Monthly Archives: October 2021

6 Pelajaran dari 6 Tahun Pernikahan

Pada hari ini Pipi Kentang dilahirkan beberapa abad yang lalu (biar ga disclosure umur). Tak terasa sudah 6 tahun saya menggaulinya (ampun bahasa lu cuk!). Setelah insiden ‘pernikahan digoreng dadakan’ yang tak disengaja. Tanpa lamaran, tanpa foto pre-wed, tanpa cincin kawin, dan menggunakan penghulu non KUA. Cuman modal mahar 300 ribu pula.

Menjalani pernikahan selama 6 tahun tentu memberi banyak pelajaran. Saya akan membagikan 6 point diantaranya:

#1 Skill terpenting bukanlah komunikasi

Kata konselor pernikahan, kunci kelanggengan adalah komunikasi. Bah ngaco tuh! Skill terpenting yang perlu dikuasai semua pria adalah: skill meminta maaf!

Saat berdebat atau terjadi konflik dengan istri, lupakan negosiasi. Lupakan problem solving. Lupakan presentasi. Lupakan root cause analysis. Lupakan retorika. Pokoknya istri wajib benar, selalu benar, dan pasti akan benar!

Karena itu jurus terampuh adalah mengucapkan kalimat: “Oh iya, maaf ya.”

Case closed.

#2 Siapkan Budget Skin Care yang Semakin Besar

Ini POS PENGELUARAN YANG PASTI MEMBESAR SETIAP TAHUN. NYAINGIN DANA PENDIDIKAN. Dulu waktu awal merried, Pipi Kentang cuman punya skin care di pouch kecil. Tapi pouch beranak jadi tas, lalu berkembang biak jadi rak, terus berevolusi jadi lemari. Nah loh!

Waspadalah para suami! Anti aging itu mahal Jendral!

#3 Bersabarlah Dengan Hobi Emak-emak

Sejak pindah ke Jogja, Pipi Kentang jadi hobi beli tanaman. Macam-macam. Ada episcia, lavender, anthurium, monstera deliciosa, dan masih banyak tanaman yang tak saya tahu namanya. Pernah saya sensus, di awal ada sekitar 130-an. Lha masih sering beli lagi!

Padahal rumah kami luas tanahnya hanya 250 meter persegi. Dan tanaman-taman ini ada dimana-mana. Mulai dari ruang makan, tempat nonton, working station, sampai kamar mandi! Kata kakak yang main ke rumah: “Wah, berasa di kebun raya ya”.

#4 NKRI Harga Mati

Saat membeli barang, kira-kira siapa decision maker-nya? Tergantung barangnya sih, tapi mayoritas Pipi Kentang akan punya hak veto jika tidak sesuai keinginannya. Pokoknya NKRI harga mati! Ngikut Keinginan Rencana Istri. Berani nolak? Oh siap-siap aja ada yang ngambek dan ngedumel. Kecuali klo siap tidur sendiri ya. 

#5 Pernikahan Adalah Kapitalisme Terselubung!

Siapa bilang wanita dijajah pria? Di pernikahan modern justru ada pertentangan kelas antara kelas pekerja (suami) dengan kelas borjuis (istri). Dengan pajak penghasilan yang lebih besar dari PPH pasal 21. Bahkan potongan pajaknya melebihi negara social welfare Skandinavia yang hanya sekitar 40%. 

Uang suami uang istri. Uang istri ya uang istri. Adil dari Hong Kong?!?

#6 Awalnya Cinta, Akhirnya Nerima

Pernikahan pada awalnya dibangun dari percintaan. Pada akhirnya dipertahankan dengan penerimaan. Kita terima saja jika pasangan kita pasti bertambah tua, tambah cerewet, tambah jumlah… Eh…. maaf typo (ingat aturan no 1)

Mohon maaf juga karena belum bisa ngajak jalan-jalan ke Praha. Sudah ikhtiar email Kedubes disana, tapi ternyata belum dibuka buat kunjungan wisatawan mancanegara. Tahu aja kalo duitnya belum kekumpul juga haha.

Untuk hadiah tahun ini cukup tulisan sederhana ditambah tablet merk apel digigit yang baru launching beberapa bulan lalu. Tapi pagi ini koq masih ditagih duit transfer bulanan ya?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Masalah Dandelion

Seorang petani melihat adanya bunga dandelion di lahan pertaniannya. Ia menganggapnya sebagai hama dan ingin menghilangkan bunga itu. Berbagai cara dicoba. Mulai dari memotong, mencabut akar, sampai menggunakan obat khusus. Tapi tetap saja akan ada dandelion baru yang tumbuh.

Ia lalu berkirim surat ke Dinas Pertanian terkait. Dan menceritakan semua upaya yang telah ia coba. Suratnya diakhiri dengan satu pertanyaan: “Apa yang bisa saya lakukan?”

Diluar dugaan surat balasan datang dan hanya menyebutkan satu paragraf: “Jika semua upaya sudah Anda coba dan masih belum berhasil menyingkirkan dandelion itu, kami sarankan agar Anda belajar mencintainya”.

—-

Terkadang kita terlalu memikirkan solusi sebuah masalah tanpa pernah memperhatikan ‘keindahan’ dari sebuah masalah.

Seperti dandelion, ia mengganggu, tapi sesungguhnya indah dan pasti mengajarkan sesuatu. Kita sering hanya menggerutu, tapi terkadang lupa: ada hikmah di balik itu.

Yang bahaya justru ketika kita ingin lari dari masalah, dan menganggap jika hidup pasti lebih baik jika tanpa masalah. Apa serunya kehidupan tanpa permasalahan yang harus dipecahkan?

Karena itu setiap memiliki masalah, anggap itu sebagai dandelion kiriman Tuhan yang ditanamkan di pekarangan kehidupan kita. Untuk memaksa kita menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih kreatif. Lebih tahan banting dan kebal akan cobaan kehidupan.

Tak perlu bingung dan stress saat masalah itu belum terpecahkan. Terus mencoba sambil menikmati keindahan masalah seperti guguran bunga dandelion.

Dan coba ganti doa kita.

Dari sebelumnya:  “Dear God, I have a big problem.”

Menjadi: “Dear problem, I have a big God”

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Dune

Eh koq jarang yang mbahas film ini. Dune. Diangkat dari Novel Hexalogy populer dari Frank Herbert. Ada 6 seri novel – yang ke 7 belum kelar karena pengarangnya keburu mati.

Ditulis tahun 1965. Disaat kita masih ribut PKI, orang Amerika sudah mikirin konflik politik antar galaksi.
Karena novelnya berputar pada perebutan kekuasaan antar planet. Dengan bumbu pengkhianatan, gerakan spiritual bawah tanah, dan pencarian messias : Kwisatz Haderach, yang disebut ‘Suara Al Ghaib’.
Cerita simplenya:
Ada lakon utama Paul, anak raja. Terus ama kaisar galaksi, bokapnya disuruh memerintah planet Arrakis. Daerah gurun yang kaya dengan sumber daya mineral (mirip Irak dengan minyaknya lah).
Eh ternyata itu cuma jebakan betmen. Akal bulus dari keluarga kerajaan lain (drama-drama ala Game of Throne), buat membinasakan seluruh keluarganya.
Disisi lain, si Paul ini mendapat penglihatan magis dan menerima panggilan ghaib untuk membebaskan suku lokal dari Arrakis: Freeman. Karena ternyata Paul ini punya semacam Jinchuriki alias kekuatan supranatural ala-ala The Force-nya Star Wars. Disebut: The Voice (untung bukan Idol ya hehe).
Bagi yang suka konflik politik antar keluarga penguasa macam Game of Throne, ditambah pertempuran antar galaxy kaya Star Wars, plus pencarian spiritual ala Avatar Aang, seharusnya Dune cocok buat Anda.
Apalagi asuhan musikal dari Hans Zimmer yang kental unsur etnik yang monumental, berpadu dengan sinematografi padang pasir bernuansa jingga keemasan, membuat Duna terkesan asing, kering, tapi romantis. Ini membuat banyak netizen menduga Dune seharusnya bisa memenangkan Oscar.
Yang jelas, film ini membuat saya langsung membaca novelnya. Dan emang benar sih: seru banget. Great story, great movie. Semoga bisa sampai di film-kan semua.
Adegan yang cukup berkesan bagi saya ketika Ibu Paul mengajarkan mantra dari Bene Gesserit (kelompok penasihat spiritual kaisar) tentang cara mengatasi rasa takut.
Saat itu Paul harus menemui ‘Reverend Mother’ untuk menjalani tes hidup mati dengan memasukkan tangan ke kotak kosong yang berisi rasa sakit:
“I must not fear. Fear is the mind-killer. Fear is the little-death that brings total obliteration. I will face my fear. I will permit it to pass over me and through me. And when it has gone past I will turn the inner eye to see its path. Where the fear has gone there will be nothing. Only I will remain”.
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail