6 Pelajaran dari 6 Tahun Pernikahan

Pada hari ini Pipi Kentang dilahirkan beberapa abad yang lalu (biar ga disclosure umur). Tak terasa sudah 6 tahun saya menggaulinya (ampun bahasa lu cuk!). Setelah insiden ‘pernikahan digoreng dadakan’ yang tak disengaja. Tanpa lamaran, tanpa foto pre-wed, tanpa cincin kawin, dan menggunakan penghulu non KUA. Cuman modal mahar 300 ribu pula.

Menjalani pernikahan selama 6 tahun tentu memberi banyak pelajaran. Saya akan membagikan 6 point diantaranya:

#1 Skill terpenting bukanlah komunikasi

Kata konselor pernikahan, kunci kelanggengan adalah komunikasi. Bah ngaco tuh! Skill terpenting yang perlu dikuasai semua pria adalah: skill meminta maaf!

Saat berdebat atau terjadi konflik dengan istri, lupakan negosiasi. Lupakan problem solving. Lupakan presentasi. Lupakan root cause analysis. Lupakan retorika. Pokoknya istri wajib benar, selalu benar, dan pasti akan benar!

Karena itu jurus terampuh adalah mengucapkan kalimat: “Oh iya, maaf ya.”

Case closed.

#2 Siapkan Budget Skin Care yang Semakin Besar

Ini POS PENGELUARAN YANG PASTI MEMBESAR SETIAP TAHUN. NYAINGIN DANA PENDIDIKAN. Dulu waktu awal merried, Pipi Kentang cuman punya skin care di pouch kecil. Tapi pouch beranak jadi tas, lalu berkembang biak jadi rak, terus berevolusi jadi lemari. Nah loh!

Waspadalah para suami! Anti aging itu mahal Jendral!

#3 Bersabarlah Dengan Hobi Emak-emak

Sejak pindah ke Jogja, Pipi Kentang jadi hobi beli tanaman. Macam-macam. Ada episcia, lavender, anthurium, monstera deliciosa, dan masih banyak tanaman yang tak saya tahu namanya. Pernah saya sensus, di awal ada sekitar 130-an. Lha masih sering beli lagi!

Padahal rumah kami luas tanahnya hanya 250 meter persegi. Dan tanaman-taman ini ada dimana-mana. Mulai dari ruang makan, tempat nonton, working station, sampai kamar mandi! Kata kakak yang main ke rumah: “Wah, berasa di kebun raya ya”.

#4 NKRI Harga Mati

Saat membeli barang, kira-kira siapa decision maker-nya? Tergantung barangnya sih, tapi mayoritas Pipi Kentang akan punya hak veto jika tidak sesuai keinginannya. Pokoknya NKRI harga mati! Ngikut Keinginan Rencana Istri. Berani nolak? Oh siap-siap aja ada yang ngambek dan ngedumel. Kecuali klo siap tidur sendiri ya. 

#5 Pernikahan Adalah Kapitalisme Terselubung!

Siapa bilang wanita dijajah pria? Di pernikahan modern justru ada pertentangan kelas antara kelas pekerja (suami) dengan kelas borjuis (istri). Dengan pajak penghasilan yang lebih besar dari PPH pasal 21. Bahkan potongan pajaknya melebihi negara social welfare Skandinavia yang hanya sekitar 40%. 

Uang suami uang istri. Uang istri ya uang istri. Adil dari Hong Kong?!?

#6 Awalnya Cinta, Akhirnya Nerima

Pernikahan pada awalnya dibangun dari percintaan. Pada akhirnya dipertahankan dengan penerimaan. Kita terima saja jika pasangan kita pasti bertambah tua, tambah cerewet, tambah jumlah… Eh…. maaf typo (ingat aturan no 1)

Mohon maaf juga karena belum bisa ngajak jalan-jalan ke Praha. Sudah ikhtiar email Kedubes disana, tapi ternyata belum dibuka buat kunjungan wisatawan mancanegara. Tahu aja kalo duitnya belum kekumpul juga haha.

Untuk hadiah tahun ini cukup tulisan sederhana ditambah tablet merk apel digigit yang baru launching beberapa bulan lalu. Tapi pagi ini koq masih ditagih duit transfer bulanan ya?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *