Ada sayap-sayap kebaikan yang menemaninya.

“Bapak seneng banget ngelihat petani binaan Bapak sudah sukses”. Saat itu ia bercerita ketika pulang nostalgia dari Sulawesi Selatan.

Keluarga kami memang pernah menetap belasan tahun disana. Saat Bapak jadi kepala dinas perkebunan. Usaha Bapak keluar masuk hutan membuahkan hasil.

Sekarang mantan staff-nya ada yang jadi Bupati, petani binaannya yang dulu miskin kini punya mobil bagus, daerah yang dulunya terbelakang, kini maju agri business-nya.

Saya masih ingat saat solo traveling ke daerah itu waktu masih mahasiswa. Orang2 sangat menghormati nama Bapak. Saat saya pulang, mereka berebut memberikan sangu dan oleh-oleh.

Pelajaran yang saya terima: kita akan bahagia saat membuat orang lain bahagia.

Warisan Kenangan

Bagian tersedih dari kehilangan orang yang kita cintai adalah saat kenangan indah bersamanya masih melekat di hati.

Otak kita seperti memutar film klasik, dimana kita hanya bisa menonton tanpa pernah bisa menginterupsi.

Saya masih bisa Continue reading Cerita Sederhana Tentang Laki-laki Tua yang Meninggalkan Ibu Saya

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Kenapa Kita Harus Bertanya Kenapa?

Yoda sayang,

Saat kamu sedang belajar berbicara nanti, ada satu kata yang harus kamu pelajari sebelum “Tuhan”, “Kapitalisme”, “Return of investment”, “Mama”, atau “cucu”. Kata ini begitu penting, dan telah menjadi kunci sukses perkembangan umat manusia. Banyak penemuan lahir dari kata ini. Meski ada pemikir hebat yang dibunuh karena mengucapkan kata ini.

Kata itu adalah: “Kenapa?”

Memangnya, kenapa kita harus bertanya kenapa? Setidaknya karena tiga sebab sederhana.

Pertama, kenapa adalah kata pembuka. Ia adalah kunci pengetahuan. Tak ada pengetahuan yang ditemukan tanpa pertanyaan “kenapa?”. Newton memformulasikan hukum gravitasi karena bertanya kenapa apel bisa jatuh. Adam Smith disebut pencetus ilmu ekonomi karena bertanya apa rahasia kekayaan sebuah bangsa. Darwin bisa menghasilkan teori evolusi yang kontroversial karena bertanya kenapa makhluk hidup bisa sangat beraneka ragam.

Pada dasarnya, pengetahuan selalu diawali dari keingintahuan. Dan percayalah Yoda, pengetahuan adalah kekuatan dan kekayaan. Jika ingin mendapatkannya, mulailah dengan bertanya: “Kenapa?”.

“Kenapa kita lahir kedua? Kenapa ada orang kaya? Kenapa harus ada Negara? Kenapa kita beragama? Kenapa alam semesta tercipta?”

Alasan kedua: semakin kamu dewasa, semakin sedikit orang yang bertanya. Orang dewasa akan menganggap pertanyaan kenapa adalah pertanyaan milik anak kecil yang tak perlu dijawab. Mereka hidup dalam kedamaian karena merasa telah menemukan jawaban. Padahal, sesungguhnya mereka tak pernah berani bertanya.

Mereka bekerja, tanpa tahu kenapa mereka harus bekerja. Mereka menjalani rutinitas, tanpa berani bertanya kenapa mereka melakukannya. Mereka menerima struktur organisasi dalam bentuk Negara, agama, dan tata social yang ada tanpa pernah mempertanyakannya. Orang dewasa sudah lupa bagaimana serunya bertanya.

Terakhir, bertanya Kenapa akan memberimu pola pikir yang radikal. Radikal bukan berarti anarkis atau merusak. Radikal dalam hal ini berarti “mengakar”. Kamu akan belajar berpikir dalam level epistemologis, titik dasar sebuah ide. Pertanyaan kenapa akan membantumu memisahkan permasalahan subtantif dan tentative. Mana yang penting, dan mana yang tidak. Mana isi, mana kulit. Mana yang aksi, dan mana yang motivasi.

Karena itu, Yoda sayang, teruslah bertanya. Teruslah ragu. Teruslah mempertanyakan semuanya. Yakinlah jika kecerdasan seseorang dinilai dari pertanyaannya, sedangkan kebijaksanaan seseorang akan dinilai dari jawabannya.

Tanya Kenapa?
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail