Tag Archives: yoga

Cerita Sederhana Tentang Laki-laki Tua yang Meninggalkan Ibu Saya

Kemarin Bapak pulang. 1 Agustus 2017, jam 6.30 malam.

Bapak pulang setelah menuntaskan tugasnya selama 71 tahun: menjadi makhluk Tuhan yang baik.

Saya percaya Bapak pulang tidak dengan tangan hampa. Ada sayap-sayap kebaikan yang menemaninya.

“Bapak seneng banget ngelihat petani binaan Bapak sudah sukses”. Saat itu ia bercerita ketika pulang nostalgia dari Sulawesi Selatan.

Keluarga kami memang pernah menetap belasan tahun disana. Saat Bapak jadi kepala dinas perkebunan. Usaha Bapak keluar masuk hutan membuahkan hasil.

Sekarang mantan staff-nya ada yang jadi Bupati, petani binaannya yang dulu miskin kini punya mobil bagus, daerah yang dulunya terbelakang, kini maju agri business-nya.

Saya masih ingat saat solo traveling ke daerah itu waktu masih mahasiswa. Orang2 sangat menghormati nama Bapak. Saat saya pulang, mereka berebut memberikan sangu dan oleh-oleh.

Pelajaran yang saya terima: kita akan bahagia saat membuat orang lain bahagia.

Warisan Kenangan

Bagian tersedih dari kehilangan orang yang kita cintai adalah saat kenangan indah bersamanya masih melekat di hati.

Otak kita seperti memutar film klasik, dimana kita hanya bisa menonton tanpa pernah bisa menginterupsi.

Saya masih bisa Continue reading Cerita Sederhana Tentang Laki-laki Tua yang Meninggalkan Ibu Saya

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Kenapa Kita Harus Bertanya Kenapa?

Yoda sayang,

Saat kamu sedang belajar berbicara nanti, ada satu kata yang harus kamu pelajari sebelum “Tuhan”, “Kapitalisme”, “Return of investment”, “Mama”, atau “cucu”. Kata ini begitu penting, dan telah menjadi kunci sukses perkembangan umat manusia. Banyak penemuan lahir dari kata ini. Meski ada pemikir hebat yang dibunuh karena mengucapkan kata ini.

Kata itu adalah: “Kenapa?”

Memangnya, kenapa kita harus bertanya kenapa? Setidaknya karena tiga sebab sederhana.

Pertama, kenapa adalah kata pembuka. Ia adalah kunci pengetahuan. Tak ada pengetahuan yang ditemukan tanpa pertanyaan “kenapa?”. Newton memformulasikan hukum gravitasi karena bertanya kenapa apel bisa jatuh. Adam Smith disebut pencetus ilmu ekonomi karena bertanya apa rahasia kekayaan sebuah bangsa. Darwin bisa menghasilkan teori evolusi yang kontroversial karena bertanya kenapa makhluk hidup bisa sangat beraneka ragam.

Pada dasarnya, pengetahuan selalu diawali dari keingintahuan. Dan percayalah Yoda, pengetahuan adalah kekuatan dan kekayaan. Jika ingin mendapatkannya, mulailah dengan bertanya: “Kenapa?”.

“Kenapa kita lahir kedua? Kenapa ada orang kaya? Kenapa harus ada Negara? Kenapa kita beragama? Kenapa alam semesta tercipta?”

Alasan kedua: semakin kamu dewasa, semakin sedikit orang yang bertanya. Orang dewasa akan menganggap pertanyaan kenapa adalah pertanyaan milik anak kecil yang tak perlu dijawab. Mereka hidup dalam kedamaian karena merasa telah menemukan jawaban. Padahal, sesungguhnya mereka tak pernah berani bertanya.

Mereka bekerja, tanpa tahu kenapa mereka harus bekerja. Mereka menjalani rutinitas, tanpa berani bertanya kenapa mereka melakukannya. Mereka menerima struktur organisasi dalam bentuk Negara, agama, dan tata social yang ada tanpa pernah mempertanyakannya. Orang dewasa sudah lupa bagaimana serunya bertanya.

Terakhir, bertanya Kenapa akan memberimu pola pikir yang radikal. Radikal bukan berarti anarkis atau merusak. Radikal dalam hal ini berarti “mengakar”. Kamu akan belajar berpikir dalam level epistemologis, titik dasar sebuah ide. Pertanyaan kenapa akan membantumu memisahkan permasalahan subtantif dan tentative. Mana yang penting, dan mana yang tidak. Mana isi, mana kulit. Mana yang aksi, dan mana yang motivasi.

Karena itu, Yoda sayang, teruslah bertanya. Teruslah ragu. Teruslah mempertanyakan semuanya. Yakinlah jika kecerdasan seseorang dinilai dari pertanyaannya, sedangkan kebijaksanaan seseorang akan dinilai dari jawabannya.

Tanya Kenapa?
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail