Tiga Penyesalan Dalam Kehidupan

Untuk Yoda, yang hari ini berkepala tiga. 

Seperti biasa, doa saya sebagai orang tua: Semoga nanti, kamu mati dengan bahagia. 

Untuk apa hidup makmur dan panjang umur, tapi mati dalam keadaan ngawur? Bukankah orang yang khusnul khotimah, hidupnya pasti akan penuh hikmah?

Sebagai hadiah ulang tahunmu, kali ini kita akan membahas penyesalan. Apa itu? Sesal adalah emosi yang berwujud keinginan untuk mengubah tindakan yang sudah kita lakukan. “Andai saja saya melakukan ini itu…”.

Penyesalan adalah respon yang manusiawi. Karena kita tak pernah tahu kepastian masa depan. Dan manusia juga rawan berbuat kesalahan. Maafkan.

Sesal lahir terkait dengan kedaaan yang tidak sesuai harapan. Karena itulah manusia ingin mengulang keputusan yang telah diputuskan, ucapan yang telah diucapkan, rencana yang sudah menjadi aksi nyata.

Akan ada tiga jenis penyesalan yang paling menyesakkan dada. Setidaknya berdasarkan pengalaman saya. Semoga kamu bisa mengambil hikmah darinya. Apa saja?

#1 Penyesalan karena menyia-nyiakan

Saat manusia dititipi sesuatu, seringkali kita lupa jika hal itu takkan abadi. Ada yang dititipi kekayaan, ada yang diberi titipan anggota keluarga, ada yang dititipkan ketampanan atau kecantikan.

Manusia yang merasa ‘perks’ ini melekat selamanya, seringkali tidak menggunakannya untuk hal-hal yang berguna.

Punya harta, malah untuk foya-foya. Punya wajah tampan, malah selingkuh memuaskan selangkangan. Punya banyak waktu, malah digunakan untuk kegiatan yang tak membantu. Punya keluarga yang masih hidup hari ini, sering lupa jika suatu hari mereka akan pergi.

Ketika sumber daya itu dicabut oleh Sang Pencipta, baru mereka sadar. Kemarin ngapain aja ya? 

Karena itu, nanti ketika kamu dewasa, untuk menghindari penyesalan ini ajukan pertanyaan pertama: “Apa titipan Tuhan yang sedang saya sia-siakan?”

#2 Penyesalan karena kurangnya persiapan

Sesal jenis kedua lahir karena sifat manusia yang cenderung meremehkan. Biasanya akan kamu alami setelah tahu kegagalanmu karena satu hal: kurangnya persiapan.

“Coba saya belajar lebih giat, pasti akan lulus”

“Andai kita mempersiapkan ini itu, pasti bisnis ini sukses”

Selain meremahkan, kurangnya persiapan juga bisa lahir karena ‘kebelumtahuan’. Karena itu, always be prepared. Ajukan pertanyaan kedua, “Apa saja persiapan yang harus saya lakukan?”

Jika kamu memiliki project atau tujuan tertentu, habiskan beberapa jam untuk membuat perencanaan. 

Duduklah, buat dokumen sederhana. Tulis tujuan projectmu, strategi yang dilakukan, sumber daya yang dibutuhkan, dan kemungkinan kegagalan. Rancang ‘what if’ scenario. Kalau perlu gunakan ‘machine learning decision tree model’ untuk membuat keputusan yang bersifat kuantitatif.

Ingatlah, gagal mempersiapkan sama dengan mempersiapkan kegagalan.

#3 Penyesalan karena tidak berani melakukan

Terakhir, percayalah kegagalan takkan menghasilkan penyesalan. Asal kita sudah mempersiapkan dengan baik. Asal kita sudah memberikan yang terbaik. Asal kita sudah berusaha, dengan sekuat tenaga.

Penyesalan terbesar justru lahir ketika kita terlalu takut mencoba, dan tidak melakukan apa-apa.

Melihat ide kita gagal setelah dieksekusi takkan sesakit dibanding melihat orang lain mengeksekusi ide yang mirip, dan ternyata sukses. Bukan karena nyinyir. Tapi kamu akan menyalahkan dirimu: “Kenapa tidak saya coba?”.

Karena itu ajukan pertanyaan ketiga: “Apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkan impian?” Lalu lakukan. Beraksi. Execute it! Make it happen! 

Coba.  Gagal? 

Coba lagi. Gagal lagi. Coba terus. Gagal terus. Coba. Gagal. Coba sekali lagi. Gagal. Coba dua kali. Gagal. Coba tiga kali. Gagal. Coba 4x. Gagal. Coba 5x. Gagal. Coba 6x. Gagal. Coba 7x. Gagal. Coba kedepalan. Gagal. Coba kesembilan. Gagal. Coba 10x. Gagal. Percobaan ke 1.987.279 gagal? Masih ada percobaan ke 1.987.280!

Kegagalan takkan menghasilkan penyesalan. Asal kita sudah mempersiapkan sebaik-baiknya. Berusaha sekuat-kuatnya. Berdoa seikhlas-ikhlasnya. Karena pada akhirnya kita hanyalah manusia. Dan seperti kata pepatah: 

Manusia merencanakan, Tuhan menyempurnakan. Terkadang rencana-Nya berbeda dengan rencana kita. Terima, syukuri, jalani. 

Itu adalah rahasia hidup penuh kedamaian, tanpa rasa penyesalan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *